Me And The Mysterious Man

Me And The Mysterious Man
Bab 21 - Mencari Tumpangan


__ADS_3

Becca dan Jonas sama-sama terjatuh ke tanah, akibat saking intens-nya perkelahian mereka. Rambut keduanya bahkan terlihat sudah acak-acakan. Nafas mereka ngos-ngosan. Sepertinya kedua kakak beradik tersebut sudah kelelahan.


"Bisakah kau dan David membiarkan aku bebas untuk sejenak..." ucap Jonas sembari berusaha mengatur deru nafasnya.


"Bukan aku yang melarangmu, tetapi David. Seharusnya kau menurut saja, agar kita berdua tidak mendapat omelannya!" balas Becca dengan dahi yang berkerut.


Jonas hanya menghela nafas seraya mengalihkan pandangannya ke sekitar. Akhirnya dia menyadari, kalau gadis yang tadi bersamanya telah pergi. Jonas bergegas berdiri dengan gelagapan.


"Kau kenapa?" tanya Becca sambil ikut berdiri.


"Anna sepertinya telah pergi." Jonas tampak mencelingak-celingukan kepalanya kemana-mana.


"Anna? maksudmu gadis yang tadi bersamamu?" Becca ikut mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dia baru sadar kalau Jack juga sudah tidak ada.


"Jack?" Becca mencoba memanggil.


"Kau tadi bersama Jack?" tanya Jonas.


"Iya, memangnya kau tidak melihatnya? jelas-jelas dia bersamaku!" sahut Becca. Dia tiba-tiba menepuk jidatnya sendiri. "Oh tidak! jika Jack pergi, bagaimana kita kembali ke villa?" lanjutnya, kemudian bergegas pergi menuju mobil tempat Jack memarkir kendaraannya.


"Becca, tunggu!" Jonas mengekori Becca dari belakang.


Setibanya di tempat tujuan, Becca hanya bisa terperangah. Sebab mobil Jack sudah tidak ada di tempatnya. Lelaki itu telah pergi meninggalkannya.


"Sial!" umpat Becca seraya menghentakkan sebelah kakinya.


"Dia sudah pergi?" tanya Jonas yang berusaha memahami.


"Menurutmu?! jelas-jelas mobilnya sudah tidak ada!" geram Becca dengan nada penuh penekanan.


"Mungkin kita bisa menumpang ke mobil orang lain." Jonas memberi saran. Tetapi dia malah mendapat pelototan dari sang kakak.

__ADS_1


"Begitukah caramu sebelumnya pergi ke sini?" tanya Becca dengan tatapan menyelidik.


"Iya! aku melakukannya bersama Anna. Dialah yang memberikan ide itu kepadaku," terang Jonas polos.


Plak!


"Dasar bodoh! kau seharusnya jangan menumpang sembarangan ke mobil orang lain. Bagaimana jika pemilik mobilnya adalah pembunuh berantai? kau pasti sudah mati sekarang!" omel Becca setelah memberikan pukulan ke kepala Jonas.


"Kau sangat mirip dengan David!" balas Jonas. Dia tampak meringiskan wajah sambil memegangi area kepalanya. Namun Becca hanya merespon penuturannya dengan memutar bola mata jengah. Ia segera mengambil ponsel karena berniat menghubungi David. Tetapi perasaan Becca dirundung rasa gelisah seketika tatkala smarthpone-nya sudah mati. Dia berusaha menyalakannya lagi dan tidak menghasilkan apapun. Sepertinya ponsel-nya itu sudah kehabisan baterai.


"Jonas, bagaimana dengan ponselmu? sini pinjam!" Becca memaksa.


"Bukannya kau sudah tahu kalau aku sengaja meninggalkannya di villa..." Jonas menyahut dengan nada pelan.


"Ah benar!" Becca berdecak kesal sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Sepertinya satu-satunya jalan kita adalah menumpang!" kata Jonas sembari memperhatikan pakaian yang dikenakan Becca. Dia baru tersadar kalau kakaknya itu tengah memakai pakaian yang aneh. Dia akhirnya tak kuasa menahan tawa.


"Hentikan! kau tahu? aku begini karena dirimu!" geram Becca. Dia menoleh ke arah Jonas selintas. Hingga penglihatannya mendadak tertuju kepada Richy dan Donna. Dua orang tersebut tampak berjalan menuju mobil yang berada tidak jauh darinya. Alhasil Becca segera menarik tangan Jonas, dan membawanya untuk ikut bersembunyi. Kedua kakak beradik itu sekarang berlindung di balik mobil.


