
Brusssssssshhh
Seorang pria yang sudah tidak lagi muda yang tak sadarkan diri itu tiba-tiba terkejut karena sesuatu
menerpa wajah dan tubuhnya sehingga semua terlihat basah oleh nya. Melihat dua orang pria dengan salasatu dari mereka memegang sebuah ember yang tadi berisi air dan sudah di siramkan pada dirinya, mata kendurnya memicing.
''Siapa kalian?'' tanyanya dengan lirih.
''Anda tidak perlu tahu kami ini siapa! Kau hanya perlu menjawab apa yang kami tanyakan!''
''Apa kalian anak buah pak Baron? maafkan saya, saya belum bisa membayarnya, kasih waktu saya lagi,''
''Hahah... rupanya kau terlilit hutang piutang ya? kalau begitu kami bisa membantunya.''
Kemudian salasatu dari mereka mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya dan menunjukan sebuah foto tepat di depan wajahnya.
''Tentu kau kenal dia bukan?''
''Zoya? tentu aku kenal. Sebenarnya ada apa ini?''
''Bagus! Selanjutnya biar nanti bos kami yang menjelaskan nya!''
Meninggalkan ketiga pria itu. Di tempat lain Zoya dan Alex sedang berada di rumah mereka. Melakukan aktivitas biasanya saat mereka tengah libur dari kegiatan kampus juga kantor karena memang hari ini hari weekend.
''Zoya!?'' panggil Alex dari dalam ruang kerja.
''Ya? aku datang!'' teriak Zoya yang kebetulan sedang menyirami tanaman yang di tanam sendiri di pekarangan rumah nya.
''Ada apa?''
''Kau sedang apa?''
__ADS_1
''Sedang menyiram tanaman.''
''Kemarilah..'' tangan Alex terulur meminta Zoya untuk datang padanya. Zoya pun melangkah mendekat dan berdiri dengan berjarak sehingga membuat Alex harus beranjak dari duduknya dan menarik lembut tangan Zoya untuk duduk di dekatnya.
''Ada apa?''
''Apa kau tidak ingin melakukan perjalanan bersama ku? misalnya saja keluar negeri?atau keluar kota? Emmm maksud ku kita bisa melakukannya seperti pasangan suami istri kebanyakan..'' Ujar Alex dengan wajah yang sedikit memerah.
Zoya menoleh seketika, menyadari arah yang di bicarakan Alex padanya, kedua terdiam dengan saling memandang. ''Apa dia mengajakku berbulan madu?'' ucap Zoya dalam hatinya.
''Apa sekiranya Yaya setuju dengan ajakan ku?'' ucap Alex juga dalam hatinya.
Keduanya saling terdiam dengan pikiran masing-masing dan beberapa saat kemudian mereka membuang pandangan ke arah berlawanan.
''B-bagaimana? tapi jika kau tidak setuju, tidak apa-apa.'' Ucap Alex semakin pelan.
''Bukan tidak setuju-''
''Berarti kau setuju!'' potong Alex dengan semangat.
''Dua Minggu lagi sidang skripsi, aku harus fokus dengan skripsi yang ku buat bukan? karena aku berharap nilai ku kelak bisa membuat mendiang ibuku bangga.'' Lirih Zoya yang tentunya membuat Alex luluh, menghela nafasnya dan merubah mimik wajahnya dengan cepat.
''Baiklah, aku mengerti.. Aku akan menunggu mu siap, hmmm?'' ucapnya dengan lembut dan tangan nya mengelus rambut panjang Zoya.
''Tapi jika hanya berbelanja ke supermarket bisa?'' tanya Alex yang kemudian langsung di angguki Zoya. Merekapun bersiap untuk pergi berbelanja keperluan mereka seperti biasanya saat mereka tengah libur di akhir Minggu.
Alex yang langsung bangun dari duduknya langsung menarik tangan Zoya dengan lembut yang Zoya sendiri pastinya merasa nyaman akan hal itu karena terlihat dari senyum tipis gadis 20 tahun itu.
Keluar dari ruang kerja, Alex dan Zoya pun segera bersiap untuk pergi, Alex yang mengambil dompet juga kunci mobil dan Zoya yang hanya mengambil ponselnya saja karena memang hanya itu yang biasa ia bawa kemana-mana.
