
Di sebuah pusat perbelanjaan yang menjual barang-barang branded, Louis dan Zoya sedang memilah sebuah pakaian yang lebih tepat nya Louis lah yang sedari tadi terus repot memilih pakaian untuk Zoya.
''Paman sudah. Aku tidak perlu pakaian seperti ini..'' rengek Zoya.
''Tidak, tidak.. Kamu memang perlu memakai pakaian-pakaian ini,''
''Tapi kata paman, aku tidak perlu merubah penampilan ku,'' Louis hannya tertawa mendengarnya dan melanjutkan menunjukkan jari telunjuknya pada pakaian-pakaian dan meminta karyawan di sana membungkusnya dengan segera.
Setelah selesai dengan satu toko pakaian yang tadi, kini Louis mengajak Zoya pergi kesebuah toko pakaian piyama, bukan piyama yang biasa Zoya kenakan namun sebuah lingerie yang pastinya bentuknya terbilang cukup terbuka jika di kenakan.
''Paman mau apa?'' tanya Zoya dengan pipi yang memerah. Louis terdiam ia menyadari jika Zoya saat ini tengah malu karena berada di bagian pakaian-pakaian tidur yang terbuka.
''Astaga, iya aku lupa. Baiklah kita keluar dulu.'' Louis menarik Zoya untuk keluar dari toko itu.
Sungguh saat ini Zoya dan Louis tengah menjadi pembicaraan karyawan-karyawan toko tersebut karena mengira Zoya adalah kekasih gelap pria tua yang tak lain Louis sendiri, dan itu dapat Zoya sadari.
Louis menjauh dari Zoya untuk menghubungi seseorang, tidak berselang lama seorang wanita berpakaian serba hitam dengan rambut di kuncir kuda pun datang dengan berlarian.
''Tuan?!''
''Ah ya, kau masuklah. Beli semua koleksi pakaian tidur yang... Emmm ya kau pasti tau, aku tunggu di mobil .'' Perintah Louis pada wanita tersebut yang langsung mengangguk setuju lalu berlalu masuk kedalam toko pakaian tidur tadi.
Hari sudah mulai gelap, Zoya yang sudah di antarkan Louis sampai ke rumah, segera membersihkan dirinya karena merasa lelah sebab berkeringat.
Saat dirinya tengah memilih pakaian tidur miliknya, ucapan Louis seketika melintas di pikirannya.
''Jangan lupa di pakai setiap ingin pergi tidur, jika tidak, paman akan marah dan tidak ingin bicara padamu !''
Tangannya bergerak membuka sebuah paper bag yang dia taruh di atas kasur, meraba tekstur kain tanpa mengangkat nya dari sana seraya berpikir.
__ADS_1
''Kenapa seperti nya tipis sekali,'' gumamnya, dan benar saja setelah ia angkat dari paper bag, yang ia lihat adalah pakaian tidur yang cukup terbuka dan berbahan sutra sedikit tipis.
Semula memang ragu Zoya untuk mengenakan nya namun setelah ia coba, Zoya merasa nyaman karena terasa lembut di kulit nya. Berkaca pada cermin besar yang ada di depannya, berputar beberapa kali melihat tubuhnya yang elok saat mengenakan itu.
''Hihihi, cantik sekali ..'' Ucapnya mentertawakan dirinya sendiri.
Setelah memakai pakaian yang di beli Paman Louis tadi, Zoya merangkak naik ke atas ranjang dan mengambil sebuah buku novel favoritnya, membacanya tidak kenal waktu sampai ketika Alex pun tiba di rumah dan Zoya tidak menyadari itu.
Ketika Alex mulai masuk dan membuka pintu kamar, yang pertama kali ia lihat adalah Zoya yang ada di atas ranjang dengan posisi tengkurap dengan kedua kaki yang di berada di atas dan membaca sebuah novel.
Dengan susah payah Alex menelan ludah nya, seketika ruangan kamar yang dingin ber-AC terasa panas, tangan nya bergerak melonggarkan dasinya dan berdehem menyadari Zoya dari membaca buku nya.
