
Rika mencoba bersikap bijak, ia perlahan-lahan menjauh dari Calista.Memberi kesempatan padanya untuk lebih dekat dengan calon mamanya.Berapa kali Tuan mengajaknya jalan-jalan bersama Calista, Rika menolak secara halus.
Rika masih terngiang -ngiang semua perkataan menyakitkan dari Non Cristy.Trauma dan kesedihan hatinya waktu kecil sering diejek dan dibully, membuatnya sulit melupakan perkataan yang menyakitkan itu.Seperti luka lama yang tiba-tiba tergores lagi menimbulkan rasa sakit yang sama.
Tuan makin jarang ke kantor, membuat Rika semakin sibuk.Sebagian besar tugas dan urusannya ditangani oleh Rika.
****
Pagi itu Rika memimpin meeting rutin seperti biasa.Semua pesera meeting, para petinggi perusahaan sudah hadir.
" Selamat pagi Bapak dan Ibu, terima kasih sudah hadir dalam meeting rutin kali ini" Rika membuka acara.Susi mendampingi di sampingnya sibuk mencatat.Ada beberapa masalah yang timbul dan harus didiskusikan untuk dicari solusinya.Menjelang makan siang meeting baru selesai.
Selesai meeting, Rika meminta Susi segera menyelesaikan rangkuman hasil meeting karena ia harus mendiskusikan dengan Tuan di rumahnya.
****
Sore hari Rika ke rumah Tuan untuk mengantar notulen hasil meeting.Seperti biasa ia diantar pak Ratno,
" Mbak, sudah lama saya ga bertemu dengan Non Calista" Pak Ratno berkata, sambil mengemudi.Rika , tertegun ia baru menyadari sudah lama tidak bertemu gadis kecil itu.Ada rasa kangen ingin mengusap rambutnya yang hitam tebal, berlarian dan bercanda dengannya lagi.Tapi itu tidak mau ia lakukan, ia kuatkan hatinya untuk selalu menghindar dari Calista.Ia tidak mau membuat masalah dengan Non Cristy, terlalu sakit hatinya bila harus mendengar omongannya yang tidak pantas.
Mobil memasuki halaman rumah, Rika bergegas turun.Di pintu depan ia bertemu dengan baby sitter, wajahnya terlihat sedih.
" Mbak...Non Calista sakit..." Ucapnya,Rika terkejut, Calista sakit? kenapa Tuan tidak memberi tahu?
" Hah...kok Tuan ga bilang? "
Bergegas Rika ke ruang kerja Tuan.Ia mengetuk pintu dan masuk, Tuan duduk menyender di sofa.Wajahnya terlihat lelah.
" Tuan..Calista sakit apa ? Kok ga bilang ?"
" Saya tidak mau membuatmu kaget....Kamu sedang sibuk dengan urusan kantor"
__ADS_1
Rika mengurungkan niatnya untuk berdiskusi masalah kantor, ia hanya memberikan berkas yang harus ditandatangani.
Setelah tanda tangan Tuan mengajaknya ke kamar Calista.Gadis kecil itu sedang tidur , meringkuk di kasurnya.Badannya tampak kurus.Rika menyesal , belakangan ini telah mengindar dari anak tak berdosa itu.Ia membungkuk, meraba kening Calista, demam.Diambilnya handuk kecil di meja untuk mengompres.Calista yang sedang tertidur membuka matanya,
" Tante..?." Matanya membulat tak percaya.Rika mengusap kepala dan mencium pipinya.
" Iya sayang, ini Tante..bobok lagi ya biar cepat sembuh"
Calista bangun, ia memeluk erat Rika dan menangis.Tangisnya semakin keras.Rika tidak kuasa menahan air matanya, berdua berpelukan sambil menangis.Papanya terdiam , matanya ikut berkaca-kaca.Tuan sangat menyadari betapa putrinya sangat merindukan Rika.Dia tahu Calista sangat menyayangi Rika.Berhari - hari ia selalu bertanya dan merengek minta bertemu Rika.Rupanya Rika sengaja menghindar. Tuan bisa memaklumi sikapnya, Rika tidak ingin terlibat masalah dengan Cristy.Melihat mereka menangis sedih di depannya, hatinya sangat terenyuh.
" Jangan tinggalin Calista, Calista sayang Tante...." kata-katanya sangat memilukan di antara tangisannya.
