Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Kesalahpahaman yang Bertubi-tubi


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, saat ketiga gadis itu masih dengan obrolan asiknya membicarakan pelajaran kampus mereka, pria-pria tampan di kampus sampai membicarakan hal-hal yang hanya para gadis lah yang mengerti.


Suara deheman membuat ketiga gadis itu menoleh dengan bersamaan dan salasatu dari mereka yaitu Zoya terkejut karena deheman itu berasal dari seorang pria yang berdiri di belakang dengan beberapa plastik di tangan nya juga dengan wajah yang terus tersenyum.


''Siapa dia?'' bisik Rini pada Kia.


''Kak Aiden? sedang apa disini? dan dari mana kakak tahu kalau aku ada disini?'' bukan menyambut kedatangan Aiden, Zoya malah memberikan beberapa pertanyaan.


Dan ucapan Zoya yang memanggilnya dengan kakak Aiden membuat kedua temannya langsung mengerti siapa pria itu. ''Aku inisiatif membawakan makanan untuk kalian karena kebetulan aku juga sedang berada di dekat sini. Dan dari mana aku tahu kamu ada disini karena aku mendengar suara deburan ombak itu.'' Zoya menoleh ke arah bebatuan yang memang ombak saat itu sedang kencang.


Sungguh bukan seperti ini yang di inginkan Zoya, dia hanya ingin bersama teman-teman nya melupakan problema antara dia dan Alex yang memang penyebab nya adalah Aiden walaupun Zoya juga tidak menyalakan Aiden sedikit pun.


''Ini, pasti kalian lapar.'' Aiden memberikan beberapa kantung makanan dan di sambut baik dengan Rini dan Kia yang memang mereka belum sempat makan karena asik mengobrol.


''Anda baik sekali ya Tuan,'' puji Rini.


''Iya benar, sampai membawakan banyak makanan,'' timpal Kia.


''Ya, andaikan saja waktu itu Zoya menik-''


Aiden terdiam menunggu kelanjutan ucapan dari teman Zoya yang sedang bicara namun mulutnya seketika bungkam karena teman Zoya yang lainnya segera menahan mulut nya.


''Tidak Tuan, dia hanya asal bicara. Oh ya burger ini enak sekali, anda membelinya dimana?'' tanya Kia yang berusaha mengalihkan perhatian Aiden.


''Oh enak ya, kalau begitu kau harus menghabiskan nya.''


''Siap Tuan ,''


''Panggil aku sama seperti Zoya memanggil ku, mengerti?'' dan Rini juga Kia mengangguk paham.


Berbeda dengan kedua temannya, Zoya malah tidak sama sekali menyentuh makanan yang di bawakan oleh Aiden, bukan tidak menghargai dan tidak lapar, bahkan saat ini perutnya juga terus berbunyi hanya saja ia tidak mempunyai selera makan saat ini.


''Ada apa?'' tanya Aiden yang seolah-olah mengerti apa yang Zoya alami saat ini.

__ADS_1


''Tidak, tidak ada.''


''Baiklah, tapi nanti jika kau ingin bercerita datanglah padaku, hmmm?'' Zoya hanya mengangguk sambil tersenyum lembut.


Menikmati deburan ombak yang menerpa bebatuan juga bau khas dari air laut tersebut membuat siapapun sangat ingin menikmati nya dengan tenang.


Zoya hanya diam dengan mata yang terpejam menikmati ketenangan disana.


''Kak, apa kau membawakan makanan tanpa minumannya?'' tanya Rini yang seakan sedang menahan sesuatu karena wajahnya yang memerah.


''Astaga aku melupakan nya, baiklah aku akan membelinya,''


''Tidak, biar aku yang membeli nya.'' Potong Zoya yang sudah akan beranjak dari sana namun di cegah Kia.


''Yaya, kau disini saja temani kak Aiden, biar kami yang membeli nya. Ayo..'' ucap gadis berambut pendek itu yang kemudian menyeret temannya untuk ikut dengannya.


Aiden tertawa melihat tingkah para gadis itu karena menurutnya ia sangat lucu. ''Mereka lucu ya,'' Zoya hanya tersenyum menanggapi ucapan Aiden dan kembali terdiam menghadap hamparan pasir putih yang ada di sebelah timur.


