Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab.54 Manisnya Jambu Kristal


__ADS_3

" Kita akan segera membuka tahap dua , pembebasan lahan dan pembangunan unitnya nanti kamu yang tangani bisa? "


Cristy menatap lekat Krisna yang duduk di hadapannya.Krisna mengangguk mantap.


" Terimakasih banyak bu, atas kepercayaannya, draft perjanjian kerjasamanya akan saya buat secepatnya"


Krisna keluar dari gedung perkantoran itu dengan gembira, sangat gembira palah.Bagaimana tidak, Cristy yang dipuja memberikan proyek baru, keuntungan mengalir ketemuan juga sering, pikirnya.Tapi cepat-cepat diusirnya perasaannya itu.Baginya Cristy terlalu tinggi di awang-awang, lagipula ada beberapa kolega yang bilang ia sudah menikah.Dia hanya ingin fokus pada pekerjaannya.Apalagi sebentar lagi Intan mau menikah, butuh biaya yang tidak sedikit.


Baru saja Krisna mau menstarter mobil, HP nya berdering.


" Halo ...?"


" Pak Krisna, saya Yana sekretaris Bu Cristy , Bapak dipanggil lagi sama Ibu, masih belum jauh dari kantor kan...? "


" Ya Mba..."


Krisna mematikan mobilnya dan bergegas keluar, ada apa dipanggil lagi, jangan -jangan proyek mau dicancel? dengan hati berdebar-debar dia memasuki gedung perkantoran dan langsung naik lift menuju ruangan Christy.


Tiba di ruangan dilihatnya Cristy sedang bersiap -siap tampaknya mau pergi.


" Maaf Bu , saya dipanggil lagi ? " ragu-ragu dia bertanya.


Cristy mengangguk.


" Saya mau ke lokasi proyek, sopir saya ga masuk, bareng kamu saja ya..."


" Baik Bu, baik...." Krisna menjawab dengan gugup.


****


Krisna memarkir mobilnya di halaman rumah, dari rumahnya mereka akan ke lokasi proyek dengan naik motor, karena jalanan cukup terjal dan masih dalam proses pengerjaan.


Cristy mengamati rumah mungil itu, sederhana tetapi asri dan tampak terawat.


Seorang wanita paruh baya menyambutnya dengan ramah.


" Silakan masuk Non, saya ibunya Krisna"


Cristy tersenyum dan mengulurkan tangan menyalaminya.

__ADS_1


"Saya Cristy Bu, saya duduk di sini saja, adem..."


Cristy duduk di teras menunggu Krisna yang sedang mengeluarkan motor.Teras itu terasa sejuk, dengan aneka tanaman hias yang ditata dengan rapi.Ada sebuah pohon jambu di sudut rumah.Buahnya besar-besar dan tampak ranum terbungkus plastik.


" Itu jambu apa Bu ? " tanyanya pada Ibu yang muncul lagi di teras sambil membawa minuman.


" Silakan diminum Non.Oh, itu jambu kristal"


" Terimakasih Bu" Cristy minum beberapa teguk, lalu ia kembali memandangi jambu.


"Besar -besar ya, saya pernah lihat di supermarket ga sebesar itu"


" Non mau ? Biar dipetikin sama Krisna"


Krisna yang bisa mendengar percakapan mereka langsung memetik beberapa buah.Cristy kagum, jambu itu benar-benar besar, satu buah hampir sekilo beratnya.


" Wah terima kasih ....."


Ibu tergopoh-gopoh masuk ke rumah untuk mengambil kantong plastik lalu memasukkan jambu ke dalamnya.


Cristy tersenyum lebar menerima kantong itu dari tangan Ibu.


" Terimakasih banyak ya Bu, saya bawa pulang ini"


Lalu mereka pamit menuju lokasi proyek dengan berboncengan motor.


Cristy tanpa canggung memeluk pinggang Krisna, ia tampak menikmati perjalanan dengan motor itu.


" Segar rasanya naik motor di pegunungan kayak gini..."


" Iya Bu, itulah makanya unit rumah yang sedang dibangun itu cepat laku, orang menyukai suasananya"


" Betul, makanya kita harus ngebut untuk ngejar tahap keduanya, mumpung promosinya masih hangat, jadi ga harus melakukan promosi ulang"


Mereka melalui jalanan yang menanjak, Cristy bisa melihat pemandangan yang luar biasa bagus di bawahnya.Dulu waktu kedatangannya ke sini, ia tidak sempat memperhatikan, karena ketakutan naik motor untuk pertama kalinya.Cristy ingin berhenti dan menikmati keindahan pemandangan lebih lama.


