Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Rahasia dari Kiandra


__ADS_3

Tidak terasa, hubungan kerja antara perusahaan JW corp dan Violet Brand berjalan dengan sangat baik, bahkan sudah saling menguntungkan antara keduanya, sudah terhitung sejak 8 bulan lamanya mereka saling mendapatkan untung karena kerjasama mereka. Violet brand yang berhasil dengan Brand-brand ternama dari parfum dan JW corp yang ikut andil dalam itu.


Ya di tambah lagi, karena Kiandra yang memegang JW corp saat ini memanglah bersahabat dengan istri pemilik perusahaan Violet Brand, alhasil kerjasama antara mereka semakin erat dan di kenal di kalangan bisnis yang semua tahu kalau JW sekarang sebagai anak perusahaan dari VB.


Yang awalnya Zoya sangat jarang ke perusahaan, sekarang nyonya dari Alex itu, hampir setiap hari berada di sana, bahkan ia terus merengek pada Alex agar bekerja di sana karena melihat sahabatnya yang sibuk bekerja bukan hanya diam di rumah.


''Kenapa harus bekerja, kau hanya perlu duduk dan menghabiskan uang ku biar aku yang mencarinya.'' Ujar Alex yang sebenarnya tidak terlalu setuju istrinya bekerja, karena menurutnya Zoya hanya perlu duduk di sampingnya biar dia yang bekerja.


Namun Zoya tidak setuju dengan ucapan suaminya, ia merasa bosan kalau untuk duduk manis saja, dan bahkan ia meminta di tempatkan di bagian karyawan biasa, ya sebenarnya tidak masalah namun Alex takut jika Zoya akan kelelahan karena harus bekerja keras di bagian tersebut belum lagi pasti akan ada dimana karyawan akan turun kelapangan langsung.


Di tempat lain, Mark yang di utus untuk memeriksa langsung penjualan brand ke lapangan, dan secara kebetulan Kiandra pun ikut membantu Mark di sana.


''Apa survei secara langsung ini sudah biasa di lakukan oleh kalian?'' tanya Kiandra pada Mark.


''Ya, hanya untuk memastikan bahwa penjualan kita benar lancar tanpa ada sabotase atau yang lainnya,'' jawab Mark.


Kiandra hanya mengangguk mengerti. Dan rupanya kedekatan keduanya saat ini sedang di awasi oleh seseorang dari dalam mobil hitam yang terparkir di sebrang jalan dengan menatap tajam keduanya.


''Bodoh! aku perintahkan untuk mendapatkan kepalanya malah buntut yang dia ambil,'' ucap seseorang itu dengan menahan amarahnya.


''Ternyata, sampah yang ku pungut tetap menjadi sampah walaupun sudah ku beri polesan emas.'' Lanjutnya yang langsung meminta sang supir pergi dari sana.


Sudah hampir setengah hari, Mark dan Kiandra bersama dan hubungan mereka juga sudah lebih akrab tidak seperti awal-awal mereka bertemu. Bahkan bahasa formal pun tidak lagi di gunakan saat mereka hanya berdua seperti sekarang ini.


Tidak ada lagi kata panggilan Tuan, dan Nona pada nama depan mereka, namun saat mereka berada di lingkungan kerja panggilan Tuan dan Nona akan di bawa lagi.

__ADS_1


''Mark apa kau tidak lapar?'' tanya Kiandra.


''Lumayan, kita makan di sana, bagaimana ?''


Merekapun pergi ke sebuah kedai yang menjual makanan khas negeri sakura, yang Mark sendiri merasa asing dengan olahan nya tidak seperti Kiandra yang sepertinya sudah terbiasa dengan makanan khas negara tersebut.


''Apa kau yakin dengan ini?'' tanya Mark dengan mengangkat makanan yang berasal dari olahan ikan mentah.


Kiandra hanya mengangguk dengan mulut yang penuh dengan makanan favoritnya itu. ''Cobba sajja,'' ucap Kiandra masih dengan mulut yang penuh.


Mark merasa tidak yakin dan lelaki itupun menyerah, ia tidak bisa memakan makanan yang belum tersentuh oleh api dari kompor, dan alhasil diapun memesan kembali makanan yang sudah di olah dan di masak.


