Me And The Mysterious Man

Me And The Mysterious Man
Bab 37 - Second Kiss


__ADS_3

Lelaki bernama Aaron itu tersenyum tipis sambil mengulurkan tangan kepada Becca. Keduanya saling bersalaman, karena Becca dengan senang hati menyambut tangannya. Sejujurnya, Becca berusaha menunjukkan sikap setenang mungkin. Ia terus menampik perasaannya yang terasa berbeda terhadap Jack.


'This is crazy, kenapa jantungku tidak bisa diam?' gerutu Becca dalam hati. Tangannya reflek memegangi bagian dada kirinya.


Aaron terlihat mendekatkan mulut ke telinga Jack. Dia sepertinya tengah membisikkan sesuatu hal yang penting.


"Aku tidak mengerti kenapa kau mengadakan pesta pasangan, apa ada alasan tertentu?" tanya Jack kepada Aaron setelah mendapat bisikan rahasia.


"Tidak ada, aku hanya ingin bersenang-senang," sahut Aaron yang menjeda kalimatnya sejenak. "Dan mengetahui kejujuran orang-orang yang ada di sekitarku. Terutama dirimu Jack!" lanjutnya seraya menunjukkan jari telunjuknya ke arah Jack.


Becca yang mendengar mengukir kerutan di dahinya. Satu kesimpulan yang diketahuinya bahwa Aaron adalah tuan rumah pesta. Tetapi Becca bingung, dengan tatapan menyelidik yang dilakukan Aaron terhadap Jack.


"Dengan cara menyuruh para tamu datang berpasangan?" Jack terheran.


"Ketika bersama pasangan, semua orang pasti hanya memikirkan pasangannya. Bukankah begitu? bersenang-senang, mencintai satu sama lain, dan melupakan pekerjaan utama untuk sesaat. Tujuan utamanya sebenarnya hanya ingin membuat hubungan semakin harmonis. Pesta begini juga seperti nostalgiaku pada pesta prom sekolah." Aaron menatap Jack dan Becca secara bergantian.


"... Aku rasa kau benar Aaron..." Jack merespon dengan asal. "Tetapi bagaimana jika ada pasangan yang bertengkar di pestamu?" tambahnya yang sekarang malayangkan sebuah pertanyaaan.


"Tentu aku akan segera menyuruh mereka pulang. Aku tidak akan membiarkan pestaku berantakan!" tegas Aaron yang dilanjutkan dengan senyuman tipis. "Oke! kalau begitu, nikmatilah pestanya, ajaklah Becca bersenang-senang!" ucapnya lagi, sebelum benar-benar pergi dari hadapan Jack dan Becca.


"Dia aneh..." bisik Becca ke telinga Jack. Hingga membuat Jack reflek mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu. Dia sebenarnya sependapat dengan Becca, tetapi sengaja tidak merespon sedikit pun.


Jack dan becca masih berdiam di satu tempat. Becca sudah beberapa kali mengajak Jack untuk mendekat ke meja makan, namun selalu tidak mendapat hirauan.


"Membosankan..." keluh Becca sembari melepaskan pegangan dari lengan Jack.

__ADS_1


Dari arah pintu masuk, telihat Mike datang bersama pasangannya. Pupil matanya seketika membesar tatkala menyaksikan Becca ada bersama Jack. Ia sekarang bergegas melangkah menghampiri Jack.


"Hai Mike," sapa Becca saat melihat Mike sudah berada di depannya. Mike hanya tersenyum tipis untuk membalas sapaannya. Lalu melayangkan pelototan kepada Jack. Sekali lagi, Jack harus mendapatkan bisikan di telinganya.


"What the fu*k Jack! kenapa kau mengajak Becca?" ujar Mike menatap tak percaya.


"Aku akan mengatasinya!" sahut Jack tenang.


"I don't believe it. Kalian benar-benar berpacaran sekarang!" komentar Mike dengan suara lantang. Cukup menarik perhatian semua orang disekitarnya. Jack langsung melotot ke arah rekannya tersebut. Berbeda dengan Becca yang tampak gelagapan dengan pernyataan Mike terhadapnya. Bola matanya meliar tidak karuan.


"Kami tidak--" perkataan Becca terhenti saat Jack mencengkeram erat lengannya. Dia memang sengaja melakukan hal itu untuk menyuruh Becca diam.


Pesta sudah dimulai tepat pukul 21.10 pm. Beberapa pasangan sudah tampak asyik berdansa. Jack dan Mike sama-sama masih terdiam di satu tempat. Penglihatan keduanya sesekali mengedar ke lantai dua yang terlihat sepi. Mereka juga tidak lupa untuk melihat ke arah Aaron beberapa kali.


