
Pintu ruang sekretaris dibuka dengan kasar
Non Cristy menerobos masuk.
" Rika, aku mau ngomong sama kamu..." Ia berkata setengah berteriak,.Rika terkejut.Non Cristy, ada apa dia ? Ga ada angin ga ada hujan teriak teriak.
" Kamu itu jangan sok baik ya sama Calista, apa kamu mau cari muka? " Karena Rika diam saja, perempuan itu meneruskan kata-katanya.
" Tahu diri dong, kamu itu siapa, hah? "
Rika masih terdiam, ia sama sekali tidak menjawab perkataan Non Cristy, dan memang tidak mau menjawab, karena bingung apa maksudnya tiba-tiba datang dan marah-marah.
Rika tidak menyangka Non Cristy yang tampaknya baik , bisa berkata kasar seperti itu.
Tiba-tiba pintu kembali dibuka, Tuan masuk ,dia segera menarik Non Cristy dengan kasar dan membawanya masuk ke ruangannya.
Terdengar mereka berdebat dengan keras di dalam, suaranya terdengar dengan jelas sampai ruang sekretaris.
" Cristy, apa yang kamu lakukan? "
" Aku sudah bosan mas, capai.Anakmu cengeng dan manja"
" Cukup...., keluar kamu sekarang "
" Mas....."
Lalu pintu ruang Tuan dibuka, Non Cristy keluar sambil menangis.Ia langsung berjalan ke arah lift dan turun.
Rika terduduk lesu di kursinya.
" Sabar ya Rika..." Susi mencoba menghibur.
Telepon di meja berdering, Tuan memanggilnya.Rika masuk ke ruang Tuan, dilihatnya Tuan duduk di mejanya, wajahnya merah padam.
" Saya minta maaf Rika...." Tuan berkata dengan terbata-bata kelihatan sekali kalau dia sedang berusaha menenangkan dirinya." Saya tidak bermaksud melibatkan kamu dalam masalah saya dengan Cristy.."
__ADS_1
" Tidak apa-apa Tuan, saya paham" jawab Rika
Tuan menggeleng.
" Cristy sudah keterlaluan"
Lalu tuan mulai bercerita,
****
Saya tidak pernah mencintai Cristy.Karena cinta saya sudah terkubur bersama Andini, istri saya.
Cristy bukanlah calon istri yang baik.Saya tahu di belakang saya dia masih pacaran dengan mantan pacarnya.Ia hanya butuh uang dan harta saya.Saya berharap lambat laun Cristy akan berubah.Buat saya yang penting ia bisa menjaga dan menjadi seorang mama buat Calista.Hal ini sebenarnya tidak sulit karena ia adalah famili mendiang istri saya, ia bukan orang asing buat Calista.
Tapi kenyataannya tidak demikian, Cristy datang ke rumah sebentar sekedar menengok Calista lalu pergi lagi.Ia hanya berpesan pada baby sitter agar menjaga keponakannya itu dengan baik.Dengan cara seperti itu tentu saja Calista tidak pernah mau dekat dengan dirinya.Bahkan belakangan Calista sudah berani membandingkan Cristy dengan Rika.Gadis kecil itu masih polos, ia tidak tahu apa akibat dari perbuatannya itu.Cristy semakin tidak menyukai Calista demikian juga sebaliknya.Lama- lama kemarahan Cristy meledak.Ia menampar Calista pada saat gadis kecil itu tidak mau makan.Calista menangis histeris.Saya marah besar pada Cristy.Buat saya Calista adalah segalanya.Susah payah saya mengasuh seorang diri setelah Andini meninggal, enak saja anak saya ditampar oleh calon pengganti mamanya.Saya mendapatkan putri saya juga dengan susah payah.Setelah 5 tahun lebih menikah dan belum punya anak, Andini berinisiatif mencoba program bayi tabung di Singapura.Ternyata berhasil.Pada ulang tahun perkawinan yang ke 6, Calista lahir.Kami sangat menyayangi Calista.Sayang belum genap umur 4 tahun, Andini meninggalkan kami.
Hati saya sangat sedih , bagaimana saya akan merawat Calista ? Ia sangat dekat dengan mamanya.
