Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Bukan ini Yang Diinginkan


__ADS_3

''Aku naik ya kak,'' Zoya melambaikan tangannya dengan senyum yang ceria secerah mentari yang membuat seseorang di atas balkon sana semakin menahan amarahnya.


Klik pintu di buka Zoya dan baru saja akan menginjakan kakinya dia sudah di kejutkan dengan Alex yang berdiri dengan bersandar di lemari tempat penyimpanan sepatu terlebih lagi dengan raut wajah menyebalkan.


''Aaakkhh, ya Tuhan,, anda sedang apa, Tuan!?'' tanya Zoya dengan suara keras, tapi Alex tidak langsung menjawab nya, ia hanya melangkah dengan perlahan mendekat ke arah Zoya, dekat dan semakin dekat, sampai tidak ada ruang celah di antara mereka.


Zoya yang sudah tersudut di tembok dan Alex yang terus memepet nya, tangannya ia sandarkan di atas kepala Zoya, dan pakaian mereka pun sudah menempel satu sama lain. Mata merekapun saling bertatap, Zoya yang tidak mengerti kenapa Alex bersikap begitu dan Alex yang hanya menatapnya dengan tajam.


''Apa kau lupa dengan status hubungan kita?'' ucap Alex dengan suara berbisik sehingga membuat hembusan nafas yang langsung menerpa wajah Zoya.


''Dan kau tau, bagaimana jadinya jika media melihat istri seorang Alexander Gilbert dekat dengan pria lain? apa nantinya kau bisa memperbaiki citra yang hancur karena mu.'' Aroma mint sangat jelas masuk ke indra penciuman Zoya, sehingga membuat nya terpejam sejenak.


''Tu-tuan..'' Zoya yang semakin di buat sesak berusaha mendorong tubuh Alex tapi tidak! Alex malah semakin merapatkan tubuhnya dan Braakkk'


''Apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian!!'' Zoya terjingkat karena Alex memukul keras dinding dan membentak nya dengan sangat kasar.


''APA? APA ? APA DIA LEBIH BAIK DARI KU?! APA DIA JUGA LEBIH KAYA DARI KU?! HAH!! JAWAB!!''


Zoya masih terdiam, jantungnya seakan berhenti berdetak, kakinya gemetar karena kali ini ia benar-benar tidak bisa lagi menahan takutnya karena bentakan Alex saat ini. Zoya hanya menggeleng dengan cepat.


Bibir Zoya gemetar saat dia akan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Alex, Alex menatap bibir itu dan tiba-tiba tangan besarnya mencengkeram erat kedua sisi pipi Zoya.


''Apa kau ingin menjawab dengan jawaban andalan mu? hanya teman biasa .. iya?!'' air mata Zoya menetes, ia tidak menyangka kalau saat ini detik ini, Alex berlaku sangat kasar terhadap nya, lalu dimana Zoya yang kuat? entahlah ..

__ADS_1


Zoya menatap wajah penuh amarah Alex dengan tatapan mata yang sendu, dan tiba-tiba entah kenapa wajah Alex kian berubah menjadi wajah pria yang pernah menyiksa nya dan ibunya, wajah pria yang sangat ia benci, wajah pria yang bahkan membuat ia hampir menghabisi nyawa nya sendiri.


''Apa itu air mata, Zoya!!'' bentak Alex lagi dan Zoya masih saja terjingkat kaget.''Baik, biar aku jelaskan arti dari suatu hubungan.'' Dengan kasar Alex menangkup pipi Zoya dengan kedua tangan nya dan menyerangnya dengan bibirnya dengan kasar, melahapnya dengan sangat rakus seakan bibir Zoya adalah makanan yang sangat lezat di matanya, dan sampai menggigitnya sampai sedikit membekas.


