
Pelan-pelan Cristy menyandarkan tubuhnya di kursi.Badannya masih terasa lemah, tapi jauh lebih baik daripada kemarin yang masih terbaring lesu di rumah sakit.Suara gemericik air dari air mancur mini di taman samping rumah membuatnya semakin tenang.Seseorang dengan badan tegap, perlahan menghampiri dan duduk di sampingnya.
Cristy menoleh dan tersenyum.
" Terimakasih banyak mas, sudah mendampingi aku" ucapnya lirih " Aku benar-benar bahagia bisa bersama mas...." Ia meraih tangan kekar itu dan menciumnya.
Tuan tersenyum dan mengusap punggung tangannya.
" Sebaiknya kamu istirahat...."
Cristy mengangguk, lalu pelan-pelan bangkit , Tuan membantu dan memapahnya berjalan.
Sampai di dalam kamar Tuan mendudukkannya di tempat tidur.
Sejenak dia memandang istrinya, lalu mencium keningnya dan membantunya berbaring.Ditariknya selimut untuk menutupi tubuh kurus dan lemah itu.Menyisakan sebentuk wajah tirus yang pucat dengan bibir pecah-pecah akibat banyaknya obat yang dikonsumsi.
Dia menghela nafas.Rasa iba membuatnya tidak canggung untuk mengusap-usap pipi tirus itu.
" Tidurlah.."
Perlahan Cristy menutup mata,merasa nyaman dengan usapan lembut di pipinya, Ia pun tertidur dengan sebentuk senyum bahagia.
Setelah yakin istrinya tertidur , Tuan menghampiri Pak Gunawan di ruang kerjanya untuk meminta ijin mau ke kantor.
" Pak, saya harus ke kantor, sudah beberapa hari ga ngantor" Pak Gunawan yang sedang sibuk dengan setumpuk berkas menghentikan pekerjaannya.Dia menoleh dan membuka kaca matanya.
" Gimana keadaannya..? "
" Sedang tidur..."
Lalu pak Gunawan bangkit dan mengantarkan Tuan sampai ke halaman.
__ADS_1
" Terimakasih banyak ya..." Tuan mengangguk dan memasuki mobil.Dibukanya kaca jendela.
" Pulang kantor nanti saya ke sini lagi".
Pak Gunawan mengangguk cepat dan melambaikan tangan.
****
Rika buru-buru memasukkan nasi dan lauk pauk , sayur dan buah-buahan ke dalam rantang susun.Lalu ia menentang rantang bersusun empat itu keluar, menuju halaman depan di mana pak Ratno sudah siap menunggu di samping mobil.
" Silakan Nyonya..." Seperti biasa ia membungkuk hormat dan mengambil rantang dari tangan Rika dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya membuka pintu untuk majikannya.
" Terimakasih pak..."
Rika duduk dengan cepat.Sesaat kemudian mobil bergerak meninggalkan halaman.
Rika mengambil kaca kecil dari pouch kosmetik dan merapikan dandanan.Telepon suaminya yang mendadak menyuruhnya untuk ke kantor membuatnya tak sempat berdandan.Untung saja kemarin sore ia habis perawatan di salon, sehingga dengan satu usapan bedak tipis dan lipstik , wajahnya terlihat segar dan cerah.
Ia tersenyum tipis memandangi pantulan wajahnya di cermin.
" Ah...Nyonya Besar..." Susi langsung berdiri dan menyeringai.Rika mencibir kesal lalu masuk ke ruangan suaminya.
" Mas..." Ia menghampiri dan mencium tangan suaminya yang sedang duduk termenung.
" Sayang...." seketika wajah suaminya berubah cerah melihat kehadirannya.
Rika menyimpan rantang makanan di meja.
" Bagaimana keadaan Kak Cristy mas ? "
Tuan menggeleng, wajahnya terlihat sedih.
__ADS_1
" Semakin buruk, aku ga tega meninggalkannya.
Sementara ini ga apa-apa ya, aku ga pulang dulu".
Rika mengangguk.
" Mas yang sabar ya, jaga kesehatan juga..."
" Makasih Sayang..."
Tuan meraih tangannya dan menariknya ke ranjang kecil di sudut.Ranjang penuh kisah.Saksi bisu pergulatan hasrat yang seakan tak pernah berujung.
" Kamu semakin cantik...." Tuan memeluk dan mel umat bibirnya yang merah dan penuh.Sekilas terbayang bibir pucat dan pecah-pecah milik Cristy, istri keduanya, lalu cepat-cepat ditepisnya bayangan itu.
Rika yang entah sejak kapan, menjadi sangat agresif menggigit lembut bibir suaminya dan mela hap nya tanpa ampun.Tuan terkekeh kesenangan, tangannya bergerak semakin liar ke area favoritnya, membuat Rika mengeluarkan suara-suara aneh yang ia sendiri tidak yakin kalau itu berasal dari mulutnya.
Lalu dengan gerakan tiba-tiba ia mendorong dada suaminya sehingga tubuh besar itu jatuh telentang di tempat tidur.Tanpa ragu sedikitpun ia menggerakkan tangan dan bibirnya menyusuri setiap inchi dari tubuh kekar suaminya.Seakan ingin menegaskan bahwa dirinyalah pemilik tubuh itu sekarang.
Lagi dan lagi, ia seperti mabuk bergerak dan terus bergerak.Sampai pada titik tertentu mereka sama- sama berseru tertahan dan ia menjatuhkan tubuhnya di sisi suaminya yang terbaring kecapaian.
" I love you sayang...." Tuan memeluk tubuh polos istrinya dan mengecup pipinya lembut.Rika tersenyum, pipinya merona merah.
" Apakah mas suka..?" tanyanya malu-malu.
Suaminya tertawa.
" Suka banget, mau lagi dong..."
" Lapar..."
Suaminya tertawa lagi dan kembali ingin memeluknya, kali ini ia menghindar dan bangkit, lalu berjalan masuk kamar mandi sambil menenteng bajunya, diikuti dengan tawa bahagia suaminya.
__ADS_1
Selesai mandi ia mengambil rantang dari atas meja, menyiapkan makan siang yang sudah sangat terlambat untuk mereka berdua.
Suamiku, aku rela berbagi tubuhmu dengan orang lain, tapi aku berharap hatimu tetap untukku, aku akan melayani sepenuh hati.