Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab 32 .Pulang


__ADS_3

" Mas, sepertinya Cristy dekat dengan seseorang di sini " suara Tante Sofi di telepon terdengar senang.


" Apa..? " Papa Sofi, Gunawan terkejut mendengarnya " aku tidak mau Cristy pacaran dengan bule" sambungnya dengan nada keras.


Tante Sofi terkejut, ia tidak menyangka , Gunawan berpikiran kolot seperti itu.Setahunya Abangnya itu adalah seorang yang modern dan demokratis.Apalagi Cristy adalah putri kesayangannya, tentu saja apa yang dilakukan olehnya akan didukung.


" Kok mas begitu ? " Tante Sofi protes.


" Pokoknya tidak, sampai kapanpun tidak.Aku mau jemput anakku pulang" ujar Gunawan keras.


Tante Sofi jadi bingung,.Kok jadi begini, pikirnya.Salahnya tadi harusnya ia tidak mengatakan apa-apa mengenai hubungan Cristy dengan Carl.Apalagi ia sendiri belum menanyakan langsung ke Cristy sejauh mana hubungannya dengan Carl.Tapi nasi sudah menjadi bubur.Ia tahu karakter Abangnya.Tidak mungkin ia menarik lagi omongannya.


" Bodohnya aku, bodoh..." Tante Sofi menepuk jidatnya berkali-kali.Bagaimana ia akan mengatakan kepada Cristy kalau Papanya mau datang menjemput?.Pasti ia akan sangat keberatan.Sepertinya ia sudah betah dan nyaman tinggal di sini.Apalagi dengan adanya Carl yang selalu menemani, wajahnya yang dulu selalu kelihatan muram , perlahan-lahan mulai bersinar lagi.


Kalau ia dijemput Papanya pulang , ia akan berpisah dengan Carl, mungkin ia akan kembali sedih.Kehidupannya di Jakarta juga akan mengingatkannya kembali kepada kesedihannya dulu.Ditinggalkan orang yang dicintainya dengan cara yang sangat tragis.


" Sayang, maafkan Tante..." Tante Sofi berkata dengan mata berkaca-kaca ketika Cristy pulang kerja sore harinya.Cristy menatap Tantenya dengan heran.


" Ada apa Tante ..? " tanyanya.Tante Sofi tidak langsung menjawab.Ia terdiam beberapa saat.Berat sekali rasanya mengatakan pada keponakannya itu.Ia tidak bisa membayangkan reaksi dan kesedihan Cristy.


Cristy semakin heran melihat Tantenya diam saja.


" Ih..Tante apaan sih.." ujarnya tak sabar.


" Bagaimana pekerjaanmu di kantor ? " Tante Sofi palah balik bertanya.


" Tante aneh hari ini.Pekerjaanku baik -baik saja"


Tante Sofi menghela nafas.Ia harus mengatakannya sekarang, daripada Cristy semakin penasaran.


"Papamu akan datang menjemput, kamu disuruh pulang " Tante Sofi berkata sambil menunduk.Ia tak sanggup melihat wajah Cristy.


" Ga usah dijemput, aku mau pulang sendiri" Cristy menjawab dengan tenang.Tante Sofi terkejut mendengarnya jawaban dan ketenangan Cristy.


" Benarkah ? Kamu ga sedih ? " tanyanya heran.Lega sekali rasanya melihat keponakannya itu tidak terlihat terkejut dan bersedih mendengar perkataanya.


" Sedih ? Ga lah, orang tuaku menyuruh pulang.Tentu saja aku harus patuh" jawabnya kalem.Tante Sofi memeluknya.

__ADS_1


" Sayang, kamu benar-benar anak yang berbakti.Kamu sudah banyak berubah sekarang"


" Tante yang telah merubahku.Tante Sofiku yang galak dan cerewet" ucap Cristy sambil tertawa.


" Huh kamu, baru dipuji palah bikin dosa . Tantenya sendiri dikatain" Tante Sofi pura-pura marah dan mencubit pipi ponakannya.


" Lalu gimana dengan Carl" Tante Sofi bertanya dengan hati-hati.


Cristy menunduk.Bagaimanapun Carl yang menemaninya selama ini.Menghiburnya di saat ia dalam kondisi yang sangat sulit.Carl yang selalu sabar dan perhatian.Selalu bersikap sopan dan tidak pernah ada pamrih.Ia pasti akan kehilangan sosok Carl.


Tapi pulang ke tanah air adalah kerinduannya yang terpendam.Apalagi....