"Ada apa?" tanya Jonas.


"Ada Richy, diamlah!" jawab Becca sembari memposisikan jari telunjuknya ke bibir Jonas. Agar adik lelakinya tersebut menutup mulut.


"Memangnya kenapa?" kening Jonas mengernyit heran.


"Anak sepertimu tidak perlu tahu!" balas Becca dengan ketegasan di sorot matanya.


Richy tampak cemberut. Sedangkan di belakangnya ada Donna yang mengekori.


"Kita bisa menonton konser di lain hari saja, oke?" ujar Richy seraya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Thanks, i love..." suara Donna tak terdengar lagi setelah pintu mobil ditutup. Mereka pun segera berlalu pergi dengan mobil mereka.


"Pantas kau menghindarinya, ternyata Richy sudah punya kekasih baru." Jonas melirik Becca melalui ekor matanya. Namun kakaknya tersebut hanya termenung menatap mobil Richy yang semakin menjauh.


"Tenang saja Becca, Jack lebih tampan. Kau berpacaran dengannya saja. Aku akan mendukung!" ucap Jonas lagi.


Becca malah menyalangkan matanya dan berkata, "Itu tidak akan pernah terjadi!" kemudian berdiri dan berjalan menuju jalan keluar dari taman bermain.


Jonas hanya merespon dengan cara memajukan bibir bawahnya. Seakan tidak mempercayai apa yang diucapkan sang kakak. Dia pun melangkah mengikuti Becca. Keduanya sekarang berjalan dengan cara beriringan.


Ketika dalam perjalanan, dari jauh Becca dapat melihat mobil yang tidak asing semakin mendekat.


"Bukankah itu mobil David?" tanya Jonas yang sudah memposisikan dirinya berdiri di sebelah Becca.


"Iya, jelas itu mobilnya." Becca merasa yakin. Apalagi kala mobil itu berhenti tepat di hadapannya.


Keluarlah David dari mobilnya dengan wajah merengut. Terlihat jelas kemarahan diwajahnya. Sebenarnya dia kebetulan berada di dekat pusat Grand Isle. Untung Jack memberitahu sebelum David kembali ke villa. Jadi dia dapat menjemput Becca dan Jonas tepat waktu.


"Masuklah!" titah David tegas, menyuruh kedua anaknya masuk ke dalam mobil. Becca dan Jonas pun menurut. Mereka duduk dalam posisi yang sama seperti sebelumnya. Becca duduk di sebelah David, sedangkan Jonas di bagian belakang sendirian.


Hening terjadi selang beberapa saat. David tampak menghela nafasnya beberapa kali. Nampaknya ia berusaha menenangkan diri, agar tidak terlalu berlebihan meluapkan amarahnya. Atau sepenuhnya dia berniat menghilangkan semua pitamnya yang sempat memuncak.


"Jonas nekat pergi ke konser. Aku hanya berusaha menjemputnya." Becca tiba-tiba berterus terang.


"Becca!!!" pekik Jonas yang tidak terima dirinya disalahkan. Namun David hanya membisu, dia sama sekali tidak merespon ucapan kedua anaknya dengan sepatah kata pun. Alhasil Becca dan Jonas tidak punya pilihan selain ikut diam. Keheningan terjadi dalam sepanjang perjalanan. Bahkan hingga mereka tiba di villa.


David terlihat bergegas lebih dahulu memasuki villa. Dia meninggalkan alat pancing pembeliannya. Padahal lelaki paruh baya tersebut sangat berjuang untuk mencari alat pancing demi bisa mendapatkan waktu berharga bersama Becca dan Jonas. Akan tetapi pupuslah sudah harapannya, ketika waktu liburannya semakin habis. Serta rasa kesal dan marah telah menggerogoti dirinya.


"Dia sepertinya sangat marah." Jonas berpendapat. Ia bisa merasakannya kala menyaksikan raut wajah David.


"Ini semua gara-gara kau!" timpal Becca, lalu segera turun dari mobil.

__ADS_1


Becca menghentikan langkahnya untuk menengok ke arah resor mewah yang sempat di diami Jack. Berharap dapat melihat keberadaan lelaki bermata kecokelatan tersebut. Dia sangat ingin memarahi Jack. Tetapi resor mewah yang dilihatnya terlihat begitu sepi, bahkan tidak ada mobil di halaman depannya. Pertanda Jack benar-benar telah pergi.


__ADS_2