Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Harus Tahu!


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang cukup besar dengan beberapa Rak buku raksasa juga sebuah meja kerja dengan bertuliskan nama dan gelar dari pemilik ruangan tersebut. Dua orang sedang berada di sana tanpa adanya perbincangan.


Sang pemilik ruangan yang sedari sibuk dengan buku yang di bacanya dan seseorang lainnya yang bahkan hanya diam duduk di kursi sebrang meja.


Sampai ada sebuah ketukan pintu yang terdengar, dan masuklah seorang yang usianya jauh lebih muda dari dua orang tersebut.


''Bu... sudah waktunya ibu minum obat,'' ucap seorang wanita yang baru saja bergabung.


''Letakan saja disana. Kau duduklah,'' sahut wanita tua yang membaca buku itu.


Tanpa menyapa, Meher pun duduk di sebuah kursi yang lektakny tidak jauh dari meja kerja. Wanita yang di panggil ibu itu hanya melirik sebentar lalu kembali membaca bukunya.


''Apa aku tidak terlihat?!'' Sindir orang lain yang berada di sana.


''Apa yang kau inginkan?'' tanya balik wanita yang di panggil ibu oleh Meher.


''Berhenti mencoba menjauhkan Zoya dengan Alex! Mereka saling mencintai, apa kau tega melihat Zoya terus bersedih?'' Mata yang semula hanya tertuju pada buku, seketika terangkat menatap langsung yang berbicara.


''Jangan ikut campur, ini masalah keluarga kami!'' Peringatan itu keluar dari mulut seorang wanita yang tidak lagi muda namun masih memancarkan sikap tegas nya.


''Dahlia! Alex pun keponakan ku, dan Zoya juga sudah menjadi istri Alex! dan itu berarti Zoya juga keponakan ku!'' Emosi pria itu sedikit memuncak, sehingga tangan ya menekan dada sebelah kirinya karena merasa kesakitan.


''Ya aku tau. Tapi apa hak keponakan mu membuat cucu ku terus bersedih?'' Pria yang mengaku Alex adalah keponakan nya, tak lain adalah Louis.


Sebuah rahasia besar yang mereka tahu ternyata belum juga sampai pada dua insan yang sedang menjalani cobaan rumah tangga itu. Ya mereka adalah Alex dan Zoya. Lalu apa maksud wanita tua itu menyebut Zoya adalah cucunya? semua akan terungkap dengan perlahan.

__ADS_1


''Sudah lama aku mencari Zieye. Setelah bertemu info yang akurat ternyata dia sudah tiada dan meninggalkan seorang anak perempuan yang bahkan tidak ada di saat hari terakhirnya karena lelaki bajingan itu! lelaki bajingan yang bahkan mencoba mencelakainya sehingga membuat cucu malang ku harus pergi dari rumahnya bertarung dengan kehidupan yang kejam.'' Tatapan seorang wanita tua itu seakan jauh entah kemana, linangan air matanya pun saksi bahwa dia sedang mengontrol dirinya.


''Dan setelah aku mengetahui keberadaan cucu ku, ternyata dia sudah menikah tapi dengan cara yang tidak baik. Ck, hanya mempelai pengganti? dan hidupnya pun seakan di penjara, tidak boleh melakukan apapun yang di inginkan nya.''


Louis tertunduk dalam-dalam, ia sadar betul perasaan wanita tua yang ada di hadapannya itu. Terlebih lagi memanglah keponakan nya, Alex. Yang bersalah.


Flashback.


Setelah Louis datang ke rumah Alex kala itu. Ia mendengar sebuah informasi yang membuat nya tercengang, yaitu siapa pemilik XC, dan dengan siapa Zoya hidup setelah pergi dari rumah Alex. Sampai ketika ia menemukan sebuah fakta baru yang menyangkut asal usul Zoya sebenarnya.


Semula Louis tidak percaya adanya informasi tersebut, tapi setelah mencari tahu lebih dalam lagi, ia baru percaya semua itu, sehingga membuat nya nekat menemui pemilik perusahaan Xeon Company untuk bertanya langsung dan ternyata semua itu benar adanya.


