
Tiga hari berlalu. Kabar hilangnya kepala kepolisian mulai merambah dunia berita. Semua orang di kota Louisiana sekarang tahu. Termasuk Ben, yang baru saja mengetahuinya dari rekan kerjanya.
Becca berusaha mencari David kemana-mana. Dia melakukannya mulai dari tempat yang sering dikunjungi David. Dari mulai restoran, toko dan tempat lainnya. Namun seberapa keras dirinya mencari, David tidak kunjung ketemu.
Hingga di suatu saat, dia terpikir untuk mencari di titik David terakhir kali terlihat. Yaitu di sekitaran jalanan menuju Eden Street. Di sana Becca mengunjungi sebuah mini market. Berusaha bertanya untuk memastikan.
"Apa kau melihat kepala sherif--"
"Ya, dia sempat singgah sebentar ke sini. Argghh... jujur saja, aku baru saja menceritakannya kepada lelaki tadi. Dan aku tidak percaya harus mengulanginya lagi." Kasir mini market seolah tahu apa yang akan ditanyakan Becca. Sepertinya dia sudah menerima banyak pertanyaan dari beberapa orang.
"Lelaki?" Becca melebarkan kelopak matanya.
"Iya..." jawab kasir itu sembari celingak-celingukan keluar. Dia sepertinya berniat memberitahukan Becca mengenai siapa lelaki yang tadi mengunjunginya. Hingga atensinya tertuju kepada lelaki yang sudah membuka pintu sebuah mobil cadillac. Kasir tersebut lantas menunjuk lelaki yang tidak lain adalah Jack.
Becca yang sudah beberapa hari tidak menyaksikan kehadiran Jack, segera berlari dan berusaha mengejar. Akan tetapi, lelaki itu terlihat sudah melajukan mobilnya kejalanan. Alhasil Becca terpaksa mengikuti dengan cara mengendarai mobilnya.
Mobil Jack melaju di depan, membuat Becca menginjak pedal gasnya lebih keras. Sehingga kendaraannya ikut melesat laju melewati jalanan beraspal.
Jack tidak sendiri di dalam mobil. Ada Mike yang duduk di sampingnya. Mereka awalnya tidak sadar ada mobil yang mengikuti di belakang. Tetapi lama-kelamaan, Mike mulai curiga. Dia juga merasa tidak asing dengan mobil yang ada di belakang.
"Jack, apa kau mengenali mobil itu?" tanya Mike sembari menoleh ke belakang.
"Apa?" respon Jack dengan dahi berkerut.
"Aku rasa ada yang mengikuti kita!" ujar Mike yang masih tidak mengalihkan pandangannya.
Jack yang mendengar sontak melirik kaca spion untuk memastikan perkataan Mike. Benar saja, ada sebuah mobil di belakang yang jelas sedang mengekorinya. Jack berusaha mengingat mobil yang dilihatnya, hingga nama Becca pun muncul dikepala.
__ADS_1
"Aku pikir itu Becca," imbuh Jack sambil memelankan mobilnya ke pinggir jalan. Dia berniat berhenti dan ingin bicara kepada Becca.
"Ahh... gadis itu lagi. Oh my god!" Mike memegangi jidatnya.
Becca ikut berhenti, ketika menyaksikan Jack memarkirkan mobil di pinggir jalan. Apalagi kala melihat Jack sudah keluar dari mobil. Becca bergegas menghampiri lelaki tersebut dengan mimik wajah serius.
"Apa yang kau lakukan?" timpal Jack yang sudah memposisikan diri di hadapan Becca. Kedua tangannya tampak dimasukkan ke dalam mantel. Meskipun badai salju telah reda, tetapi bukan berarti musim dingin sudah berakhir.
"Bukankah aku yang harus bertanya begitu?" sahut Becca seraya mengangkat dagunya sekali. "Kata kasir itu, kau menanyakan perihal David kepadanya. Apa kau sedang mencarinya?" sambungnya dengan tatapan menyelidik.