Demi Calista saya melamar Cristy, seorang gadis yang masih famili Andini.Walaupun saya tidak pernah mencintainya.Saya sangat mengharap ia bisa menggantikan Andini sebagai mama Calista.....
****
" Maaf..sekali lagi Rika, saya tidak bermaksud melibatkan kamu.Kamu adalah karyawan yang paling saya andalkan.Kamu jangan terpengaruh omongan Cristy.." Tuan meraih tangan Rika dan menggenggamnya erat.Hati Rika bergetar, ia teringat bagaimana gugupnya waktu tak sengaja Tuan mencium pipinya menjelang acara pertunangan.
Rika tetap terdiam, ia bingung mau bersikap bagaimana.Semua terjadi begitu saja di luar kehendaknya.Saat menyelesaikan masalah yang rumit di kantor, ia selalu bisa menemukan solusi.Tetapi saat dirinya dilibatkan dalam masalah pribadi keluarga Tuan , ia mati langkah.Ia tidak menyangka bisa seperti ini.Ia menyayangi Calista dengan tulus, karena ia juga pernah merasakan ditinggal oleh Ayahnya waktu masih kecil.Tidak ada niat untuk sok baik apalagi cari muka, seperti yang dikatakan Non Cristy.Lalu apa yang dikatakan Tuan tambah membuatnya bingung untuk bersikap .Calista lebih menyukai dirinya dibandingkan Non Cristy, famili sekaligus calon mamanya.Wajar kalau Non Cristy jadi cemburu.
****
" Ga nyangka ya, Non Cristy bisa kasar begitu" ujar Susi saat mereka sudah di kost dan istirahat tiduran di kasur.Rika menunduk, ia masih sedih mengingat kejadian tadi siang.
" Sudahlah Sus, tolong jangan dibahas lagi"
" Ya deh, maaf..." Susi menyesal.
" Rika kamu ga kepikir mau beli rumah?" tanya Susi mencoba mengalihkan bahan obrolan.
__ADS_1
" Pingin sih, masalahnya yang terjangkau harganya jauh dari kantor"
" Gimana kalau apartemen? Kita cicilnya patungan"
" Iya ya, boleh juga "
Terdengar pintu diketuk dari luar.
" Mbak Rika, mbak Susi " Suara Ibu kost memanggil.Susi bergegas membuka pintu.Dilihatnya Ibu kost berdiri di depan pintu dan memegang nampan besar.
" Ini ada nasi kebuli, Ibu bikin sendiri loh.." Ibu berkata dan memberikan nampak yang dibawanya kepada Susi.
" Wah, terima kasih Bu, siapa yang ulang tahun ?"
Ibu kost tertawa.
" Ibu yang ulang tahun"
Rika dan Susi menyalami Ibu kost.
" Selamat ulang tahun ya Bu"
" Terimakasih, makanlah Ibu mau istirahat"
Rika dan Susi makan dengan lahap.Dulu Rika tidak suka nasi kebuli karena bau daging kambingnya yang menyengat.Tetapi karena sering dibagi oleh Ibu kost yang rajin memasak, lama-lama ia menyukainya.Bahkan jadi menu kesukaan.Kalau sudah lama Ibu kost tidak memasak, Rika membeli dari luar.Tapi nasi kebuli bikinan Ibu kost inilah menurut Rika yang paling enak.Rasanya pas dengan lidahnya.
" Aku suka nasi kebuli Ibu" ujar Rika , sambil menggigit sepotong daging kambing.Susi tidak menjawab, ia asyik makan.Rika mencolek tangannya, Susi tertawa.
" Orang lagi makan enak, diajak ngomong"
Ha..ha.. mereka tertawa bersama.Hilang sudah rasa sedih dan kesalnya.
" Gitu dong, ngapain mikirin Cristy , rugi...." ujar Susi menghibur sahabatnya.Rika tersenyum dan mengangguk.
" Kamu memang sahabat terbaik"
__ADS_1
" Kamu juga atasanku yang paling baik" Mereka tertawa lagi.Setelah kenyang makan, mereka terus mengobrol.Malam itu Susi tidur di kamar Rika.Ia ingin menemani sahabat sekaligus atasannya itu.Ia tahu Rika sangat terluka dengan ucapan Non Cristy.
.