Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
"Kiandra Harasyi?


__ADS_3

"Halo" angkat Mark pada nomor yang masuk memanggil nya.


"Maaf tuan, sepertinya saya akan terlambat datang karena ada kendala." Ucap seseorang di sebrang sana.


Alis mata Mark mengernyit karena mendengar suara yang sama juga di balik bilik kecil toilet yang ada ujung kedai tersebut, Mark perlahan melangkah, perasaan nya tidak enak karena suara itu semakin tidak asing dan saat Mark akan masuk ke dalamnya, secara berbarengan seseorang pun keluar dan mereka berpapasan wajah dengan ponselnya yang masing-masing masih tertempel di telinga mereka.


"Halo?" ucap Mark memastikan.


"Halo?" ucap seseorang itu yang tak lain adalah perempuan yang baru saja berdebat dengan Mark karena tidak sengaja Mark membuat permenpan itu terjatuh.


Keduanya melebarkan mata, merasa tidak percaya karena dengan sangat kebetulan ternyata orang yang sama-sama ingin di temui mereka karena urusan penting malah bertemu lebih dulu dengan kejadian yang tidak menyenangkan pastinya.


Mark menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa tidak enak karena sudah berlaku tidak sopan dengan perempuan yang ada di hadapannya itu tadi. ''A-apa kau perwakilan dari Jw Group?" tanya Mark sekali lagi hanya untuk memastikan kembali.


Alis perempuan itu terangkat sebelah, ia tidak buru-buru menjawabnya, ia hanya menatap lelaki itu dengan kesal. ''Aku tidak menyangka akan bertemu dengan lelaki yang kasar seperti mu,'' sungut perempuan itu.


Mark semakin di buat tidak enak hati karena pertemuan penting itu tercoreng karena sikapnya yang menyebalkan. ''M-maafkan saya,'' ucap Mark begitu pelan.


''Lupakan saja, mari kita mulai meeting nya.'' Ucapnya yang kemudian berlalu menuju tempat Mark tadi duduk lalu duduk di sebrang nya yang hanya ada meja sebagai pembatas nya.


''Tapi kau benar-benar tidak apa-apa ?'' tanya Mark lagi memastikannya.


''Tidak apa-apa, ini hanya kotor bukan luka, mudah di bersihkan.'' Sahutnya dengan datar dan langsung mengeluarkan beberapa dokumen yang ia simpan di dalam tas miliknya.

__ADS_1


Merasa tidak asing dengan wajah wanita itu, tapi Mark juga tidak ingat ia pernah bertemu dimana dengan nya, sepanjang pertemuan itu Mark lebih banyak terdiam karena ada beberapa faktor ia seperti itu, pertama ia berusaha mengingat dimana ia pernah melihatnya dan kedua ia juga merasa tidak enak karena sikapnya beberapa menit yang lalu.


Mark membaca dokumen tersebut dan tidak sengaja mengeja sebuah nama dengan pelan, alisnya mengernyit merasa tidak asing dengan nama itu.


'' Kiandra Harasyi.''


Perempuan yang ada di hadapannya itu menutup dokumennya lalu menunggu tanggapan dari Mark namun Mark bukannya berbicara ia malah diam tidak mengeluarkan suara apapun yang rupanya ternyata Mark saat ini sedang melamun menatap wajah nya.


''Halo?? Tuan ?'' perempuan itu melambaikan tangannya tepat di hadapan wajah Mark yang langsung sadar dari lamunannya itu.


''Apa tadi anda tidak mendengarkan apa yang saya jelaskan?'' Mark menggelengkan kepalanya dengan cepat seraya menjawabnya juga dengan panik. ''Bukan! aku mendengarnya semua, maaf..''


Perempuan itu menghela nafasnya dengan kasar kemudian merapihkan berkas-berkas miliknya dan meninggalkan satu lembar kertas yang ia dorong ke hadapan Mark. ''Jika anda sedang ada masalah, tidak apa-apa, selesaikan saja dulu masalah anda lalu bisa menghubungi saya dan ini kontrak kerjasama yang akan kita jalani, kau bisa kirimkan ke perusahaan.'' Ujarnya yang juga memberikan sebuah kartu nama miliknya pada Mark kemudian berlalu pergi dari sana.


