
Rika menghempaskan tubuhnya di sofa.Hari ini terasa sangat melelahkan.Aida, pengganti Susi yang baru beberapa hari bekerja masih harus banyak dibimbing, belum kerjaan yang menumpuk sejak ia cuti seminggu lebih untuk menghadiri acara pernikahan Susi.
Telepon di meja berdering, ia hendak bangun untuk mengangkat, mendadak kepalanya pusing.Sekelilingnya terasa berputar , sebelum akhirnya semuanya menjadi gelap.
" Ibu..." Aida yang sedang duduk di meja kerjanya berteriak kaget melihat Rika jatuh tersungkur.Tuan sedang meeting di luar dengan client, tidak ada orang lain di ruangan itu.Sempat gugup dan bingung, Aida mengambil minyak kayu putih dan dioleskan di leher dan bawah hidung atasannya itu, lalu dengan susah payah mengangkat dan membaringkannya di sofa.
Beberapa saat kemudian Rika membuka matanya.Kepalanya masih terasa pusing.
" Ibu... syukur sudah sadar.., ini minum teh hangat "
Rika minum beberapa teguk teh yang disodorkan Aida, terasa nyaman melewati kerongkongan yang kering.
" Saya panggilkan dokter ya Bu..? "
Rika menggeleng.
" Ga usah, telepon pak Ratno saja ,saya mau pulang"
" Baik Bu.."
Pelan-pelan Rika duduk , mengambil HP mau menelpon suaminya.Ternyata yang mau ditelepon sudah muncul di pintu.
" Rika...kenapa ?!!"
Tuan terkejut menghampiri istrinya yang terduduk lesu di sofa.
" Ga tahu mas, tiba-tiba pusing, tapi sekarang sudah enakan"
" Kita ke dokter ya.."
" Ga usah, aku mau pulang aja..."
" Tidak..kamu harus ke dokter"
__ADS_1
Rika terpaksa menurut, ia menyuruh Aida membereskan barang-barangnya dan memasukkan ke mobil.
" Kamu pucat sekali..." ujar Tuan saat mobil sudah melaju menuju rumah sakit.
" Cuma sedikit capai mas, tadi agak pusing tapi sekarang sudah ga apa-apa"
Tuan meraih tangan istrinya.Terasa dingin, digenggamnya erat-erat, dia sangat khawatir.Pengalaman ditinggal pergi untuk selamanya oleh mendiang istrinya karena sakit dan pengalaman merawat sakitnya Cristy membuatnya trauma, perasaannya selalu was-was, takut Rika juga mengidap penyakit yang berbahaya.
" Kenapa ini..? " tanya dokter ketika mereka masuk ke ruang periksa.
" Tadi pingsan di kantor Dok..." Tuan menjawab dengan suara bergetar, penuh kekhawatiran.
" Hmm...coba saya periksa...."
Cukup lama dokter memeriksa Rika sebelum akhirnya dia bertanya.
" Kapan terakhir datang bulan...? "
Rika mengingat - ingat, rasanya sudah agak lama , mungkin terakhir ...astaga... mungkinkah...?
" Ya...Nyonya hamil, selamat .."
Tuan terlonjak kegirangan, Rika hamil.Oh, betapa bahagianya, Calista dan Calandra akan punya adik.Rumahnya akan semakin semarak dengan pekik riang anak-anak.
****
Cristy menangis tersedu-sedu dalam pelukan tangan kekar itu.Lama ia menangis.Untunglah rumah itu sepi.Hanya mereka berdua di ruang tamu.
" Kami .....hanya .....nikah ....siri, tapi aku sangat mencintainya"
" Dia...dia menceraikan aku....dia..bilang...tidak mau menyakiti perasaan istrinya yang sedang hamil.."
Tangis Cristy semakin keras, wajahnya dibenamkan dalam dada Krisna yang kebingungan tidak tahu harus berbuat apa selain memeluknya lebih erat.Dadanya terasa nyeri melihat " dewi" nya menangis.Dia tidak sanggup melihat mata indah itu berurai air mata.
