
"Apa kau merasa ada yang mencurigakan dengan Jack?" tanya Becca. Namun Jonas hanya meresponnya dengan santai, dia melirik keheranan ke arah kakaknya.
"Kenapa? mungkin saja dia juga kebetulan berlibur kan?" Jonas berpendapat.
"Entahlah, aku merasa aneh saja." Becca menggidikkan bahu.
"Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Lebih baik pikirkan saja urusan kita bersama Ayah sekarang!" balas Jonas sembari membawa barang bawaan masuk ke dalam villa.
Becca hanya menghela nafas panjang, kemudian ikut menyusul Jonas masuk ke villa. Sekarang dia bisa melihat David sibuk mengeluarkan bahan-bahan makanan untuk makan malam.
"Huhh! David, kita lebih baik istirahat dahulu. Toh ini masih jam dua siang, makan malam masih sangat lama," ucap Becca.
"Aku tahu, tapi semua bahan makanan ini kan harus dimasukkan ke dalam pendingin," sahut David. "Ngomong-ngomong Jonas mana?" tanya-nya.
"Mungkin sudah lebih dahulu istirahat." Becca menjawab sambil berjalan menuju anak tangga. Namun sebelum itu, dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ayahnya.
"David, menurutmu apa ada yang aneh dengan tetangga baru kita?" tanya Becca memasang raut wajah serius.
"Maksudmu Jack?" tebak David, yang langsung mendapat anggukan kepala dari Becca.
"Dia biasa saja, tidak ada yang aneh. Kenapa kau berpikiran seperti itu?" ungkap David terheran.
"Aku tadi melihatnya datang ke resor mewah yang ada di sebelah villa kita." Becca memberitahu.
"Aah... benarkah? bukankah itu bagus!" David malah terlihat bersemangat. "Kita bisa mengajaknya untuk barbeque malam ini!" tambahnya.
Becca yang mendengar lantas terperangah. Karena hingga sekarang, dia tidak menemukan siapapun yang sependapat dengannya. Apakah hanya dia yang menyadari kejanggalan dari seorang Jack?
__ADS_1
"What?! jelas-jelas dia sekarang ada di sini, David. Jujur, aku kemarin melihatnya bersama dua orang pria asing, dan salah satunya memegang pistol ditangannya. Aku harap kau benar-benar tidak mengajaknya untuk ikut makan malam!" tutur Becca dengan dahi yang berkerut.
"Dua pria asing?... Becca, aku harap kau jangan terlalu buru-buru menyimpulkan. Dia hanya--" perkataan David terjeda, ketika mendengar suara langkah kaki Becca yang semakin menjauh. Sekarang ia hanya bisa mendengus kasar.
Becca merebahkan dirinya ke kasur. Pinggulnya terasa sangat nyaman kala sudah disejajarkan dengan anggota tubuh lainnya. Selanjutnya ia pun berusaha merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel. Becca berniat menghubungi Ben, sebab hanya dia satu-satunya orang yang sependapat dengannya mengenai keanehan tingkah Jack.
Namun Becca baru teringat kalau gawai-nya telah mati sejak awal keberangkatan. Tanpa ba bi bu, dia pun bergegas menyambungkan ponselnya dengan listrik agar isi daya dapat terisi penuh.
Setelah puas beristirahat selama satu jam lebih, Becca pun bangkit dari kasur dan keluar dari villa. Dia keluar dari pintu belakang. Kebetulan di sana ia menyaksikan David dan Jonas sedang bersantai. Kedua lelaki itu terlihat bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek. Mereka merebahkan diri di kursi pantai. Menghadap ke arah laut yang tampak masih memperlihatkan gelombang normal.
"Seperti biasa, kalian selalu meninggalkanku," ujar Becca seraya memposisikan diri duduk ke kursi yang ada di samping Jonas. Dia sendiri masih mengenakan kaos garis-garis putih merah muda, namun kali ini Becca hanya mengenakan celana pendek di atas lutut.
"Kau tadi tertidur sangat pulas, aku dan David tidak tega membangunkanmu. Atau lebih tepatnya takut membangunkanmu!" ungkap Jonas tanpa melihat ke arah lawan bicara. Dia menyenderkan kepala ke sandaran kursi dan menghadapkan penglihatannya ke arah langit nan cerah.
"Cih!" Becca merespon dengan ringisan wajah.