Alex membukakan pintu mobil dan seperti biasa tangan nya ia letakan pada bagian atas pintu untuk memastikan kalau kepala Zoya benar-benar aman dan setelah itu ia baru memutar untuk masuk ke mobil bagian kemudi.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, beberapa orang memperhatikan rumahnya sejak lama dari dalam mobil dan melihat Alex dan Zoya pergi merekapun ikut pergi dengan membuntut dari belakang menggunakan mobil hitamnya.
Sesampainya di pusat perbelanjaan, Alex melakukan hal yang sama untuk Zoya, membukakan pintu mobil dan memastikan kepala istrinya aman saat Zoya keluar dari sana. Berjalan memasuki gedung bertingkat empat yang orang-orang sangat sering mengunjungi nya untuk membeli keperluan mereka.
Namun orang-orang yang membuntuti mereka sejak tadi hanya diam di mobil tanpa berniat apapun, tapi beberapa saat kemudian setelah menerima panggilan telepon terlihat salasatu dari mereka keluar dari sana dan ikut masuk kedalam supermarket dengan bersikap seperti pengunjung pada umumnya.
Dari membeli sayuran sampai keperluan mandi juga yang lainnya Alex terus saja mendorong troli belanja dengan sabar nya yang sudah hampir terisi penuh itu. Tertawa sesekali karena melihat Zoya yang terus memilih satu dari beberapa produk yang paling murah dari lainnya.
Entah Zoya lupa atau bagaimana mempunyai suami yang kaya raya, Zoya terus memilih barang diskon yang menurut nya harganya sangat efektif dan tidak juga buruk akan kualitas nya. ''Sebenarnya apa yang kau pertimbangkan?'' tanya Alex dengan tawanya.
''Pembersih serangga ini biasanya selalu ada harga diskon tapi entahlah hari ini harganya tiba-tiba mahal,'' sahut Zoya yang masih memegangi dua botol pembersih serangga dan mempertimbangkan yang mana yang harus ia ambil.
''Ya sudah kau ambil yang ada diskonnya saja.''
''Tapi ini wanginya aku tidak suka,'' sahut Zoya, Alex pun terheran-heran, ia hanya menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba tangan nya merebut botol yang di pegang Zoya dan memasukkan nya ke dalam troli.
''Alex, aku masih memilih nya!'' omel Zoya.
''Kalau kau suka dengan wangi itu atau kau suka dengan sesuatu, tidak perlu mempertimbangkan harga, karena aku bekerja untuk kau habiskan uangnya.'' Alex melanjutkan langkahnya dengan tangan kiri mendorong troli dan tangan kanannya menggenggam tangan Zoya dengan mesranya.
''Tapi jika benar-benar habis bagaimana?''
''Aku akan berkerja lebih keras lagi..'' keduanya pun tertawa bersama sehingga membuat orang-orang merasa iri karena melihat pasangan itu yang terlihat sangat manis.
Berjalan memasuki lorong khusus produk kebersihan tubuh, seperti sabun sampo dan lainnya. Entah kenapa tiba-tiba sebuah kardus yang terletak di atas rak nyaris saja menimpa mereka namun tiba-tiba juga kardus itu seakan ada yang menarik nya kembali dan alhasil tidak jadi mencelakakan Zoya maupun Alex.
Kejadian itu membuat Zoya terkejut dan Alex pun semakin posesif terhadap keselamatan Zoya yang menurutnya tempat itu tidak terlalu aman karena bisa saja ada yang berjatuhan dan mengenai istrinya.
''Apa kau tidak apa-apa ?'' tanya Alex dengan khawatir.
''Tidak, aku baik-baik saja, tapi bagaimana bisa kardus itu terjatuh dan tiba-tiba seakan ada yang menarik nya kembali?'' lirih Zoya yang masih memperhatikan kardus besar itu,
__ADS_1
''sudah, terlalu di pikirkan.. Kita lanjutkan berbelanja nya ya?'' Zoya pun mengangguk dan melanjutkan untuk berbelanja yang lainnya. Alex memutar kepalanya melihat kembali kardus itu, matanya memicing karena melihat seseorang yang sepertinya sudah mencegah kardus itu jatuh.
''Tapi siapa dia?''