Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Seperti buruan


__ADS_3

Bukan hanya 1 orang yang terus mengawasi pasangan suami istri itu, melainkan ada orang lain yang terus membuntut kemanapun Alex dan Zoya pergi.


Seperti sebuah target pemburuan, Alex dan Zoya terus saja berada dalam incaran, namun nasib baik masih berpihak pada mereka sehingga saat ini Zoya dan Alex masih dalam keadaan baik-baik saja.


Kejadian nyarisnya kardus jatuh yang berisikan botol-botol sampo membuat Alex kian waspada, di tambah lagi pada saat Zoya sedang memilah vas kaca untuk tanaman bunganya, di tempat yang tinggi vas kaca tiba-tiba bergeser dan akan menimpa dirinya namun seseorang yang kebetulan lewat menyenggol Zoya dan membuat Zoya terhindar dari jatuhnya vas kaca itu untuk mengenai kepalanya.


Namun kenapa seolah-olah Zoya yang terus saja berada dalam bahaya dan secara kebetulan juga ada sesuatu yang terus saja membuat Zoya terlepas dari bahaya itu? Alex terdiam sehingga membuat ia tidak sadar kalau dirinya tengah merenung dan membuat antrian di belakang mengeluh karena dia yang tidak melangkah maju mendekati kasir.


''Alex? kau kenapa?'' tanya Zoya yang entah sudah beberapa kali memanggilnya namun tidak juga di sahuti.


''Hah? tidak. Ayo kita bayar dan bergegas pergi.'' Jawab Alex yang buru-buru untuk membayar belanjaan nya.


Mata Alex terus saja memperhatikan setempat takut akan kejadian aneh menyusul dan membuat Zoya celaka. ''Siapa sebenarnya yang berniat untuk mencelakakan Yaya ?'' gumam Alex dalam hatinya.


Dua kali percobaan itu gagal, entah kebetulan atau memang kesengajaan Alex masih memikirkan nya, jarinya dengan lihai mengetikan pesan dan mengirimkan nya pada seseorang. Setelah selesai transaksi di bagian pembayaran, dengan sedikit repot Alex tetap menggandeng tangan Zoya walaupun tangan yang lainnya terdapat troli yang berisikan kantung-kantung belanjanya.


''Alex, biar aku yang mendorongnya.'' Ucapnya yang langsung mengambil troli tersebut namun Alex segera merebutnya kembali.


''Tidak sayang. Biar aku saja, pastikan tangan mu tidak terlepas dari genggaman ku.'' Jawab Alex yang tanpa sadar telah merubah panggilannya pada Zoya yang tentunya membuat Zoya seketika bersemu merah.


Masih dengan tangan yang terus bertautan, Alex pun memindahkan belanjaan ke bagasi mobil, semula Zoya tidak menyadari sikap aneh Alex namun perlahan ia menyadari sesuatu bahwa Alex sedang dalam mode waspada.


''Sebenarnya ada apa, Alex ?'' tanya Zoya lagi, dan Alex hanya memberikan senyuman untuk Zoya tidak merasa khawatir.


Setelah selesai memindahkan kantung-kantung belanjaan ke bagasi mobil, Alex pun membawa Zoya untuk masuk ke dalam mobil. ''Hati-hati..'' serunya dengan meletakkan telapak tangan di atas kepala Zoya yang akan masuk ke dalam mobil.


Pada saat Alex akan menginjakan pedal gas rasa ingin buang air kecil pun menyerang, tapi karena tidak ingin berlama-lama di sana, dengan sekuat tenaga ia menahannya sehingga membuat wajahnya kian memerah dan langsung di sadari oleh Zoya.

__ADS_1


''Ada apa? kenapa wajah mu seperti itu?''


''Ti-tidak, pastikan pasang seat belt mu dengan benar.'' Ucap Alex membantu memasangkan sabuk pengaman mobil dan melingkarkan ke tubuh Zoya.


''Apa kau sedang menahan hajat mu?'' tebak Zoya dengan tepat yang membuat Alex langsung menganggukkan kepalanya dengan spontan.


