Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab. 47 Putri Tidur


__ADS_3

" Seharusnya aku yang mengalah mas, seharusnya aku....." Cristy tersedu-sedu duduk di atas tempat tidur.Kedua tangan menutupi mukanya.Bahunya terguncang- guncang, menahan tangis agar tidak bertambah keras.


" Cristy...." Tuan meraih tubuhnya lembut, menarik ke dalam pelukannya " Tenanglah, kamu baru saja sembuh, jangan berpikir macam-macam"


" Aku sudah merusak kebahagiaan keluargamu mas..."


" Sssstt, istirahatlah..."


Cristy menurut, ia membaringkan tubuhnya , tapi tangisnya belum juga mereda.Suaminya menarik selimut dan menyelimutinya.Dipandanginya istri keduanya itu tanpa berkata apa-apa.


" Aku mau pulang kampung mas" suara Rika terdengar hambar ketika menelpon tadi siang.


Tuan tahu istrinya sedang sedih bercampur cemburu.


Sudah dua hari dia tidak pulang karena Cristy merengek minta ditemani dan dia tidak tega untuk menolak.


" Boleh , diantar sama Rusdi ya? " jawab Tuan setelah terdiam beberapa saat berusaha menutupi rasa bersalahnya.Rusdi adalah pilot pesawat pribadinya.


" Ga usah mas, aku naik pesawat komersial aja"


Tuan mau menjawab tapi Rika sudah menutup teleponnya.Dia hanya termangu di sofa.Rupanya Cristy yang dikiranya tidur mendengar dan memahami apa yang sedang terjadi.Ia menyadari posisinya, lalu menangis.


****


Rika berjalan di sepanjang koridor bandara menuju boarding lounge. Tampak kerepotan ,tangan kanan menggendong Calandra dan tangan kirinya menggandeng Calista, ada tas cukup besar menggantung di pundak.Tidak ada baby sitter yang dibawa.


" Mama...mama..., ulun..." Calandra merengek minta diturunkan.

__ADS_1


" Sayang, gendong aja ya, nanti kita terlambat pesawat"


" Ma, kenapa ga diantar pak Rusdi jadinya kita a harus buru-buru" Calista protes.


Rika tertegun mendengarnya, ia menghentikan langkahnya.Diusapnya pipi Calista.


" Maaf Sayang, Pak Rusdi sedang sibuk.."


Lalu ia menurunkan Calandra dari gendongan.Ia sadar , anak-anaknya tetap harus menikmati perjalanan.


" Andra mau turun ya, hati-hati jalannya sayang"


Si kecil Calandra kegirangan, berlari lari kecil di koridor, Calista mengikuti adiknya dari belakang.


Rika tersenyum, ia harus mampu menyimpan kegundahan hatinya, jangan sampai berpengaruh pada anak-anaknya.Seharusnya ia tetap mengajak Surti dan Tini untuk menjaga mereka,tapi entah mengapa saat ini ia hanya ingin bertiga saja.


" Aduh...., cucu-cucu Mbah datang"


" Sini Mbah gendong" Dengan sigap Ibu mengambil kain panjang untuk menggendong Calandra dan menggandeng Calista mengajak bermain.


Rika langsung masuk kamar merapikan barang-barang bawaannya.Lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Perasaannya lega.Pulang ke rumah, memang obat paling mujarab untuk mengobati hati yang gundah gulana.Tanpa sadar ia tertidur dan terbangun ketika hari sudah gelap, rupanya cukup lama ia tidur.


Tergesa-gesa ia ke luar kamar mencari anak-anaknya.


" Anak-anak sudah tidur di kamarku" Ibu yang sedang duduk di ruang tamu menjawab.

__ADS_1


" Sudah makan Bu ? "


" Sudah makan, sudah mandi.Ibu ga tega bangunin kamu tidur, pulas banget" Ibu tersenyum menatapnya.Rika berjalan menghampiri orang tua itu dan merebahkan kepala di pangkuannya.Ibu mengusap rambutnya tanpa berkata apa-apa.Rika merasa sangat tenang, dan seperti dulu saat masih gadis, kalau sudah begini ia akan tertidur lagi di pangkuan ibu.Ia kaget dan terbangun ketika merasakan pipinya dicubit.


" Ih, tidur mulu, sana mandi dulu terus makan"


" Ibu, aku masih ngantuk..." dengan bersungut-sungut Rika bangkit, lalu ia kaget ketika melihat jam yang menempel di tembok.


" Hah jam 10 ..."


Ia geli sendiri, baju yang dipakai dari Jakarta masih menempel di tubuhnya terasa lengket.Cepat-cepat ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Habis mandi ia menyendok nasi, sayur dan ikan lalu makan di meja kecil di dapur.Walaupun sekarang dapurnya sudah berubah, tapi ia masih senang makan di sudut dapur favoritnya sejak dulu.


Setelah makan ia tidur lagi, kebiasaan sejak dulu kalau sedang ada masalah yang dipikirkan ia berusaha menetralkan pikirannya dengan tidur dan tidur.Satu hal yang ia yakin, dengan banyak tidur badan menjadi lebih fit dan otak menjadi fresh tidak kusut , sehingga bisa berfikir lebih jernih.


Ia terbangun ketika mendengar pintu kamar ramai-ramai diketuk.Kamarnya sudah terang benderang, rupanya sudah siang.


" Mama...!!"


" Ma....!!"


Suara anak-anaknya ramai di luar kamar sambil mengetuk-ngetuk pintu.


" Aduh..maaf mama kesiangan" Ia membuka pintu lebar-lebar dengan mata masih mengantuk.Dua orang bocah menerobos masuk diikuti oleh seorang dewasa berbadan besar.


" Mas....? " Rika menyipitkan matanya, berusaha melihat lebih jelas.

__ADS_1


" Wah,jadi putri tidur di kampung, jam segini baru bangun" Suaminya meraih pundaknya.


Rika menunduk malu dan buru-buru berlari ke kamar mandi.


__ADS_2