Me And The Mysterious Man

Me And The Mysterious Man
Bab 18 - Mencari Jonas


__ADS_3

Untuk yang sekian kalinya Jack kembali mengabaikan Becca. Dia hanya fokus menatap ke depan sambil menyeimbangkan setirnya.


"Maafkan aku Jack... aku hanya berusaha menghilangkan kebosananku..." lirih Becca memecah keheningan yang terjadi selang beberapa saat. Dia sepertinya sudah sadar diri karena sudah bertindak berlebihan.


"Harusnya jika ingin melakukan sesuatu, lebih baik kau bertanya dahulu. Terutama sebelum menyentuh benda milik orang lain." Jack akhirnya bersuara.


"Maaf sekali lagi." Becca menjawab singkat.


"Oke, aku terima permintaan maafmu." Jack tersenyum puas kala mendengar permintaan maaf Becca. Pikirannya tiba-tiba teringat dengan kejadian di cafe. Terutama saat Becca mengakui dirinya sebagai pacar. Jack tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali. "Tetapi berjanjilah satu hal!" lanjutnya.


"Apa?" Becca menatap penuh tanya.


"Jangan menciumku lagi di depan umum!" tegas Jack, yang sontak menyebabkan wajah Becca memerah malu. Dia hampir saja melupakan insiden yang tidak pernah direncakan tersebut.


"Percayalah kepadaku, aku tidak memiliki maksud lain selain membuat Richy cemburu!" jelas Becca mencoba meyakinkan.


"Aku tahu." Jack mengukir senyuman tipis seraya perlahan melirik ke arah Becca. "Ngomong-ngomong bolehkah aku tahu alasanmu tidak pernah membuka tirai jendela kamarmu lagi?" tanya-nya, melanjutkan percakapan.


Becca langsung melebarkan mata. Dia agak kaget mendengar Jack ternyata sadar mengenai tirai jendela yang tak pernah dibukanya lagi hingga sekarang.


"Aku..." Becca berusaha mencari alasan yang tepat untuk dikatakan. Bola matanya meliar kemana-mana.


"Kau memangnya menganggap aku orang seperti apa?" Jack menuntut jawaban.


"Ti-tidak ada kok!... akhir-akhir ini aku hanya tidak begitu suka sinar matahari masuk ke dalam kamarku," Becca memberikan alasan yang asal-asalan. Dia pun merasa aneh dengan alasan yang diucapkannya. Tangannya reflek mengambil sebuah pemantik yang kebetulan ada di samping tempat duduknya. Mungkin Becca melakukannya akibat salah tingkah dengan penuturannya sendiri.


Jack perlahan menghentikan mobilnya dengan pelan tepat ke pinggir jalan.


"Kenapa kau berhenti? kita kan belum sampai di pusat," Becca mengernyitkan kening keheranan.


Tanpa diduga, Jack memegangi lengan Becca. Kemudian menariknya agar bisa membuat gadis itu menjadi lebih dekat.


Deg!

__ADS_1


Becca yang tak pernah menduga dengan perlakuan Jack, jantungnya langsung berdetak kencang. Dia sepenuhnya takut, Jack akan melakukan sesuatu hal buruk kepadanya. Matanya dalam keadaan membola, menatap wajah Jack yang semakin mendekat.


"Jangan coba-coba menyentuh barang-barangku, kalau kau tidak menurut turun saja dari mobilku!" ucap Jack pelan sembari merebut pemantik yang ada di tangan Becca. Perlakuannya membuat Becca terpaku dan membeku.


"Maaf..." Becca langsung menciut. "Sekarang aku tahu jati dirimu. Benar-benar berbeda dengan apa yang kau tunjukkan kepada semua orang di lingkungan Eden!" tambahnya seraya mengalihkan pandangannya dari Jack.


"Aku tidak akan begini jika kau bersikap lebih sopan. Aku benci dengan orang yang menyentuh barang-barang milikku tanpa permisi," sahut Jack.


"Saat sedang marah kau persis seperti David. Pantas saja kau cocok dengannya." Becca masih berbicara tanpa menatap ke arah Jack. Atensinya sibuk tertuju pada jejeran pohon yang dilewati oleh mobil.


"Aku bingung kenapa kau sangat membenci David, padahal dia seorang ayah yang baik."


"Kalau tidak tahu apa-apa, lebih baik kau tidak usah ikut campur." Becca memutar bola mata jengahnya.


"Apa kau sudah tahu lokasi konser yang didatangi Jonas?" tanya Jack, yang tanpa sengaja mengubah topik pembicaraan.


"Oh benar!" Becca menepuk jidatnya sendiri.


