Me And The Mysterious Man

Me And The Mysterious Man
Bab 22 - Kenangan Dalam Sebuah Foto


__ADS_3

Becca telah berada di kamarnya. Ia juga sudah berganti pakaian. Gadis itu tengah merebahkan diri ke kasur dengan perasaan kalut. Kepalanya hanya memikirkan Richy yang sudah sepenuhnya tidak peduli lagi kepadanya.


Kemesraan Richy dan Donna terbayang-bayang dalam kepala Becca. Sungguh hatinya terasa sakit, bagaikan dihujam oleh sebuah pisau. Tak berdarah namun begitu pilu. Becca bahkan tak mampu lagi mengeluarkan air mata, akibat merasakan betapa sesak hatinya sekarang.


Becca kembali mengingat hari dimana hubungannya dan Richy berakhir. Tepat di malam prom kelulusan, Richy memutuskan hubungan tanpa alasan yang jelas. Padahal kala itu, Becca juga sedang dirundung rasa sedih atas kematian ibunya. Becca tentu marah dengan keputusan Richy, karena menurutnya lelaki itu sama sekali tidak peduli dengan duka yang dirasakannya. Keduanya sempat bertengkar hebat. Setelah kejadian tersebut Richy benar-benar memilih untuk pergi dari kehidupan Becca.


'Kenapa aku masih belum bisa melupakan Richy...' batin Becca sembari menatap kosong ke langit pelafon. Dia sekarang mengambil ponselnya yang sedari tadi bertautan dengan listrik. Daya energi ponsel-nya memang belum penuh, akan tetapi Becca bersikukuh untuk memakainya. Becca hendak membuka galeri foto yang ada di gawai-nya. Sebab dia ingin melihat satu-satunya foto kenangannya bersama Richy.


Becca terpaku menatap foto di dalam ponselnya. Pikirannya membawanya menjelajah untuk kembali ke masa lalu. Masa dimana ia benar-benar bahagia dan dapat menikmati kehidupannya. Masa ketika ibunya dan Richy selalu ada di sampingnya.


Ilustrasi Foto Becca dan Richy saat SMA :



Becca sangat ingat, dia dan Richy sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan. Foto itu sendiri didapatkan Becca dari Tara. Sahabatnya tersebut berhasil mengambil momen romantis dimana Becca dan Richy saling bertukar pandang.


Jari telunjuk Becca mulai mengarah ke titik tiga paling kanan atas layar ponselnya. Dia hendak menekan kata 'hapus'. Tangannya bergetar dan ragu. Sebab Becca belum bisa melupakan Richy sepenuhnya, di sisi lain dia juga tidak ingin lagi terjebak dalam masa lalunya. Hingga pada akhirnya tangannya pun menggeser layar ponselnya. Tampillah sebuah foto yang langsung membuat Becca tersenyum. Yaitu sebuah foto dimana Becca sedang merayakan kelulusannya bersama Tara.


Ilustrasi Foto Becca dan Tara di hari kelulusan SMA :


__ADS_1


Terlihat jelas dari raut wajah Becca, bahwa dia masih dirundung rasa sedih. Berbeda dengan Tara, yang selalu tampak ceria dan berhasil memberikan aura positif untuk seorang Becca.


"Aku harap Tara tidak pernah pergi..." gumam Becca masih dengan senyuman yang belum memudar. Becca kembali menggeser layar ponselnya. Foto selanjutnya berhasil membuat Becca tergelak untuk sesaat. Ternyata itu adalah foto candid Ben. Lagi-lagi Becca mendapatkan foto tersebut dari Tara.


Ilustrasi foto candid Ben :



Tara mengatakan kalau saat itu dia berhasil memergoki Ben menatap seorang gadis dari jauh. Hingga sekarang Becca sama sekali tidak tahu siapa gadis yang telah membuat wajah Ben tampak seperti itu. Kata Tara, dia memandangi gadis yang sedang makan siang bersama pacarnya. Namun sayangnya, Tara memberitahu Becca, kalau dirinya sudah lupa dengan gadis tersebut.