''Kau sudah pulang ?'' tanya Zoya yang langsung duduk dengan memamerkan senyum dan gigi-giginya.
''K-kamu kenapa memakai pakaian itu?'' tanya Alex dengan gugup.
Zoya melihat dirinya merasa aneh dengan pertanyaan Alex. ''Kenapa? apa aku terlihat jelek memakai ini?'' tanya balik Zoya yang sulit di jawab oleh Alex.
''Astaga aku bisa gila,'' gumam Alex tanpa menggerakkan bibirnya.
''Alex, kau kenapa ? apa aku terlihat buruk dengan ini. Ini bagus kok, aku suka,'' ucapnya polos tanpa sadar kalau Alex sudah sangat merasa sesak terlebih lagi si Joni yang sedari tadi berontak di dalam sana.
''Ganti!'' ucap Alex dengan sedikit kerasa dan sedikit memaksa karena memang untuk bicara pun sangat sulit saat ini.
''Apa?? ganti? tidak mau!'' tolak Zoya.
''Zoya!!'' bentak Alex tanpa sadar, sesaat kemudian Alex merubah raut wajahnya dan berkata dengan pelan ''aku minta kau ganti ya..'' ucapnya lagi dengan lembut.
Zoya mencebikan bibir nya, dan turun dari sana namun ketika ia akan berlalu ke dalam ruangan yang terdapat pakaian-pakaian, ucapan Alex menghentikan langkahnya.
__ADS_1
''Tunggu! aku tidak pernah membelikan pakaian seperti itu, siapa yang beli ? kau sendiri ?''
''Tidak, ini paman yang membelinya, dia bilang kau akan menyukainya,'' ujar dengan polosnya, Alex menghela nafas yang seharusnya ia langsung mengerti dari mana Zoya mendapatkan pakaian kurang bahan seperti itu.
''Ya sudah cepat ganti, dengan pakaian tidur mu yang biasa kau pakai .'' Zoya pun mengangguk dan berlalu.
''Haah... Astaga kenapa dia cantik sekali dengan pakaian itu.'' Ucapnya yang segera melepaskan dasi yang melingkar di kerah bajunya.
Keesokan hari. Tepat nya hari ini adalah hari Sabtu, Zoya yang memang tidak ada kegiatan di kampus berniat untuk berleha-leha di rumah.
Saat Alex sudah selesai mandi dan berpakaian, melihat Zoya yang masih tiduran di kasurnya dengan ponselnya yang sedari tadi ia mainkan, Alex hanya tersenyum karena dia juga tahu kalau hari ini Zoya tidak masuk kuliah.
Namun ketika suara deringan ponsel milik Zoya berbunyi dan sang pemilik segera mengangkat nya, entah kenapa Alex pun merasa tertarik untuk mendengarkan pembicaraan Zoya dengan seseorang yang dia sendiri tidak tahu siapa itu.
''Ya?'' jawab Zoya.
''Oohh, iya kebetulan aku bebas hari ini. Kalau begitu kamu bisa jemput aku 20 menit lagi, aku aku ingin bersiap-siap dulu .''
Alis Alex menyatu dengan sempurna, merasa ada yang tidak beres dengan arah pembicaraan Zoya dengan orang di sebrang telpon sana.
''Kau mau kemana?'' tanya Alex ya g melihat Zoya sudah akan masuk ke kamar mandi.
''Aku bosan, aku ingin jalan-jalan ,''
''Dengan siapa ?''
''Teman,''
''Wanita?''
__ADS_1
Zoya menggelengkan kepalanya ''bukan, dia pria. Sudah ya aku mau mandi.''
Zoya berlalu masuk ke dalam kamar kecil dan meninggalkan Alex yang merasa kesal dengan jawaban Zoya, mata Alex melihat ke arah ponsel Zoya yang tergeletak di atas meja nakas, dengan memperhatikan pintu kamar mandi, Alex pun meraih ponsel Zoya dan mengetikan sesuatu di sana yang hanya Alex sendiri yang mengetahuinya terlebih lagi Alex tertawa kecil setelah meletakkan kembali ponsel milik Zoya.