__ADS_1
Puas menangis, perasaan Cristy menjadi agak lega, ia melepaskan diri dari pelukan Krisna.Entah apa yang menyebabkan dirinya tiba-tiba saja menangis dalam pelukan laki-laki yang belum lama dikenalnya itu.
" Maaf... maafkan aku..Krisna..."
Ia menundukkan wajahnya, sedih dan malu.Krisna mengulurkan tangannya, menyentuh dagunya dan mengangkatnya dengan lembut dan hati-hati, sehingga mereka berdua berhadapan dalam jarak yang sangat dekat.Cristy tidak kuasa menolak ketika bi bir Krisna yang hangat menyentuh bi birnya , sekilas, ya, hanya sekilas.
Hawa panas menelusup memenuhi seluruh rongga dadanya, membuat jantungnya berdegup tidak beraturan, dan memaksanya untuk menggerakkan tangannya memeluk leher laki-laki di hadapannya, erat,lalu bi birnya tanpa dikomando secara lancang melu mat bi bir hangat itu.Krisna tersentak, hanya sesaat untuk kemudian dia melakukan apa yang seharusnya.
Lama mereka tenggelam dalam alunan hasrat yang sudah lama terpendam.
" Aku mencintaimu..dewiku..."
" Krisna..benarkah? " Cristy merenggangkan pelukannya, matanya menatap mata Krisna, berusaha mencari jawaban di dalamnya, adakah cinta yang sesungguhnya atau hanya nafsu sesaat.
" Aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu, tapi aku tidak berani karena buatku kamu terlalu tinggi di awang-awang"
Krisna balas menatap lalu kembali memeluknya.
" Aku...aku masih mencintai mantan suamiku, aku ....." Cristy tidak bisa meneruskan kata-katanya karena bi birnya kembali ditutup rapat dengan bi bir hangat Krisna.Tidak masalah buatku kamu masih mencintai mantan suamimu, tapi ijinkan aku untuk mencintaimu, dewiku.Ijinkan pelangi itu benar-benar muncul, menyejukkan kemarau yang gersang, batin Krisna .
Rasanya hari ini keajaiban itu begitu sempurna.Dia sedang sendirian tidur-tiduran di ruang tengan ketika tiba-tiba sebuah mobil memasuki halaman.Cristy turun dari belakang kemudi.Krisna heran, tidak biasanya ia nyetir sendiri.Tapi belum sempat rasa herannya yang pertama hilang, sudah disusul keheranan yang kedua ketika wanita yang dipujanya itu tiba-tiba menubruk dan memeluknya sambil menangis.Untung saja saat itu hanya dia sendirian di rumah, Intan sedang pergi dengan calon suaminya, Ibu sedang arisan di rumah pak RT.
Ah..mimpikah aku ? tapi ketika ia masih menjejak tanah untuk mengantar Cristy pulang, dan kepalanya yang terasa sakit pada saat terbentur pintu mobil karena dia terburu-buru membukanya, dia sadar ini bukan mimpi.
Dia duduk di belakang kemudi.
" Maaf merepotkan kamu..." Cristy berkata pelan.Krisna tersenyum.
" Ga apa-apa....dewiku,Cristy , boleh kupanggil begitu?"
Cristy menoleh dan tersenyum lalu mengangguk, pandangan mereka kembali beradu, lalu refleks Krisna kembali mendekatkan wajahnya, dici umnya pipi Cristy sekilas.
Krisna menstarter mobil dengan gerakan perlahan, seakan ingin berlama-lama menikmati kebersamaannya dengan dewi keajaibannya.Masihkah esok hari sang dewi akan tetap memberikan keajaiban atau justru sebaliknya, menghempaskan semua mimpi-mimpi dan harapannya yang secara tiba-tiba telah melambung menembus awan?
__ADS_1
.
.