''Alex pergilah ke toilet, tidak baik jika menahan nya..'' usul Zoya. Alex terdiam sejenak yang kemudian meng'iyakan nya.


''Baiklah, tapi ku pinta kau jangan kemana-mana, kunci dari dalam, jangan biarkan siapapun datang padamu kecuali aku.'' Ucap Alex lagi sebelum ia pergi dari sana.


Baru saja Alex berjalan beberapa langkah, Zoya malah keluar dari mobil memanggil Alex dan berlari ke arah Alex. ''Alex tunggu!''


''Ada apa?''


''Aku juga ingin ke toilet,'' ucapnya dengan raut wajah yang menggemaskan menurut Alex. Merekapun pergi bersama ke toilet umum.


''Emmm, bagaimana kalau kita masuk ke toilet yang sama,'' usul Alex yang langsung mendapatkan pukulan di lengan dari Zoya.


''Dasar Omes!!'' Zoya pun pergi ke toilet wanita meninggalkan Alex yang merasa ucapannya tidaklah ada yang salah, lalu siapa itu Omes? apa panggilan sayang Zoya untuk ku? gumamnya dalam hati.


Alex menghela nafas nya dengan lega setelah menunaikan hajatnya untuk buang air kecil, setelah membersihkan si Joni dan tangan nya dengan sangat teliti, Alex pun segera keluar dari sana namun belum juga terlihat Zoya keluar, dengan sabar Alex menunggu Zoya keluar dari toilet dan Alex masih berpikiran positif.


''Sudah hampir 15 menit, kenapa lama sekali ?''


Setelah beberapa saat pintu toilet pun terbuka, namun bukanlah Zoya yang keluar melainkan orang lain, alis Alex menyatu heran, perasaannya tidak karuan terlebih lagi pintu itu terbuka kembali dan lagi-lagi bukan Zoya yang keluar dari sana.


''Maaf permisi !''

__ADS_1


''Ya?''


''Apa di dalam ada wanita ini?'' tanya Alex dengan menunjukkan potret Zoya yang ada di ponselnya.


Wanita tersebut pun menggelengkan kepalanya dengan yakin seraya berkata. ''Di dalam sudah tidak ada orang lain, karena aku yang terakhir.''


''Apa kau yakin nona?''


''Ya. Kalau begitu aku permisi.'' Sahut wanita itu.


Alex semakin cemas dan dengan terpaksa ia pun masuk ke toilet wanita dan benar saja, di sana sudah tidak ada orang lain lagi, lalu dimana Zoya?


Alex keluar dari sana dengan panik dan mencarinya kemanapun namun Zoya tidak ada dimana-mana, tidak! Alex tidak menyerah, ia terus mencarinya tapi tiba-tiba ponselnya berdering dan terdapat nama Mark di sana yang mengirimkan pesan singkat pada Alex.


''Ke arah timur! cepat ! aku melihat Zoya di bawa seseorang !''


Mata Alex terbelalak, Alex segera berlari sesuai petunjuk Mark, arah timur yang berarti menuju sebuah lorong yang akan membawanya ke area belakang gedung supermarket yang memang di sana hanya ada tanah kosong dengan pohon-pohon yang rindang.


''Mark! Zoya!'' teriak Alex namun tdiak ada yang menjawabnya.


Alex terus mencari, berlari sampai ke ujung area dan tiba-tiba ia sudah berada di ujung tebing yang lumayan terjang.


''Zoya kumohon, kau dimana!? Mark !! jangan bercanda !''


Melihat ponselnya, berniat untuk menghubungi Mark tapi ternyata di sana tidak ada jaringan, sungguh Alex saat ini sudah semakin putus asa namun ia tidak ingin menyerah, ia tdiak mau mengingkari janjinya pada Zoya untuk tetap membuat nya aman dan nyaman.


Alex terus berlarian kesana kemari mencari keberadaan Zoya dan Mark, tapi setelah ia menerobos rumput liar, ia malah melihat Zoya dan Mark dengan posisi saling berpelukan.

__ADS_1


Emosi Alex memuncak, urat-urat leher nya menegang, matanya memerah, Alex sudah akan menghampiri mereka namun seseorang langsung menariknya dari belakang.


__ADS_2