Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
MILIK KU!


__ADS_3

Acara api unggun masih berjalan, game demi game mereka mainkan sampai ketika sala seorang mahasiswa bercelatuk mengusulkan sesuatu yang membuat acara tersebut semakin meriah.


''Bagaimana kalau kita adakan satu permainan lagi, yang bernama, Katakan saja yang sejujurnya. Jadi siapapun bebas untuk mengatakan apapun yang ada di hatinya, dan kalian harus ingat! ini hanya permintaan! bagaimana ?'' usul seorang mahasiswa yang sedari tadi ikut meramaikan suasana.


''SETUJU!!!'' sorak semuanya.


Dengan sebuah botol kaca yang kosong, Kelvin yang mengusulkan permainan itu memulai permainan dengan memutarkan di tengah semua mahasiswa yang duduk mengelilinginya.


''Kia!!!!'' teriak semuanya.


Kia yang di teriakan mereka pun terjingkat kaget, namun dengan gaya tomboi nya ia bersikap kembali biasa. ''Kia? katakan dengan jujur, kau menyukai pria atau wanita ?'' tanya Kelvin yang langsung mendapatkan upah sebuah timpukan ranting dari Kia yang tidak terima dengan pertanyaan Kelvin dan semua orang pun mentertawakan tingkah kedua orang itu.


Permainan pun terus berlanjut sampai ketika botol kaca itu berhenti berputar tepat di hadapan Arhan dan lagi-lagi semua pun bersorak riang.


Arhan bangun dari duduknya berjalan ke tengah-tengah mereka, menatap ke satu arah yaitu Zoya. Tapi Zoya yang di tatap seperti itu hanya diam tanpa berekspresi apapun berbeda dengan yang lainnya sudah berbisik-bisik menebak-nebak apa yang akan di katakan Arhan saat itu.


''Arhan?! katakan yang sejujurnya. Siapa yang saat ini gadis yang kau sukai?'' tanya Kelvin yang sebagai pemimpin permainan.


Tanpa di duga oleh Zoya, Arhan menunjukan jari telunjuknya ke arah Zoya yang Zoya sendiri bingung dengan maksud Arhan.


''Zoya! ya aku menyukainya, sangat-sangat menyukainya, tidak peduli status dia apa saat ini, yang aku tahu kalau Zoya hanya terikat kontrak dengan seorang pria dewasa, dan aku akan menyelamatkan nya dari nya!!''


Semua orang terkejut begitu juga Zoya, dan ketiga temannya. ''Zoya maukah kau menjadi milikku ?'' tanya Arhan lagi yang membuat keempat gadis tersebut terkejut bukan main.


Sebagian ada yang bersorak menyemangati Arhan, dan ada juga yang mencibir karena pengakuan Arhan perihal Zoya dengan pria dewasa.


Zoya melihat ke sekelilingnya dan beralih ke teman-teman yang menggelengkan kepala dengan kompak karena merasa dia tidak pernah mengatakan apapun pada Arhan, kemudian Zoya kembali ke netra Arhan, mata Zoya sudah membasah, ia tidak percaya kalau Arhan akan mengatakan itu semua dengan lantang di depan semua mahasiswa.

__ADS_1


Tanpa berkata apapun Zoya pergi dari sana dengan hati yang kecewa, Arhan yang melihatnya pun segera mengejar Zoya dan suasana api unggun yang semula seru seketika berubah.


Zoya terus melangkah tidak mempedulikan panggilan Arhan saat itu, tapi karena Zoya yang hanya berjalan cepat dan Arhan berlari pada akhirnya Arhan pun berhasil meraih tangan Zoya. ''Zoya? aku sungguh-sungguh menyukai mu.'' ucap Arhan begitu yakin.


Namun tiba-tiba tangan Arhan di tepis Zoya dengan kasar, menatap Arhan dengan tajam dan yang di lihat pria itu saat ini Zoya sudah mengeluarkan air mata. ''Han, aku tidak mengerti jalan pikiran kamu,''


''Kenapa? apa aku salah?''


''Ada hak apa kamu mengatakan semuanya di hadapan semua orang?''