" Ga sayang, Tante ga akan ninggalin kamu, selamanya"Rika menjawab sambil terisak, ia memeluknya erat.Rika baru menyadari betapa Calista sangat membutuhkan dirinya.
Tiba-tiba sebuah tekad muncul, apapun yang terjadi tidak akan menghindar dari gadis kecil itu lagi.Tidak tega ia membiarkan gadis kecil itu menderita dan kesepian.Terserah Non Cristy mau apa.Ia tidak peduli.Ia lebih mementingkan Calista.
Calista mengusap air matanya, tangisnya mereda,
" Bener Tante ga akan ninggalin Calista ? "
" Tante jangan menangis.."
" Makanya Calista jangan menangis ya, sayang"
Calista tersenyum dan mengangguk.
" Sekarang minum obat dulu, biar cepat sembuh" Rika mengambil obat dan menyodorkan ke mulut Calista.
Setelah minum obat Rika membaringkan Calista dan menyelimutinya.Ia berbaring di sampingnya dan mengusap- usap punggungnya agar kembali tertidur.Tak lama Calista tidur.
Tuan memberi isyarat kepada Rika untuk duduk di sofa, Rika menurut.Mereka duduk berhadapan.Beberapa saat mereka terdiam.Tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
__ADS_1
" Ehem..." Tuan berdehem , lalu meneruskan " Calista nanyain kamu terus "
" Maafkan saya Tuan.Saya tidak bermaksud menjauhi Calista..."
" Sudahlah , saya yang harusnya minta maaf."
Rika terdiam.Tuan kembali menggenggam tangan Rika.Ada desiran aneh menyelinap di antara relung hati Rika.Pipinya terasa panas, mungkin wajahnya memerah.
" Calista sangat menyayangi kamu" Ujar Tuan lagi tanpa melepaskan tangan Rika.Rika masih menunduk, ia berusaha menenangkan perasaannya.
" Kamu mau balik ke kantor?" Rika mengangguk.
" Baiklah tapi pulang kerja suruh pak Ratno mengantarmu ke sini ya, temani Calista"
Rika mengangguk lagi dan berjalan ke luar.
" Rika..." Suara Tuan menghentikan langkahnya.
" Saya sudah memutuskan pertunangan dengan Cristy..." Lirih Tuan berkata.Rika tertegun.Putus dengan Non Cristy? Secepat itu Tuan memutuskan pertunangan dengan Non Cristy.Terus bagaimana hubungan Tuan dengan keluarga besar mendiang Nyonya?Ini keputusan berat yang diambil Tuan.Bagaimanapun Non Cristy adalah famili Nyonya, hubungan baik dengan keluarga besarnya harus tetap dijaga.Apalagi Tuan sangat mencintai Nyonya.
" Bagaimana dengan keluarga besar Tuan?" Rika bertanya, terdengar seperti bertanya pada diri sendiri.
" Itulah yang saya pikirkan.Mungkin saya akan mengunjungi mereka dalam waktu dekat, untuk menjelaskan"
Rika berjalan ke luar dengan perasaan campur aduk.Sedih dengan sakitnya Calista, deg-degan Tuan memegang tangannya dan kaget mendengar kabar Tuan memutuskan hubungannya dengan Non Cristy.Kok jadi rumit begini ya, pikirnya.Selama ini ia menjalani rutinitasnya dengan enteng, nyaris tanpa beban.Bangun tidur tidak terlalu pagi, lalu mandi dan sarapan.Jalan kaki ke kantor bareng Susi sambil ngobrol dan bercanda.
Di kantor, walaupun urusan seakan ga pernah selesai tapi ia menikmati semuanya.
Pulang kerja , kadang ia bersama Susi jalan -jalan ke Mall untuk melepas penat dan makan.Sampai tempat kost ia mandi dan istirahat, membaca buku atau menelpon Ibu di kampung untuk melepas rindu.
Semuanya mengalir begitu saja, Rika sangat menikmati rutinitasnya.Tetapi tiba-tiba ada yang mengusik,terasa rumit dan membuat gundah.
__ADS_1
Malam itu ia sampai sulit tidur, ia berusaha memejamkan matanya.Tapi kegundahan hatinya membuatnya tak bisa terlelap.Ia bangun dan duduk di sofa.Diambilnya sebuah buku lalu mulai membaca.Tak tahu berapa lama ia membaca, tahu -tahu ia tertidur di sofa.
.