''Mark apa kau sekaku itu? dan apakah kau tidak memiliki pasangan ?'' tanya Kiandra tiba-tiba yang membuat Mark seketika terdiam dengan wajah yang bingung.


''Pasangan?'' wajah Mark sudah memerah karena gugup.


''Lalu kamu?''


Uhhuukkk'


Mendapatkan pertanyaan balik dari Mark membuat Kiandra tersedak, sungguh ia menyesali pertanyaan nya itu, kenapa juga dia bertanya soal pasangan padahal diapun tidak memiliki nya.


''Kita lanjutkan makannya takut keburu dingin.'' Seru Kiandra yang membuat Mark heran, sejak kapan sushi panas? gumam Mark dalam hatinya.


Di sela-sela makan siang mereka, suara deringan ponsel terdengar dan membuat keduanya terdiam, yang ternyata deringan itu berasal dari gawai milik Kia, entah siapa nama penelpon itu tapi Mark dapat melihat bahwa raut wajah Kia kian berubah saat melihat nama sang penelepon.

__ADS_1


Tanpa menjawabnya, Kiandra malah mematikan panggilan itu dan meletakkan ponselnya di meja dan melanjutkan makannya namun tidak seperti sebelumnya yang makan dengan lahap dan itu membuat Mark menyimpan banyak tanya pada Kiandra.


''Sepertinya aku harus kembali kekantor, lagipula aku sudah mendapatkan laporan pemasaran.'' Ucap Kiandra kemudian yang sudah membenahi barang-barangnya dan mengscan sebuah barcode yang ada di atas meja ke layar ponselnya.


''Kali ini aku yang traktir, nantinya giliran kamu,'' ucapnya lagi yang pergi begitu saja tanpa kata perpisahan.


''Ada apa dengan dia? kenapa tiba-tiba mood nya berubah seperti itu saat mendapatkan panggilan?'' gumam Mark.


Kiandra mengemudikan mobilnya dengan wajah yang datar namun tetap terlihat manis, gadis yang tomboi sebelumnya sudah menjelma sebagai gadis yang cantik dan feminim. Dia mengemudikan mobilnya ke arah perumahan tidak ke arah kantornya seperti apa yang dia katakan tadi.


Menghentikan laju mobilnya dan memarkirkan nya tepat di depan pintu besar berwarna putih, melangkahkan kakinya masuk dengan ragu.


Prannkkkk...


Baru saja Kiandra masuk sebuah vas bunga sudah menyambut nya dan hampir mengenai wajah manis nya jika saja dia tidak segera menghindar. Sejenak ia memejamkan matanya, seperti sudah terbiasa dengan itu, Kiandra menghela nafasnya dan kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah besar itu.


''Anak kurang ajar!!! kenapa kau selalu membantah ucapan ku, hah!!'' hardik seseorang yang ternyata adalah ayah dari Kiandra yang bernama Ferdi.


Kiandra tidak berniat menjawabnya, ia hanya melirik sebentar dan berlalu ke arah anak tangga menuju lantai atas, tidak menghiraukan bentakan teriakan dan sejenisnya dari sang ayah, Kiandra bersikap masa bodo.


Namun ketika dia sudah masuk ke kamar tidurnya, dia segera menguncinya dengan kunci ganda yang dia buat sendiri karena tahu kalau nantinya sang ayah akan membukanya dengan kunci lainnya.


Yang semula bersikap tegar tiba-tiba luruh, ia duduk di lantai belakang pintu, tubuhnya gemetar menandakan bahwa dirinya tengah menangis dalam diam. ''Kenapa Papa tidak pernah mengerti aku,'' lirih nya dengan isakan pelan.


''Jika tahu akan seperti ini, aku pun tidak mau di ambil dari panti.'' Lanjutnya.

__ADS_1


Trek.. Dor dor dor.. terdengar seseorang yang sedang berusaha membuka kunci dan di susul dengan gedoran pintu yang sangat kencang, sehingga membuat Kiandra terkejut namun tidak membuat dia beranjak dari sana.


''BUKA ANAK SIALAN!!?'' teriak sang ayah dari balik pintu. Karena merasa sudah muak mendengar hardikan dari sang ayah, Kiandra pun menekan sebuah tombol untuk mengkedapkan suara agar suara dari luar dan suara dari dalam tidak terdengar dari lawan arahnya.


__ADS_2