Alex masih melahap bibir ranum Zoya dengan rakus sampai ketika Zoya pun sudah tidak bisa lagi menahannya karena merasa nafasnya sudah hampir habis. Dengan sekuat tenaga Zoya mendorong tubuh besar Alex daan... ''ALEX..!!!!''


Plaakk'


Zoya menampar Alex di pipi kirinya dengan keras sehingga membuat sudut bibir Alex pun berdarah.


''Anda keterlaluan,Tuan! hiks...'' Zoya berlari ke kamar dan meninggalkan Alex yang masih memegangi pipinya yang di tampar Zoya juga meninggalkan plastik yang terdapat dua porsi makanan yang pasti untuk dia dan Alex.


''Aku keterlaluan? Kau yang keterlaluan, Zoya !!'' teriak Alex. Alex pun pergi dari sana dengan membanting pintu begitu juga Zoya yang mengunci dirinya di dalam kamar, ia benar-benar merasa syok atas apa yang Alex lakukan kepada nya.


.


Di sebuah bar, Alex duduk dengan sebuah gelas yang sudah beberapa kali di isi dengan minuman beralkohol dengan pelayan pria di sana, dan saat ia akan menenggaknya di sekian kalinya tangannya di cegah Mark yang memang di panggil Alex untuk kesana.


''Cukup Lex, ada apa sebenarnya?'' tanya Mark meletakkan gelas Alex dan menjauhkannya. Alex tetap diam, entah kenapa emosi juga suasana hati Alex saat ini sangat berbeda bahkan saat Cintya, kekasihnya yang pergi meninggalkan nya tepat di hari pernikahan mereka.


Mark menoleh ke arah pelayan bar seraya mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam dan berkata ''Kosongkan tempat ini, aku akan menyewa nya untuk beberapa jam kedepan.'' Pelayan bar itupun meng' iyakannya lalu melaksanakan apa yang di minta Mark.


''Apa kau sudah melakukan apa yang ku perintah, Mark?'' tanya Alex dengan suara yang serak.

__ADS_1


''Smit Qua? sudah, sudah beres.'' Jawab Mark yang mulai mengerti tentang permasalahan apa yang sebenarnya Alex alami saat ini.


Tapi saat mata Mark melihat ke arah bibir Alex yang terdapat luka lebam, ia merasa heran. Dengan siapa Alex berkelahi? apa baru saja ia melakukan boxing dan Alex kalah di atas ring? batin Mark bertanya-tanya yang kali ini tebakan dia sudah tentu salah besar.


''Mulai hari ini, aku akan bersikap lebih tegas dengan nya,'' lirih Alex.


Hari sudah sangat larut tepatnya sudah memasuki waktu dini hari, Alex yang pulang dengan di antar Mark karena sudah setengah sadar sebab alkohol yang di minum nya. ''Nyonya bos!?'' panggil Mark namun tidak ada sahutan, lampu ruang tamu pun gelap karena belum juga di nyalakan.


''Nyonya bos??'' panggil Mark lagi.


''Sssttt.. Mark, kau pulang lah,'' ucap Alex yang setelah mabuk.


''Tapi Lex-?


''Pulanglah,'' Mark pun mengangguk dan berlalu pergi dari sana meninggalkan Alex di atas sofa ruang tamu.


Kepala yang terasa semakin berat, Alex pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas sofa tanpa membuka alas kaki terlebih dahulu iapun sudah tertidur pulas di sana sampai pagi menjelang.


Keadaan unit apartemen Alex terasa sunyi, Alex mengerjakan matanya berulang kali, menekan-nekan kepala nya karena Masi saja terasa nyeri sisa-sisa efek tadi malam.


Berjalan dengan sedikit terhuyung, tangan nya meraih gagang pintu kamarnya yang ternyata tidak terkunci, Alex mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang juga terasa sunyi


''Dimana dia? apa sudah pergi ke kantor?'' gumam Alex yang kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena aroma tubuhnya yang beraroma sangat menyengat khas alkohol.

__ADS_1


__ADS_2