Jack menunduk sejenak. Kemudian menghela nafasnya dan berkata, "Becca, aku janji akan membawa David kembali. Aku rasa kami sudah mengetahui dimana dia!"
"Benarkah? dimana? bagaimana?" mata Becca terbelalak, seakan tak percaya. Menimpali Jack dengan pertanyaan bertubi-tubi.
"Tenanglah, aku dan Mike akan mengurusnya. Kau sebaiknya pulang saja!" Jack memberikan saran.
"Tetapi ini berbahaya, aku--"
"Pokoknya aku ikut Jack! David adalah ayahku dan aku berhak tahu!" potong Becca tetap dalam pendiriannya.
Melihat adanya perdebatan, Mike terpaksa keluar dari mobil. Kemudian ikut bergabung untuk bicara. "Ada apa?"
"Becca akan ikut kita!" ungkap Jack sambil melangkah memasuki mobil. Dia mengabaikan Mike yang baru saja berdiri di sebelahnya.
"Oke, ayo kita berangkat!" Becca ikut bergegas memasuki mobil.
Mike yang tertinggal hanya terperangah. Dia pun terpaksa kembali ke dalam mobil. Lelaki tersebut langsung mengomeli Jack. Kalau keterlibatan Becca sudah berlebihan baginya.
__ADS_1
"Jangan-jangan kau memberitahukan mengenai pekerjaan kita ini kepadanya?!" geram Mike dengan raut wajah masam.
"Tidak. Aku hanya mengatakan tentang masa laluku kepadanya. Kau tidak usah khawatir!" balas Jack yang menatap Mike secara sekilas.
Mike hanya mendengus kasar. Dia mencoba memahami tingkah Jack. Apalagi rekannya itu memang telah menaruh hati kepada Becca.
"Tetapi, jika Becca ikut, bukannya kau malah akan membuatnya dalam bahaya?" pungkas Mike yang tengah mencoba merubah pikiran Jack.
"Kita akan suruh dia menunggu di dalam mobil saja!" jawab Jack yang terkesan santai.
Kini Mike hanya membisu. Usahanya telah gagal. Namun setidaknya dia sudah mencoba, dan akhirnya membiarkan Jack berbuat sesuka hati.
...***...
Jack membawa Becca ke sebuah bangunan tua. Tempat yang terlihat terbengkalai dan sepi. Anehnya terdapat beberapa mobil yang terparkir di depan bangunan itu.
"Mike, kau harus tinggal di mobil bersama Becca. Jangan biarkan dia turun!" titah Jack, kemudian beranjak pergi begitu saja. Bahkan tanpa menunggu persetujuan dari Mike terlebih dahulu.
"What?! Jack, kenapa kau--" Mike tidak mampu melakukan aksi protesnya karena Jack sudah terlanjur keluar dan menghampiri Becca. Lelaki berbadan jangkung tersebut memberitahu Becca untuk menunggu. Dia berusaha meyakinkan Becca agar tidak ikut dengannya masuk ke dalam bangunan.
Becca lantas berderap masuk ke dalam mobil Jack. Mimik wajahnya tampak cemberut, akibat merasa sebal dengan Jack. Hal yang sama juga dirasakan oleh Mike. Lelaki berkulit hitam yang sedang duduk di depan mobil. Sedangkan Becca memilih duduk di kursi belakang.
"Lihat? Jack sangat menyebalkan bukan? sekarang dia menjadikanku bodyguardmu!" celetuk Mike dengan dahi yang berkerut, lalu mendengus kesal.
"Apa kau tahu tempat apa ini?" tanya Becca, tidak menghiraukan sama sekali keluhan Mike.
Akibat merasa diabaikan sedari tadi, Mike memilih diam. Nampaknya dirinya tengah melakukan pembalasan. Keheningan pun terjadi dalam waktu yang cukup lama.
__ADS_1