" Berhenti sebentar di sini.." Ia menepuk pundak Krisna agar menghentikan motornya.Krisna menepikan motor.Cristy turun dan berjalan hati-hati menyusuri jalan tanah, mencari posisi yang paling baik untuk menikmati pemandangan.


Ia menarik napas dalam-dalam, memenuhi rongga dadanya dengan udara yang bersih dan sejuk.Terdengar gemericik air dari sungai yang mengalir di bawah sana, menambah suasana semakin tenang dan damai.Ia berjalan mendekati pinggir tebing, agar bisa melihat aliran sungai lebih jelas, tapi sayang, tanah yang dipijaknya ternyata kurang stabil.Kakinya terpeleset dan ....

__ADS_1


" Awassss....."


Secepat kilat Krisna menyambar tubuhnya yang meluncur nyaris terguling ke tebingan, tangan kekarnya memeluk tubuh Cristy dengan erat.Cristy seperti tersihir, tidak mampu bergerak dan berkata-kata.Kedua tangannya melingkar erat di tubuh penolongnya.Untuk beberapa saat keduanya sama-sama terdiam, hanya pandangan mata mereka yang bertemu dalam jarak hanya beberapa sentimeter.


" Maaf..Bu..." Perlahan Krisna melepaskan pelukannya, wajahnya memerah dan suaranya bergetar.


" Ayo kita jalan lagi..." Tidak kalah gugup Cristy bangkit, mengibaskan tangannya untuk membersihkan daun-daunan yang menempel di baju.


Mereka melanjutkan perjalanan tanpa berkata apa-apa lagi.Suasana jadi kikuk.Untung sisa perjalanan tinggal sebentar, begitu sampai lokasi mereka langsung fokus bekerja didampingi para mandor dan pekerja lapangan.


****


" Apa ini ? renyah banget rasanya, manis lagi.." Pak Gunawan mengunyah sepotong jambu yang tersedia di meja makan.


" Jambu kristal Pa, dari rumahnya Krisna.."


" Kamu dari rumah Krisna..? " Pak Gunawan tampak terkejut.Cristy mengangguk dan tersenyum, tangannya meraih sepotong jambu lalu memakannya.


" Pak Yadi ga masuk, tadi Krisna ke kantor, sekalian aja aku ikut ke proyek, mampir dulu ke rumahnya"


" Gimana proyeknya ?"


" Lancar.."


" Hati-hati ya, jangan sampai kamu kecapekan.Ga usah terlalu sering cek lokasi"


Cristy hanya mengangguk , ia kembali mengambil jambu, semakin lama rasanya semakin manis jambu ini, pikirnya sambil tersenyum.Ah....si gondrong keriting itu memang manis.Loh, jambunya yang manis atau yang punya jambu?


" Sudah beberapa hari ini suamimu ga datang.."


Suara papanya membuyarkan lamunannya.


" Lagi ke Palembang Pa, karyawannya ada yang menikah.Rencananya seminggu, ternyata diperpanjang, sekalian liburan katanya"


Pak Gunawan memandangnya lekat-lekat.


" Sayang..." kata pak Gunawan pelan " Tolong kamu pikirkan lagi hubunganmu dengan suamimu"


Cristy terdiam.Ia mencintai Tuan , suaminya.Tapi ia juga menyadari, betapa sulitnya mendapatkan cinta dari suaminya itu.Cinta Tuan Narendra sangat besar kepada istrinya, tidak menyisakan sedikitpun untuknya.Sekian lama ia sudah berusaha, tapi rasanya sia-sia saja.Kadangkala hatinya terasa sakit, seperti beberapa hari belakangan ini,pedih rasanya membayangkan suaminya sedang liburan bersama dengan istri pertamanya.Sementara di sini ia menunggu sendirian.Sampai kapan ia bisa bertahan dengan kondisi seperti ini.Apakah umurnya akan terbuang sia-sia dalam penantian cinta yang bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Kehadiran suaminya di sisinya dengan membawa cinta dan kehangatan yang selalu dinantikan setiap detiknya tak kunjung ia dapatkan.Suaminya hanya hadir karena rasa belas kasihan, ia tahu itu.Tapi selama ini Cristy pura-pura menutup mata, ia sudah sangat bahagia ketika menyambut kedatangan suaminya di rumahnya.Cintanya yang begitu besar, terkadang menipunya dan memanipulasi perasaannya.Sehingga ia tidak mampu ke luar dari kungkungan rasa yang bahkan menyiksanya.Mampukah cintanya memberinya kekuatan untuk terus bertahan?


.


__ADS_2