"Kalian tidak mau jalan-jalan ke pinggir pantai?" tanya Becca.
"Kau saja gih!" balas Jonas tak acuh.
"Kalian sangat membosankan. Lebih baik aku jalan-jalan sendiri!" kata Becca sembari bangkit dari tempat duduknya. Dia benar-benar berderap menuju laut yang ada di hadapannya. Langkah kakinya terus digerakkan melewati pasir nan lembut.
Rambut panjang Becca beterbangan kesana-kemari karena diterpa oleh angin laut. Gadis itu sedikit tersenyum karena menikmati sentuhan alam yang berhasil mendamaikan pikirannya untuk sesaat. Dia terus berjalan, hingga terlupa kalau dirinya tengah berada di dekat resor mewah yang di tempati Jack.
Becca menghentikan pergerakan kakinya, ketika ia merasa menemukan posisi yang tepat. Terlihat dari kejauhan seorang pria yang tidak asing untuk Becca. Pria tersebut baru keluar dari dalam laut, dia tampak bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana boxernya. Setelah makin mendekat, Becca barulah yakin bahwa pria itu adalah Jack.
Becca mengerjapkan mata dua kali. Dia tertegun untuk sejenak. Karena badan bugar yang dimiliki oleh Jack sedikit membuat Becca lupa diri. Bahkan semua kecurigaannya seketika terbuang jauh begitu saja.
__ADS_1
'Tidak Becca! sadarlah!' Becca mencoba menyadarkan dirinya. Dia segera mengalihkan pandangan dan bergegas beranjak pergi. Namun sepertinya Jack sudah menyadari kehadirannya.
"Becca? apa itu kau?" sapa Jack, yang membuat Becca reflek menghentikan langkahnya. Dia akhirnya terpaksa membalikkan badan dan tersenyum dengan canggung.
Jack melebarkan mata, kemudian berjalan mendekati Becca. "Kau sedang berlibur?" tanya-nya lagi.
"I-iya, kau juga berlibur atau ada urusan lain?" Becca berbalik tanya dengan enggan.
"Tentu saja liburan, tempat ini adalah satu-satunya lokasi yang dapat menenangkan pikiranku. Keindahan alamnya luar biasa, terus tidak dipenuhi oleh banyak orang," Jack berterus terang.
"Aah begitu. Ya sudah, aku harus kembali ke villa!" ungkap Becca yang bergegas menggerakkan kakinya lagi.
"Tunggu!" Jack lekas-lekas mengikuti Becca. Sekarang posisinya tepat berada di sebelah gadis tersebut. "Kau sendirian?" tanya-nya dengan tatapan menyelidik. Dia berhasil menyebabkan kecurigaan Becca kembali muncul.
"Tidak, aku bersama David dan Jonas!" jawab Becca. "Memangnya kenapa?" dia memanfaatkan kesempatannya untuk memastikan.
"Bukan apa-apa, hanya bertanya!" ekspresi Jack terlihat masam. Apalagi setelah mendengar Becca tidak sedang sendirian.
'Fix! ada yang aneh dengan Jack. Jangan bilang semuanya berhubungan denganku?' pikiran Becca mulai menduga-duga lagi. 'Ah! tidak, tidak! mana mungkin. Becca, jangan berpikiran aneh!' lanjutnya sambil menggelengkan kepala.
"Ngomong-ngomong, David dan Jonas dimana?" tanya Jack lagi.
"Mereka ada di villa, sedang berjemur." Becca menunjukkan jari telunjuknya ke arah villa.
"Oh, sampaikan salamku untuk mereka. Aku harus pergi!" ujar Jack. "Oh iya, kau harus mencoba menyelam Nona Green, ikan dan terumbu karangnya sangat indah!" tambahnya dengan suara yang lumayan lantang. Kemudian segera beranjak pergi.
"Ya, mungkin lain kali..." sahut Becca malas. Dia pun bergegas kembali ke villa. Ketika sudah sampai, ia hanya melihat Jonas yang masih setia menyandarkan badan di kursi pantai.
__ADS_1
"Hai loser! kau benar-benar terlihat seperti pecundang ketika berjalan sendirian tadi!" sindir Jonas. Namun Becca sama sekali tak hirau, dia menganggap ucapan Jonas bagai angin lalu. Gadis tersebut segera masuk ke dalam villa.