Setelah mendengar respon ambigu Becca, Jack pun segera mengutak-atik sistem navigasi atau lebih sering dikenal dengan nama GPS (Global Positioning System). Jack pun bersuara, "Temukan lokasi konser yang ada di pusat Grand Isle!"


"Oh my god, ada tiga konser yang akan dilaksanakan hari ini!" Becca memperhatikan layar yang ditunjukkan oleh GPS. Dia tahu Jack sedang sibuk menyetir, makanya ia berinisiatif memperhatikan sistem navigasi yang tertera.


"Apa kau tahu konser mana yang didatangi oleh Jonas?" Jack menatap Becca selintas.


"Tidak..." Becca menggeleng pelan, sebelah tangannya mengusap tengkuk tanpa alasan. Namun sebuah ide langsung muncul dikepalanya. Becca mengambil ponsel dan mencari tahu melalui internet. Dia berusaha mengetahui penyanyi mana saja yang akan melakukan konser di pusat Grand Isle. Mungkin dengan mengetahuinya Becca bisa menebak. Sebab ia tahu betul jenis musik kesukaan Jonas seperti apa.


Jack dan Becca sebenarnya sudah memasuki wilayah pusat Grand Isle. Tetapi karena masih belum mengetahui konser mana yang didatangi Jonas, mereka menghentikan mobil dahulu untuk sementara.


"Sekarang aku tahu dia pergi ke konser yang mana. Pergilah ke titik merah yang paling kanan itu!" Becca menunjuk lokasi yang tertera di sistem navigasi. Jack yang mengerti segera menjalankan mobilnya.


"Kau sebenarnya mau apa ke pusat Grand Isle?" tanya Becca penasaran.


"Bukan urusanmu," balas Jack dingin. Becca yang mendengar hanya mengerucutkan bibirnya. Pernyataan dan nada bicara Jack langsung membuat mulutnya bungkam.

__ADS_1


Tidak lama kemudian tibalah mereka ke lokasi konser yang dituju. Tampaklah sebuah taman bermain yang lumayan besar. Terdapat juga bianglala yang melintang tinggi seolah memeriahkan suasana.


Becca terperangah dan berkata, "Kau yakin ini tempatnya?"


"Jangan meragukan keahlianku dalam menentukan arah!" sahut Jack. Dia terlihat meringiskan wajah. Seakan merasa jijik dengan pemandangan yang tengah dilihatnya.


Jack dan Becca mempunyai masa lalu kelam masing-masing terhadap taman bermain. Bagi Becca tempat tersebut semakin menambah rasa dukanya terhadap sang ibu. Hal itu dikarenakan Saat Sarah masih hidup, Becca sering menghabiskan waktunya di sana.


Berbeda dengan Jack. Dia membenci taman bermain karena tempatnya terlalu bising untuknya. Bagi Jack, taman bermain hanyalah kenangan terburuk dalam hidupnya. Kenangan tersebut dia simpan rapat sendirian.


"Baiklah. Sepertinya aku harus masuk," ucap Becca. Dia sudah keluar dari mobil, namun masih dalam keadaan belum menutup pintu.


"Aku akan menunggu di sini!" ucap Jack.


"Apa?! kau kenapa tidak memban--"


Bruk!


Sebelum Becca menyelesaikan ucapannya, Jack sudah menutup lebih dahulu pintu mobil. Sekarang Becca hanya bisa menggeleng tak percaya lalu melangkahkan kaki untuk mencari Jonas.


Jack memperhatikan Becca yang semakin berjalan menjauh. Sebenarnya dia juga harus turun dari mobil untuk melakukan pencarian.


Jack malah terpaku untuk sesaat. Ia enggan melangkah masuk ke dalam lingkungan taman bermain.


Tiba-tiba getaran ponsel berhasil menyadarkan keterpakuan Jack. Matanya membola saat mengetahui nama yang tertera di layar ponsel. Tanpa pikir panjang dia pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Jack, apa kau sedang berkencan? kenapa tampilan gadismu terlihat berantakan begitu? pffft!" suara seorang perempuan menyahut dari seberang telepon. Dia jelas mengejek Jack.


"Kau dimana hah?! berhentilah merepotkanku!" geram Jack seraya mengedarkan pandangannya ke segala arah, kemudian turun dari mobil.


"Di tempatmu sekarang mungkin."


"Kau, jangan--" Tut... tut... tut...

__ADS_1


Ucapan Jack terpotong karena mendengar panggilan sudah dimatikan. Dia mencoba menghubungi kembali, nihil dirinya hanya menemukan pemberitahuan tidak aktif.


__ADS_2