
Pagi itu keluarga baru Rika sedang sarapan di meja makan.Mereka baru balik dari kampung, tadi malam.
Setelah mengambilkan makanan untuk Tuan, Rika mengambilkan makanan untuk Calista, baru ia menyendok nasi dan mengambil lauk pauk untuk dirinya sendiri.
" Calista bisa makan sendiri sayang? "tanya Rika kepada putrinya.Calista mengangguk.Kasih sayang dan perhatian dari mama sambungnya itu rupanya bisa merubah karakternya sedikit demi sedikit ,ia menjadi lebih mandiri ,lebih tenang dan tidak cengeng.
" Hebat Calista, pintar" puji papanya mengacungkan ibu jarinya.Calista tertawa senang.Ia makan bubur ayam yang menjadi menu sarapan pagi ini dengan lahap.Selesai makan Rika memberikan segelas jus buah.
Calista minum setengahnya.
" Calista kenyang ma" katanya.
" Ya ga apa-apa, sayang" jawab Rika lembut.Rika kemudian menuangkan segelas jus lagi untuk suaminya.
" Jusnya mas..." ujarnya
" Makasih ma.." jawab suaminya,lalu meminum jusnya, habis dalam sekali teguk.
" Sayang, tuh papa langsung habis jusnya" Rika bekata pada Calista, mencoba membujuk agar ia mau menghabiskan jusnya.Gadis kecil itupun mengambil gelas di depannya dan menghabiskan jusnya.Rika dan Tuan tertawa .
" Hebat..." kata mereka serentak.
Sehabis makan Calista diajak baby sitternya main di halaman belakang.Tuan menggandeng Rika masuk kamarnya yang ada di lantai 2.
" Kamu hebat sekali mengurus anakku , terimakasih sayang" ujar Tuan setelah mereka berdua di dalam kamar.Tangannya membelai lembut wajah istrinya.Lalu diciumnya bibirnya perlahan, bibirnya terus turun ke leher dan terus bergerak ke bawah. Tangannya membuka kancing baju Rika satu persatu, sambil terus menciumi bagian tubuhnya yang mulai terbuka.Rika pasrah ketika Tuan menggendong tubuh polosnya dan membaringkan ke tempat tidur.Ia melayani suaminya sepenuh hati.
" Aku mencintaimu istriku" Bisik Tuan sambil memeluknya erat, ia menindih tubuh Rika, menggerakkan tubuhnya semakin cepat, lalu ia mendesah puas dan mengakhiri permainannya.
Akhirnya mereka terbaring kelelahan , tapi bibirnya menyunggingkan senyum kebahagiaan.
" Sayang, bulan madu ke Bali yuk.Ada vila kita di sana" ujar Tuan sambil mengelus wajah Rika.Rika tersenyum dan mengangguk.
" Apakah Calista ikut?" tanya Tuan lagi.
" Ikut saja mas, biar kita tenang" jawab Rika.
" Baiklah, ajak Surti aja" Surti adalah baby sitter Calista.
Rika bangkit akan menuju ke kamar mandi, tapi Tuan kembali memeluknya dan mendorongnya dengan halus sehingga ia kembali terbaring.
" Tubuhmu seperti candu, aku ketagihan" Tuan kembali menciumi tubuh polosnya.
" Mas, udah siang aku mandi dulu ya.Nanti Calista nyariin" Rika mencoba bangkit lagi.Kali ini Tuan tidak menghalanginya.Rika bergegas ke kamar mandi.Benar saja tak lama setelah ia selesai mandi terdengar pintu kamar diketuk.
" Mama , Papa..." suara Calista terdengar dari balik pintu.Rika membuka pintu dan menggendong putrinya.
" Apa sayang ? "
__ADS_1
" Calista bosen.."
" Kasihan, yuk mama temenin"
Lalu Rika membawa putrinya ke luar dan bermain dengannya.
Tuan memandang Rika yang menggendong putrinya keluar kamar.Meskipun umurnya masih muda, tapi sikapnya sangat keibuan.Ia memberikan perhatian dan kasih sayang seperti seorang ibu kandung kepada Calista.
Tuan menyadari dengan harta berlimpah dan kekuasaan yang dimilikinya , ia bisa mendapatkan istri yang lebih segalanya dari Rika.Tapi hanya Rika yang bisa menyayangi dan merawat putrinya dengan tulus.
Tuan bangkit dan menuju kamar mandi, ia mau ke kantor hari ini.Sudah lama sekali ia tidak fokus mengurus perusahaan.