" Maafkan Tante sekali lagi" kata Tante Sofi membuyarkan lamunannya." Tante yang bodoh . Waktu menelpon Papamu Tante cerita kamu dekat dengan Carl, maksud Tante biar Papamu senang kamu sudah bisa move on dari Robert.Di luar dugaan Papamu palah marah, dia ga mau kamu pacaran sama bule" Tante Sofi berkata panjang lebar dengan sangat sedih.


Cristy tertawa.


" Ha..ha..Papa lucu.." katanya.


" Kamu palah tertawa, ga sedih berpisah dengan Carl?" Tante Sofi semakin heran dengan keponakannya.


" Sedihlah Tante, Carl yang menemaniku selama ini.Tapi Papa lucu banget, kuno ...." Cristy tertawa lagi " Tenang aja Tante , aku tidak akan bunuh diri lagi karena berpisah dengan Carl" Cristy melanjutkan sambil terus tertawa.


Cristy segera mengajukan surat permohonan pengunduran dirinya dari kantor.Ia menemui Pak Ray di ruangannya.Atasannya itu tampak terkejut.


" Saya sudah cocok bekerja sama dengan kamu Cristy.Apa gajimu kurang ? Saya akan naikkan lagi kalau memang begitu " ujar pak Ray.


" Tidak Pak, orang tua saya sudah tua saya harus pulang mengurus bisnis orang tua" jawab Cristy.


" Saya dengan dari Andre orang tuamu punya perusahaan di Jakarta ya.Hebat kamu Cristy mau mandiri dan cari pengalaman di sini"


" Ya pak, terima kasih banyak atas bimbingannya.Cara kerja di sini berbeda dengan di Jakarta.Saya akan terapkan untuk perusahaan Papa"


Lalu Cristy pamit dan meninggalkan kantor yang selama ini telah memberikan banyak pengalaman dan ilmu kepadanya selama tinggal di negeri orang.


Sepulang dari kantor Cristy menelpon Carl untuk menjemputnya.Ia akan pamitan padanya.


Tak berapa lama Carl datang.

__ADS_1


" Kemana kita Cristy ? " Carl bertanya beberapa saat setelah mobil meninggalkan rumah.


Cristy menatap Carl dan tersenyum.


" Terserah kamu mau membawaku ke mana"


jawabnya.Carl heran dengan sikap Cristy hari ini.Tapi ia tidak bertanya lagi dan melajukan mobilnya ke suatu tempat.


Tak berapa lama mereka berhenti di sebuah apartemen.


" Ini apartemenmu ? " tanya Cristy.Carl mengangguk dan menggandeng tangannya menuju lift yang membawanya naik ke apartemennya.


Apartemen Carl cukup luas.Desain interiornya mewah dan elegan.Carl menyilakan Cristy duduk di sofa.


" Ada apa Cristy , tumben kamu menelponku" Carl bertanya dengan nada serius.


Cristy menghela nafas.Memikirkan kata kata yang tepat untuk mulai bicara.Bagaimanapun Carl adalah orang yang selalu menemaninya selama ia merasa asing di negeri orang.Ia tidak ingin Carl bersedih karena berpisah dengannya.


" Carl.... terima kasih kamu sudah hadir dalam hidupku selama masa-masa sulitku" Cristy memulai " Aku datang ke Frankfurt dengan hati yang hancur.Tapi kamu bisa membuatku merasa nyaman dan tidak sendirian.Sekarang aku harus pulang Carl orang tuaku menyuruhku kembali ke Jakarta"


Carl terkejut, ia menatap Cristy dengan pandangan tak percaya.


" Kamu serius ? " tanyanya


Cristy menangangguk.Carl terdiam.Raut mukanya menjadi muram.Terlihat dia sangat sedih.Kembali ditatapnya gadis di depannya.


" Kamu gadis yang luar biasa, aku menyukaimu.Kamu tahu itu.Mengapa secepat ini kamu mau pergi ? " ucapnya sedih.


" Carl, jangan sentimental begini.Kamu bisa datang menemuiku kapan saja" Cristy berkata mencoba menghibur.


" Apakah kamu akan merindukanku ? " tanya Carl , suaranya terdengar memelas.Cristy tersenyum.


" Tentu saja aku akan selalu merindukanmu, sahabatku" katanya lembut.


" Bolehkah aku memelukmu untuk pertama dan terakhir kali"


Cristy tertawa.

__ADS_1


" Tuh kamu curang, memanfaatkan kesempatan" katanya sambil memukul lengan Carl.Tapi ia tidak menolak ketika Carl memeluknya dengan erat.Carl memberanikan dirinya mencium bibir Cristy.Cristy membalas dengan sangat lembut.Lama mereka berciuman, lalu Cristy melepaskan pelukannya.


" Sudah Carl..." katanya sambil menjauhkan tubuhnya dari Carl.


__ADS_2