''Mengatakan apa? aku benar-benar menyukai mu,''


''Aku tidak peduli kau tahu dari mana kalau aku terikat kontrak dengan seseorang, tapi kau tidak perlu mengatakan semuanya dengan selantang itu di hadapan semua orang! aku benar-benar kecewa !'' Tegas Zoya dan sudah akan berbalik tapi lagi-lagi Arhan menahannya bukan hanya menahan tangan Zoya melainkan memeluk Zoya dari belakang.


Zoya terus memberontak meminta di lepaskan namun Arhan tetap memeluk nya dengan erat. ''Lepas!'' ucap Zoya dengan suara meninggi.


''Tidak Zoya, aku memang benar-benar menyukai mu sejak lama, dan untuk ucapan ku tadi aku benar-benar minta maaf.'' Ujar Arhan yang masih memeluk Zoya.


Zoya terbelalak melihat seseorang itu yang tiba-tiba ada di sana. ''Alex?''


''Brengsek! kau tau betul Zoya ini miliki ku bukan?'' ucap Alex dengan marah.


Arhan yang terjatuh segera bangun dan melangkah mendekat ke arah Alex yang saat ini benar-benar sedang menahan emosinya. ''Ya aku tahu, bahkan aku tahu kau dan dia sudah menikah, tapi itu hanya di atas kertas saja, benar begitu?'' balas Arhan begitu menantang.


Tangan Alex sudah mengepal kuat namun tiba-tiba Zoya menggenggam tangan Alex. ''Arhan! sebaiknya kau pergi jika tidak ingin aku benar-benar membencimu!''


''Baiklah, tapi bagaimanapun tidak ada yang bisa merubah apapun dari itu Zoya, sadarlah! dia hanya memanfaatkan mu.'' Ujar Arhan yang kemudian pergi dari sana meninggalkan Zoya dan Alex.

__ADS_1


Alex yang terpancing emosi berniat untuk mengejar Arhan namun Zoya segera menghalaunya. ''Tenanglah..''


''Tenang? kau bilang aku harus tenang setelah aku melihat dia begitu kurang ajar padamu?!''


''Ya aku tahu, tapi bagaimanapun kau harus bisa mengontrol diri mu-''


''Zoya! bagaimana bisa aku tenang setelah melihat istriku di sentuh oleh pria lain!'' bentak Alex yang membuat Zoya terjingkat kaget.


''Apa tadi dia bilang? menyukai mu? iya! apa kau juga menyukainya ?'' Zoya menggelengkan kepalanya.


''Aku ini suami mu Zoya! dan kau adalah istri ku! siapapun yang berani menyentuh mu tidak akan ku biarkan saja.''


''Istri, suami ? apa itu benar Alex? tapi apa yang dia katakan benar adanya, aku hanya istri kontrak mu kan,'' ucap Zoya melemah.


''Apa maksud mu bicara begitu, apa kau juga mendukung apa yang dia katakan ?''


''Tidak, tapi karena dia aku sadar akan posisi ku saat ini. Kau marah karena dia menyentuh ku kan, lalu bagaimana dengan kau dan wanita itu? apa hanya kau yang berhak merasa keberatan dengan hal seperti itu?'' Alex pun terdiam, bahkan ia tidak menduga bahwa Zoya akan membalikan apa yang dia katakan.


''Tapi itu berbeda-''


''Apa yang membuat perbedaan itu! apa karena aku hanya mainan mu?! kau egois Alex !'' Zoya berbalik dan pergi namun Alex segera meraih tangannya.


''Yaya? kau salah paham. Aku tidak pernah menganggap mu sebuah mainan''


''Lalu apa?''


Mata mereka saling menatap, sesaat keduanya hanya diam dengan mata yang terus beradu.

__ADS_1


''Kau harus percaya padaku, dia hanya masalalu ku, dan kau adalah masa depan ku, aku suami mu dan kau istri ku. Bagiamana pun hubungan kita ini suci.''


''Jangan pernah berpikiran kalau aku hanya mempermainkan mu, karena... Karena aku mencintaimu.'' Zoya terdiam, jantung nya seakan ingin lompat dari tempatnya, seluruh tubuhnya terasa dingin entah apa yang saat ini ia rasakan tapi ucapan Alex benar-benar membuat nya terhipnotis penuh oleh nya.


__ADS_2