Sehabis mandi dan berpakaian Tuan turun dan menemui istrinya yang sedang menemani putrinya bermain.
" Sayang, aku ke kantor ya" Katanya pada Rika.Rika mengangguk dan menggendong Calista lalu mengantar suaminya ke halaman.Tuan mencium pipi putrinya dan kening istrinya , lalu naik mobil.
****
Siang harinya Rika ke kantor , membawakan makan siang untuk suaminya.Kali ini ia datang sebagai Nyonya Narendra, bukan lagi sebagai sekretaris.Semua karyawan yang bertemu dengannya menunduk hormat.
Ia masuk ke ruang sekretaris dan memeluk Susi .Ia kangen sekali kepada sahabatnya itu.
" Susi...!!!" serunya.
" Rika....? Eh... maaf Nyonya." Susi buru - buru meralat panggilannya kepada Rika.
" Mas..." sapanya
" Sayang..." Tuan menghampiri, memeluk dan menciumnya " Kebetulan kamu datang, aku kangen"
" Aku bawa makan siang, ayo makan dulu" Rika melepaskan diri dari pelukan suaminya.Tuan seperti tak mendengar perkataan Rika, ia menarik Rika ke atas ranjang yang ada di ruangan.Lalu terjadilah yang harus terjadi.
Rika merapikan bajunya dan membersihkan diri di kamar mandi.Suaminya masih berbaring di tempat tidur sambil tersenyum.Rika duduk di sofa dan mengambil makanan untuk suaminya
" Udah mas, ayo makan" ujar Rika.Kali ini suaminya tidak menolak.Mereka makan bersama dengan lahap.
" Lapar ya, habis tempur " seloroh Tuan
" Ih, mas.." Rika menjawab malu.
" Kamu cantik sekali sayang"
" Nah..mulai lagi.."
Tuan tertawa.Bahagia sekali.Rika pura-pura cemberut.Tuan mendekat dan memeluknya.
" Mau lagi...? "tanyanya menggoda Rika.
__ADS_1
" Ga mau..." Rika menjawab cepat.Tuan tertawa lagi.Senang sekali dia melihat Rika tersipu-sipu seperti itu, pipinya yang putih jadi kemerahan.
Diciumnya pipi Rika.
" Mas....." Rika tidak bisa meneruskan kata-katanya karena suaminya mencium bibirnya.
Ciumannya semakin liar, dari bibir terus turun ke bawah dan semakin turun.Rika mendesah, membuat Tuan semakin bersemangat.Lalu di sofa itu mereka kembali hanyut dalam kenikmatan.
Ketika mereka berdua keluar ruangan hari sudah sore.Susi sudah tidak ada di ruangan.Tuan memeluk istrinya berjalan menuju lift dan turun ke lobi.Pak Makmur sopir Tuan sudah siap di depan loby.
" Selamat sore Tuan dan Nyonya." Pak Makmur memberi hormat dan membuka pintu mobil.
" Sore pak.." Rika menjawab.
Mereka duduk di jok belakang.
" Sayang ..." Tuan kembali memeluk Rika.Rika menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
Tanpa disadari ia tertidur. Tuan tersenyum,capai kamu ya, katanya dalam hati.Diusapnya rambut istrinya, dikecupnya lembut ujung kepalanya.
Mobil memasuki halaman rumah, Calista menyambut mereka di depan pintu.
" Mama sama papa lama amat..." gadis kecil itu protes.
Rika menggendong putrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Mereka langsung naik menuju ke kamarnya.Rika mendudukkan Calista di sofa, dan ia langsung mandi berendam dengan air hangat.
Keluar kamar mandi ia merasa sangat segar,
dilihatnya Calista masih duduk di sofa sambil menonton TV.Rika mengajaknya ke luar dan bermain di ruang tengah, menunggu waktu makan malam.Setelah mandi Tuanpun ikut menyusul ke bawah.
" Mulai besok aku suruh pak Ratno di rumah, stand by buat nyopirin kamu Sayang" Ujar Tuan pada saat makan malam.
" Ga usah mas aku kan jarang ke luar" jawab Rika.
" Sudah jangan membantah, aku tidak mau kamu bosen di rumah"?
Rika menunduk dan tidak berkata apa-apa lagi.
" Kamu bisa pergi ke Mall sama Calista kapan saja" lanjut Tuan.Mendengar kata Mall Calista langsung menimpali.
" Asyik ke Mall, Calista mau ke Mall"
" Iya besok ya sayang" jawab Rika sambil membelai rambut putrinya.
.
__ADS_1