Lamunan nya buyar ketika ponsel nya bergetar kencang di atas meja dan ada nama Alex yang saat ini tengah menelponnya. ''Kau sudah bertemu dengan orang perwakilan dari Jw Group?'' Mark mengangguk tanpa menjawab, dan di sebrang telpon sana Alex merasa heran karena Mark tidak menjawab ucapan nya yang kemudian iapun mengulangi pertanyaannya.


''Mark? apa kau sudah bertemu dengan orang sebagai perwakilan dari Jw Group ?''


''Astaga Alex, iya! aku kan sudah menjawabnya kenapa kau malah mengulanginya!'' ketus Mark.


''Kapan kau menjawab nya, bodoh ! sedari tadi kau hanya diam!'' sungut Alex begitu kesal.


''Tadi, tadi aku sudah mengangguk,'' ucap Mark dengan polosnya dan Alex pun berdecak kesal di sebrang telpon sana.

__ADS_1


''Bodoh! bagaimana aku tahu kalau kau mengangguk, kita tidak saling melihat satu sama lain. Ck, ada apa sebenarnya dengan mu kenapa tiba-tiba kau bertingkah bodoh seperti itu?'' Mark hanya tertawa kecil karena menyadari sikap bodohnya.


.


Hari sudah mulai petang, Alex pun sudah bersiap untuk pergi dari perusahaannya dan bergegas untuk pulang kerumahnya. Dengan sangat tidak sabar Alex berjalan menghampiri mobilnya yang terparkir apik di tempat khusus.


Bibirnya terus tersenyum mengingat wajah sang istri terlebih lagi ia ingat wajah merah merona Zoya ketika diminta jatah wajibnya. ''ck, Aku benar-benar tidak sabar menyantap makan malamku,'' gumam Alex dengan sibuk menyetir kemudi mobilnya.


Di rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu mewah, Zoya saat ini sedang sibuk mengeringkan rambutnya yang basah karena beberapa saat yang lalu dia baru saja mandi sore dengan berendam di dalam bathtub. Dengan bersenandung kecil Zoya mengeringkan rambut dengan hair dryer, entah kenapa perasaan nya saat ini sedang dalam mode baik, sangat, sangat baik. Bahkan Zoya berjoget kecil-kecil dengan di iringi nyanyian merdu dari mulutnya.


Hanya memakai baju yang sedikit longgar dengan hotpants yang sangat pendek bahkan nyaris tenggelam di baju longgar milik nya, bernyanyi mengikuti musik yang ia putar dari ponsel nya, Zoya semakin asik dengan dunia nya sendiri.


Pintu kamar terbuka, Alex berdiri di ambang pintu dengan mata yang terbelalak tapi sesaat kemudian ia mengulumkan senyumannya karena merasa gemas dengan tingkah istrinya itu yang baru ia ketahui bahwa istrinya, bisa se' enerjik itu.


Namun saat Zoya memutar tubuhnya menghadap pintu, masih dengan memegang hair dryer yang ia letakan di depan bibirnya seakan-akan menjadi mik untuk ia bernyanyi, mata Zoya terbelalak dan tanpa sengaja menjatuhkan pengering rambut tersebut.


Zoya mematikan musik yang terputar di ponselnya dan berdiri dengan menguncangkan kaki kirinya karena malu terpergok Alex bersikap gila seperti itu.


''Apa aku menganggu mu?'' tanya Alex yang berjalan menghampiri Zoya.


''Ti-tidak. Emmm sejak kapan kau berada di sana ?''


''Emmm saat part dimana kau bernyanyi seperti ini. Menanti kau tuk kembali!!!!!.....'' Alex memperagakan Zoya pada saat bernyanyi tadi dan membuat Zoya mengigit bibirnya dengan telinga yang semakin memerah.

__ADS_1


__ADS_2