Yang ternyata, Zoya adalah pewaris kerajaan, Xeon Company! salasatu perusahaan terbesar di dunia bisnis. perusahaan yang bersaing dengan perusahaannya. Yang bahkan jelas-jelas pernah membuat perusahaan Alex hampir bangkrut di buatnya.


Zoya yang di kenal sebagai anak yatim piatu dengan hidup yang serba kekurangan di sebuah asrama, juga terus berusaha mempertahankan beasiswa agar bisa lulus di universitas terbaik dan bekerja dengan sesuai cita-citanya. Ternyata adalah pewaris dari perusahaan yang sangat besar.


''Baiklah. Kalau begitu saya pamit undur diri, permisi.'' Louis pun berlalu pergi dengan berat hati karena belum juga berhasil membujuk wanita yang bernama Dahlia, yang ternyata nenek dari Zoya.


Seperginya Louis, Meher pun segera menghampiri ibunya, Dahlia. Membantu memapahnya untuk kembali ke kamar tidur agar bisa istirahat karena di usianya yang tidak lagi muda itu kerap membuat nya sangat rentang stres.


''Hati-hati, bu.'' Meher membantu merebahkan tubuh Dahlia di kasur raksasa nya dengan sangat hati-hati.


Pada saat Meher sudah menyelimuti tubuh Dahlia dan akan pergi, tangan nya di genggam oleh ibunya sehingga membuat nya berhenti dan duduk kembali di tepi ranjang.


''Ada apa, Bu?'' tanyanya dengan lembut.

__ADS_1


''Segera katakan padanya, biarkan tahu siapa dia sebenarnya .''


Meher mengangguk pelan, iris matanya dapat melihat sang ibu sedang meminta padanya. Tapi kenapa tatapan itu seakan tatapan yang membuat hatinya sakit. Meher membuang pikiran buruk itu jauh-jauh lalu berjalan lebih cepat menuju pintu.


Di mobil, Meher tidak fokus dengan jalanan, bahkan beberapa kali stir mobilnya tidak tentu arah, dan sering berbelok sendiri ke arah kendaraan lain sampai mendapatkan peringatan klakson.


Dia bingung bagaimana caranya untuk memberitahu Zoya. Dia siapa, bagaimana bisa bosnya menjadi bibi nya. Apa Zoya juga akan percaya hal itu jika di ceritakan secara tiba-tiba begini? tapi jika tidak sekarang, lalu kapan? pikiran itu terus melayang di otak Meher.


''Bagaimana pun aku harus bicara,'' gumam Meher dengan yakin.


Di apartemen, Zoya yang sedari tadi seperti orang yang sedang bingung hanya bolak balik dari kamar ke ruang tamu dan seterusnya seperti itu. Sampai ketika ada sebuah bunyi bel yang terdengar barulah Zoya bergerak ke lain tempat.


Mata Zoya memicing setelah melihat siapa gerangan yabg saat ini sedang berdiri di depan pintu menekan terus bel pintunya.


''Paman?'' gumam Zoya lalu membukakan pintu dengan perasaan yang ragu dan heran. Ya pasalnya dia bingung dari mana Louis tau unit apartemennya. Karena setahunya Louis hanya tahu gedungnya saja.


''Zoya...''


Zoya hanya diam tanpa berkata apapun setelah membuka pintunya.


''Apa paman boleh masuk? ada satu hal yang ingin paman sampaikan.'' Tanpa menjawabnya Zoya hanya memberikan anggukan dan Louis pun masuk ke dalam.


Zoya melewati Louis yang sudah duduk di sofa, tapi Louis segera mencegahnya.


''Duduklah, paman hanya ingin menyampaikan sesuatu.'' Zoya pun manut dan duduk di sofa yang lain.

__ADS_1


''Sesuatu hal yang ingin paman sampaikan mungkin akan membuat kamu bingung, dan sebenarnya ini bukan kuasa paman juga memberi tahu padamu. Tapi paman ingin kamu tahu secepatnya.''


Zoya hanya diam menyimak, perasaannya tidak menentu, pikirannya tertuju pada Alex, suaminya.


__ADS_2