Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Tragedi Kedai


__ADS_3

Pagi hari, Alex sudah bersiap-siap akan pergi ke kantor, namun saat ia baru saja keluar dari walk-in closet matanya agak memicing melihat istrinya, Zoya, yang masih merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan sebuah kalender di tangannya, dan terlihat tangannya tengah menghitung sesuatu. Dengan perlahan Alex mendekat ke arah Zoya dan duduk di ujung ranjang dan mengambil kalender tersebut dari tangan Zoya.


''Kau sedang apa?'' tanyanya dengan melihat lembaran kalender yang penuh coretan tinta merah dari Zoya.


''Aku sedang melihat menghitung masa subur ku,'' jawab Zoya dengan frontal tapi kemudian ia seketika menutup mulutnya sendiri.


''Masa subur ? maksud nya bagaimana ?'' alis Alex menyatu heran.


Zoya menghela nafasnya dengan lega karena ternyata Alex sendiri tidak mengerti apa yang di maksud nya. ''Yaya?'' panggil Alex lagi menanti jawaban dari Zoya.


''Oohh itu, aku, aku-''


'Ddrrrtttt'


Baru saja Zoya akan menjawabnya, ponsel Alex bergetar di atas nakas sana yang tentunya membuat Zoya lagi-lagi menghela nafasnya.''Sebentar sayang,'' ucap Alex yang mengecup kening Zoya sebelum beranjak untuk menjawab panggilan telepon tersebut.


Zoya memperhatikan Alex yang tengah berbincang dengan seseorang di sebrang sana, kini matanya beralih pada perutnya, ada rasa was-was dalam dirinya, dan tangan nya pun tanpa sadar mengusap bagian perutnya dan dengan kebetulan itu di lihat oleh Alex.


Bibir Alex mengembang, sekarang ia mengerti apa yang di maksud oleh Zoya tadi. Alex segera menutup panggilan nya dan kembali menghampiri Zoya, menyentuh tangannya yang sedang mengusap-usap perut ratanya itu.


''Aku melihat kau seperti sedang khawatir, kenapa?'' tanya Alex lagi dengan nada yang begitu lembut.


''Alex.. aku belum siap,'' lirih Zoya dan Alex pun tersenyum lembut. ''Maaf...'' lirih Zoya lagi karena merasa tidak enak dengan apa yang di ucapkan nya itu.

__ADS_1


''Sayang.. Aku mengerti, kau tidak perlu khawatir karena malam itu aku menahannya untuk tidak membuang nya di dalam sini.'' Ujar Alex dengan menepuk lembut perut Zoya, ''dan lagi pula kita baru saja melakukannya sekali,'' lanjutnya.


Zoya mendengarkan Alex dengan serius, bahkan ia juga bisa bernafas lega saat ini karena ternyata Alex dapat mengerti dirinya. ''Benarkah?'' Alex pun mengangguk dan Zoya bisa tersenyum manis pada nya.


''Lalu kenapa di angka ini kau beri coretan merah?'' tanya Alex lagi penasaran.


''Itu jadwal aku kedatangan tamu,'' jawab Zoya dengan sangat pelan karena merasa malu.


''Tamu? siapa dia, teman kampus mu? perempuan atau laki-laki ?'' Alex memberondong pertanyaan dengan wajah tegangnya dan Zoya tertawa kecil karena nya.


''Sudahlah, kau kapan akan berangkat ke kantor kalau masih saja duduk santai di sini ,'' usir Zoya yang sudah bangkit dari tempat tidur nya dan menarik manja lengan suaminya.


''Baik, baik..tapi tunggu-'' langkah Alex pun terhenti, matanya terus melihat bagian tubuh istrinya, dari atas sampai kebawah dan menyiratkan sebuah smirk yang aneh menurut Zoya. ''Kenapa?'' tanya Zoya yang aneh karena tatapan mata Alex padanya.


''Kau sudah bisa berjalan dengan normal, itu berarti, malam nanti-'' alis Alex bergerak naik turun memberikan isyarat yang membuat Zoya bergidik merinding.