"Aku akan menuangkannya untukmu nona," tawar pelayan perempuan itu. Becca pun mengangguk sambil mengambil wine pilihannya secara acak.


"Nice choice!" balas sang pelayan sembari menyambut wine pilihan Becca. Lalu mengambil alat pembuka tutup botol dari saku bajunya. Becca yang sudah tidak sabar, tersenyum lebar saat menyaksikan botol wine telah terbuka.


Sementara itu, Jack sama sekali tidak menyadari kepergian Becca. Hal yang sama juga terjadi kepada Mike. Dia tidak peduli dengan kepergian pasangannya yang menghilang entah kemana. Anehnya, Mike merasa dirinya dan Jack merasa terus diperhatikan oleh Aaron beserta anak buahnya yang berjaga.


"Aku rasa kita terlalu kaku," ungkap Mike yang sepertinya sudah memiliki firasat tidak enak. Dia dan Jack tidak menyadari bahwa hanya mereka berdualah yang terlihat tidak peduli dengan pasangannya masing-masing. Seolah mereka tidak menikmati pesta. Terutama Mike, dia mengajak seorang perempuan yang baru dikenalnya di sebuah bar beberapa jam lalu.


"Ya, sepertinya begitu. Tetapi kita tidak bisa menjadikan kesempatan ini menjadi sia-sia!" sahut Jack seraya mengedarkan pandangan untuk mencari Becca.


"Aku tahu. Tunggu, dimana Marion?" Mike sekarang tersadar, kalau perempuan yang datang bersamanya sudah tidak ada di sampingnya. "Aku akan mencari Marion, kau lakukan saja rencananya lebih dahulu!" lanjutnya.

__ADS_1


"Oke." Jack mengangguk dan membiarkan Mike beranjak pergi meninggalkannya. Sekarang dia berjalan mendekati Becca yang tengah asyik bergumul dengan wine.


"Becca! sudah kubilang jangan terlalu banyak minum!" tegas Jack sambil merebut gelas dalam genggaman Becca.


"Jack, aku baru saja minum seteguk!" Becca mengerutkan dahi kesal. Perdebatan keduanya tanpa sengaja menarik perhatian Aaron. Lelaki dengan warna rambut keputihan itu memperhatikan Jack dari jauh.


Jack tidak ingin rencananya hancur, hanya dikarenakan perdebatan kecil. Tanpa pikir panjang dia pun menarik tangan Becca, lalu menyeretnya ke lantai dansa. Becca berusaha sebisa mungkin untuk menyeimbangkan badannya agar tidak terjatuh.


"Jack!" protes Becca, yang terus berusaha melepaskan cengkeraman tangan Jack.


"Berdansalah denganku," ujar Jack, yang seketika menyebabkan mata Becca terbelak tak percaya. Jantungnya kembali berpacu lebih cepat. Lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan satu hingga beberapa kata. Raut wajahnya memerah malu. Apalagi sekarang dia dan Jack berhasil menarik beberapa pasang mata orang disekelilingnya.


Karena tidak kunjung mendapat jawaban dari Becca. Jack langsung saja memegangi pinggul Becca dan sedikit mendekatkan badannya.


"Ka-kau, kenapa tiba-tiba mengajakku berdansa? aku merasa aneh!" ungkap Becca yang tak kuasa menatap wajah Jack, akibat berusaha menyembunyikan sipu malu diwajahnya.


"Aku melakukannya agar kita tampak seperti pasangan kekasih sungguhan," terang Jack berusaha tenang. Dia juga tidak mampu menghentikan detak jantung yang sejujurnya membuat dirinya lebih bersemangat.


Perlahan Jack dan Becca pun tidak punya pilihan lain selain menggerakkan badan sesuai dengan irama musik. Becca bahkan sudah meletakkan kedua tangannya ke pundak Jack. Bola mata keduanya sekarang saling menatap satu sama lain.


Deg! Deg!


Secara alami, tatapan Jack dan Becca semakin dalam. Keduanya terpaku cukup lama. Bahkan tanpa satu kedipan sedikit pun.


Jack semakin mendekatkan wajahnya ke arah Becca. Sekarang tatapannya berubah haluan ke bibir Becca yang terlihat dipoles dengan sedikit lipstik. Hal yang sama juga dilakukan Becca, dia tidak kuasa menahan indera penglihatannya untuk tidak menatap Jack. Mereka pun mengikuti insting masing-masing, dan membiarkan kedua bibirnya saling bersentuhan.

__ADS_1


__ADS_2