''Tempat ini memang cocok untuk menenangkan pikiran saat kita sedang kalut karena beberapa masalah.'' Zoya menolehkan kepalanya, mengernyitkan keningnya karena ucapan Aiden barusan.


''Ya, mungkin jodoh.'' Celetuk Aiden dan Zoya hanya memasang wajah datarnya.


''Hahaha, aku bercanda,,'' kilah Aiden.


Di sebrang dermaga lain, seseorang berlarian dengan terus mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari seseorang dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran.


Dengan angin yang kencang membuat rambut pria itu bergerak ke belakang menampilkan kening yang bersih dan menambah kesan tampan yang ada di dirinya.


''Yaya kamu dimana?'' gumamnya dengan nafas yang tersengal-sengal, ya pria itu adalah Alex.


Saat matanya mencari-cari dan tidak sengaja melihat dua orang yang berdiri di pinggiran dermaga kayu dengan posisi membelakanginya, Alex memicing merasa tidak asing dengan postur tubuh salasatu dari mereka.


Dengan penasaran Alex pun berniat menghampirinya walaupun jarak di antara mereka terbilang sangatlah jauh. Tapi saat Alex sudah semakin dekat tiba-tiba ia mematung di tempatnya dengan lagi-lagi memasang wajah penuh kekecewaan.

__ADS_1


''Ternyata benar dugaan ku. Apa hanya ada dia mata mu, Yaya.'' Gumam Alex tanpa sadar.


Ya ex melihat Zoya yang sedang bersama Aiden di pinggiran dermaga dengan jarak beberapa meter, dengan langkah yang lebar, Alex menghampiri Zoya dan pria yang membuat nya selalu kesal karena terus memepet pada istrinya itu.


''Benar dugaan ku !'' Ujar Alex energi suara naik satu oktaf.


Zoya dan Aiden menoleh dengan bersamaan, dan Zoya hanya menarik nafasnya lalu membuangnya seakan sudah sangat lelah karena terus saja terjadi kesalahpahaman di antara mereka.


''Tuan Alex?'' ucap Aiden dengan ramah.


''Apa memang hobi mu mengganggu wanita orang lain?''


''Maksudnya?''


''Ck, kau sudah sangat tahu, kalau Yaya adalah wanita ku, dan kau terus saja mendekati nya.''


Zoya masih terdiam, mulutnya seakan malas terbuka hanya untuk kembali menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


''Dan kau, kau ikut aku,'' Alex menarik tangan Zoya dengan sedikit kasar tapi tiba-tiba Aiden menghalau nya dengan memegang tangan Alex yang saat ini menggenggam tangan Zoya.


''Aku memang tidak berhak untuk turut campur dalam urusan kalian, tapi jika kau kasar dengan nya, aku akan pastikan, Yaya tidak akan ikut dengan mu.'' Peringatan Aiden tidak membuat Alex gemetar ketakutan ia malah menatap singit pada netra Aiden.


''Lepas,'' ucap Alex masih dengan suara yang pelan namun Aiden tidak mengindahkan nya.


''Yaya, kamu berhak untuk menolak ikut dengan nya,'' bujuk Aiden pada Zoya.


''Ck, kau sudah sangat jauh ikut campur dalam hubungan kami, brengsek !!'' Alex mendorong tubuh Aiden dengan kasar sampai Aiden bergeser dengan lumayan jauh.


''Cukup!'' sela Zoya dengan nada yang tinggi.


''Kak, apa kamu bisa pergi, tolong tinggalkan kami berdua, ada sesuatu yang ingin aku katakan padanya.'' Aiden pun mengangguk dan berlalu pergi dengan mata yang terus memplototi Alex.


Tinggalah mereka berdua saat ini, Zoya yang melepaskan tangan Alex dari lengan nya sedikit menjauh dan mengambil nafasnya dalam-dalam kemudian mengatakan .'' Ceraikan aku sekarang juga, aku akan mengembalikan uang mu, dan sisanya, izinkan aku untuk mencicil nya.'' Tegas Zoya muak karena terus saja mendapatkan tuduhan juga adanya kesalahpahaman yang bertubi-tubi yang tentunya membuat dia lelah.

__ADS_1


Zoya terdiam kemudian, ada yang aneh saat dia sendiri mengatakan hal seperti itu.


Alex membisu, diapun merasakan sesuatu yang menyakitkan di dalam hatinya saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Zoya untuk nya.


__ADS_2