''Aku belum mandi, aku hanya bisa mengantar mu sampai depan pintu, kau hati-hati di jalan.'' Ucap Zoya yang sudah menutup pintu dan menyisakan celah sedikit. Alex tertawa kecil melihat tingkah Zoya yang terkesan masih malu-malu kucing itu.


''Iya iya, tapi jangan harap malam nanti kau bisa lolos dari ku.'' Bisik Alex kemudian yang langsung berjalan pergi setelah memberikan kecupan udara yang ia tunjukan langsung pada istrinya.


Zoya menutup pintu dan berdiri di belakangnya, sungguh ia tidak menyangka bahwa Alex bisa seagresif itu padanya, terlebih lagi ketika ia mengingat bagaimana ia bisa mengenal Alex dan menikah dengannya, sifat dan sikapnya yang dahulu padanya bahkan berbanding terbalik dengan apa yang ia alami saat ini.


Di dalam mobil, tangan Alex mungkin sibuk menyetir stir mobil namun ia terus saja tertawa gemas mengingat ekspresi wajah Zoya yang membuat nya tidak tahan jika untuk menunggu malam nanti.

__ADS_1


''Tahan Lex, ingat kau akan ada pertemuan penting mu, tapi malam nanti aku pastikan Zoya tidak akan bisa lolos dari harimau kecil ku.'' Gumam Alex di dalam mobil sana.


Di kantor, Mark yang sudah lebih dulu sampai di sana, membelokan langkahnya menuju kedai yang ada di sebrang kantor karena memang ia belum sempat sarapan pagi tadi.


Setelah memesan makanan dan kopi, Mark menuggu pesanan itu datang sembari memainkan gawainya, dari gawai itu dia mengecek semua email-email masuk, ya hanya dengan gawainya ia bisa memantau semuanya tanpa repot harus membawa laptop ataupun benda elektronik lainnya.


Karena fokus pada layar ponsel, Mark sampai tidak menyadari jika kakinya merenggang ke samping dan membuat seseorang jatuh karena tersandung kaki panjang nya.


Bruugghh


Jeritan kesakitan yang berasal dari seorang gadis pun membuat Mark terjingkat kaget, matanya terbelalak melihat seorang gadis yang terduduk di bawah lantai dengan wajah yang sudah kotor dengan sebuah cake yang di bawanya.


''Nona, kok anda bisa jatuh?'' bahkan pertanyaan Mark menambah kesan aneh karena memang gadis itu terjatuh karena ulahnya sendiri.


Dengan tatapan mata yang kesal, gadis itu mencoba berdiri dan membersihkan wajahnya dari potongan cake itu. ''Apa pertanyaan anda itu termaksud meledek?'' tanya gadis manis dengan rambut di kuncir tinggi itu.


''Hah? maksud anda?'' mata Mark mengedip beberapa kali karena berusaha mencerna apa yang di katakan gadis tersebut.


''Apa anda tidak waras! hah!!'' teriak gadis itu dengan menghentak kakinya beberapa kali. ''Penampilan ku sudah sangat kacau sekarang, dan itu karena mu!'' sambungnya masih dengan nada yang sedikit tinggi.


''Karena ku? kau jatuh sendiri, kenapa aku yang di salahkan.'' Sahut Mark tidak terima akan kesalahannya.


''Aaarrggghhh.. Menyebalkan!!Padahal sebentar lagi aku akan bertemu dengan klien ku,'' ucap nya dengan perasaan yang jengkel, gadis itupun berlalu pergi menuju kamar kecil yang ada di ujung kedai itu, untuk membersihkan wajah dan pakaian nya yang kotor.

__ADS_1


''Ck, wanita aneh.. Dia jatuh sendiri tapi aku yang di salahkan..'' Gerutu Mark begitu kesal.


Mark kembali duduk di kursinya, dan tiba-tiba ponsel nya pun berdering yang ternyata sebuah panggilan masuk dari seseorang yang segera ia ingin jawab lalu mendekatkan ke telinga nya.


__ADS_2