Satu hal yang tidak diketahui Becca. Dalam foto tersebut Ben sedang menatapnya. Kala itu Becca kebetulan tengah makan siang bersama Richy. Tara memang sengaja memberitahu Becca untuk memberikan sedikit petunjuk. Namun sampai sekarang Becca tidak pernah menyadarinya.


"Dasar Ben! kau selalu kaku dan lucu. Aku harap kau bisa bertemu lagi dengan gadis itu, dan langsung menyatakan perasaanmu!" Becca berbicara kepada ponselnya sendiri. Dia menunjuk Ben dengan jari telunjuknya. "Pokoknya kau harus bahagia!" tambahnya.


Becca melangkahkan kaki keluar dari kamar dan berjalan ke arah balkon. Di sana terlihat David sedang duduk sendirian. Lelaki paruh baya tersebut tengah berbicara dengan sebuah figura foto yang ada di depannya. Becca yang penasaran, diam-diam mengamati dari belakang. Tepatnya di balik pintu kaca yang sedikit menutup. Dia dapat melihat foto ibunya terpajang di dalam figura yang ada di hadapan David.


Becca perlahan menundukkan kepala. Matanya mulai berembun. Apalagi telinganya dapat mendengar jelas suara tangisan David. Ayahnya tersebut terlihat merengek sambil menundukkan kepala.


"Maafkan aku Sarah, aku benar-benar seorang ayah yang buruk..." ujar David sembari sesekali mendenguskan hidungnya yang sudah ber-air.


Tak terasa cairan bening Becca ikut menetes dari matanya. Dia sebenarnya ingin menghampiri sang ayah. Akan tetapi, dia tahu betul David pasti akan malu jika dipergoki sedang dalam keadaan menangis.

__ADS_1


"I miss you... honey..." ucap David, yang tersendat-sendat akibat tangisannya sendiri. Dia menyentuh foto mendiang istrinya dengan lembut. Kemudian membawa figura foto itu ke dalam pelukannya.


Becca yang tak tahan lagi melihat, mulai memundurkan langkah kakinya. Hingga tanpa diduga dia menabrak seseorang di belakang, yang tidak lain adalah Jonas. Adik lelakinya tersebut terlihat mematung, dan menatap nanar ke arah David.


"Aku sering melihatnya begitu..." celetuk Jonas. Membuat Becca segera memusatkan atensi terhadapnya.


"David sangat menyayangi kita Becca, tetapi dia tidak pandai menunjukkannya. Aku awalnya juga sangat ketus kepadanya, dan itu terjadi saat kau kuliah di New York. Aku juga sempat beberapa kali bertengkar dengannya. Tetapi setelah sering memergokinya begini, aku sadar betapa tulus perasaannya. Dia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kita..." Jonas mengungkapkan dengan panjang lebar.


Becca yang mendengar bergegas melangkah masuk ke kamarnya. Tangisnya pecah seketika. Dia menyender di balik pintu, perlahan ia mendudukkan diri di lantai. Gadis tersebut memeluk kakinya dan mengeluarkan semua kesedihan dengan tangisannya.


Malam itu menjadi renungan untuk Becca. Dia sadar bahwa dirinya tidak seharusnya membenci David secara berlebihan.


...***...


Pagi telah tiba. Matahari menyapa dengan cerah dari balik jendela. Becca, David dan Jonas sedang berkemas untuk kembali pulang. Kali ini tidak ada pertengkaran yang terjadi di antara ketiganya. Bahkan keheningan yang lebih mendominasi.


David terlihat sudah lebih dahulu masuk ke dalam mobil. Di ikuti oleh Jonas yang datang setelahnya. Dan yang paling terakhir masuk ke mobil adalah Becca. Dia masuk dengan mimik wajah ceria. Rekahan senyumannya begitu lebar.


"David, hari ini kau tidak langsung bekerja kan?" tanya Becca seraya menatap David dengan ujung matanya.


"Tidak. Aku akan mulai bekerja besok, untung Elliot memahami perjalanan panjang kita!" jawab David dengan senyuman tipis. Dia sebenarnya baru saja mendapatkan kabar dari Elliot yang merupakan atasannya, bahwa ia boleh kembali bekerja besok.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita bisa pergi memancing bersama!" kata Becca, yang sontak membuat David maupun Jonas membulatkan mata tak percaya.


__ADS_2