Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Obsesi


__ADS_3

Suara hentakan dari dua orang yang saat ini tengah berlarian membuat orang-orang yang di lewatinya ternganga. Terlebih lagi melihat seorang pria yang tampan dengan penampilan berwibawa yang berlari bersama seorang wanita yang terkenal sebagai wanita separuh pria.


Siapa lagi kalau bukan, Kia dan Alex. Mereka tidak sama sekali menghiraukan pertanyaan-pertanyaan beberapa orang yang ingin tahu penyebab mereka berlari, ''sebelah sini!'' seru Kia pada Alex yang langsung membelokan langkahnya ke arah ruangan ganti, tapi tiba-tiba Kia menghentikan langkah Alex lagi. ''Tapi tunggu!''


''Ada apa lagi ?!''


''Ini ruang ganti wanita, aku akan memanggilnya, anda tunggu disini,'' Alex menghela nafasnya dengan jengkel tapi kemudian ia pun mengangguk setuju dan menunggu Kia untuk memanggil Zoya yang ada di dalam.


Beberapa saat kemudian, Kia pun datang membawa Zoya yang membuntut di belakang dan Alex bergegas menghampirinya.


''Sayang,'' Zoya menatap Alex dengan malas karena masih mengira kalau gaun itu pemberiannya.


Alex membuka cardigan yang di pakai Zoya dan melihat ke bagian belakang, dan benar apa yang di katakan Kia, gaun yang di pakai Zoya saat ini terbilang cukup terbuka yang pastinya tidaklah pantas jika untuk di gunakan di acara wisuda seorang mahasiswa.


''Segeralah ganti,''


''Bukankah kau yang memberikannya-''


''Bukan, tapi nanti saja kita bahasnya. Waktu kita tidak lama lagi.'' potong Kia dan di angguki Zoya yang sudah mengambil kotak berisikan gaun dari Alex.


.


Suara panggilan untuk mahasiswa yang akan mendapatkan gelar sarjana sudah terdengar, dan ada seorang pria yang tidak sabar untuk melihat dari salasatu dari mahasiswa itu. Namun saat gadis ya g di tunggu-tunggu nya terlihat raut wajahnya berubah masam karena harapannya ternyata tidaklah terwujud. ''Kenapa dia pakai gaun yang berbeda?'' Ucapnya pelan.

__ADS_1


Satu persatu mahasiswa yang sudah memakai toga wisuda pun sudah mendapatkan gilirannya, tali pada topi toga akan dipindah oleh Rektor dari kiri ke kanan dan kemudian ada sesi foto bersama dengan para rektor di sana. Dan beberapa saat kemudian acara pun di akhiri dengan para mahasiswa dan rektor berfoto bersama-sama.


Semua orang sudah keluar dari gedung dan saat ini berada di halaman kampus. Berfoto ria dengan anggota keluarga sebagai tanda bukti mereka sudah berada di puncak dan akan memulai kembali kehidupan yang selanjutnya sebagai seorang pekerja keras.


Namun pada saat Zoya sedang berfoto dengan teman-teman dan tidak lupa juga turut mengajak Alex untuk ikut ke dalamnya seseorang menghampirinya dengan wajah kesal.


''Zoya!?'' panggilnya dengan lantang.


Bukan hanya Zoya yang menoleh tetapi semua pun ikut menolehkan kepalanya melihat seseorang itu dengan tatapan aneh. ''Arhan? kemarilah kita berfoto bersama ,'' ajak Zoya dengan ramah.


''Apa kau tidak menyukai hadiah ku?!'' alis Zoya mengernyit juga dengan ya g lainnya, termaksud Kia yang langsung mengerti apa yang sebenarnya arhan coba katakan.


''Ooh jadi kau pengirim gaun itu?'' ucap Alex yang langsung menghampiri Arhan.


''Ya, apa yang salah?''


''Sebenarnya anda tidak perlu repot-repot untuk mengurus istri ku, karena dia sudah punya aku, tapi tidak apa-apa, aku menghargai niat baik mu.''


''Cih, aku tidak perlu ucapan terima kasih mu! tapi aku cukup kecewa padamu Zoya! kau malah mengunakan gaun lain, bukan gaun pemberian ku!'' ucap Arhan dengan meninggi yang tentunya membuat perhatian semua orang teralihkan pada nya.


Zoya pun mendekat, berdiri di samping Alex dan tanpa terduga, ia malah menggenggam tangan Alex dengan sangat inti lalu memamerkan nya pada semua orang. ''Arhan. Benar apa yang di katakan dia, sebenarnya kau tidak perlu repot-repot untuk memberikan ku apapun, karena aku sudah memilikinya untuk mengurus diriku. Dan oh ya! untuk semua orang! aku akan mengumumkan bahwa aku sudah menikah!''


Zoya berteriak keras dan membuat semua orang ternganga atas pengumuman yang ia sampaikan walaupun sebagian sudah ada yang mengetahuinya tapi entah mengapa Zoya begitu lantangnya mengatakan itu lagi terlebih tepat di hadapan Arhan yang juga sudah mengetahuinya.

__ADS_1


''Pria yang saat ini tengah aku genggam, dia adalah suami ku! aku mohon doa kalian semua! dan aku juga akan mentraktir kalian semua makan di restoran berbintang untuk merayakan hubungan ku dengan nya yang sudah berjalan 8 bulan!''


Semua orang pun bersorak gembira karena ucapan Zoya, tapi tidak untuk Arhan yang merasa marah karena menganggap kalau Zoya telah mempermalukan nya sekali lagi di depan mahasiswa.


''Apa kau benar-benar tidak ingin memberikan ku kesempatan, Zoya ?'' tanya Arhan dengan gigi yang saling mengeratkan.


''Kesempatan apa yang kau inginkan, Han? aku berharap kau bisa menemukan gadis yang benar-benar menginginkan mu.'' Zoya menyentuh pindah Arhan berniat memberikan pengertian akan pria 21 tahun itu dapat mengerti dengan baik.


''TIDAK ZOYA! AKU HANYA MENCINTAIMU, HANYA KAMU!!'' Bukan mengerti apa yang di maksud Zoya, Arhan malah berteriak dengan suara nyaring dan mendorong tubuh Zoya sehingga membuat nya hampir saja terjatuh tapi beruntung Alex segera menahan nya.


Melihat istrinya mendapatkan sikap kasar Arhan, Alex pun naik pitam dan berniat untuk menghajar Athan namun Zoya segera menahannya karena mengingat semua orang sedang melihat ke arahnya dan juga tidak mau merusak hari bahagia ini dengan keributan yang tidak penting itu.


Zoya menggelengkan kepalanya memberikan isyarat agar Alex menahan amarahnya. Semua Alex sulit untuk menahan diri namun karena melihat Zoya yang benar-benar memohon dari tatapan nya Alex pun menghela nafasnya lalu membuangnya dengan pasrah. ''Baiklah..''


''Arhan, aku sangat menghargai perasaan mu, tapi itu bukanlah cinta tapi itu adalah sebuah obsesi. Aku tahu kau orang yang baik,'' ucap Zoya lagi.


Arhan diam sesaat namun kemudian ia pun berlalu pergi dengan tatapan kecewa bercampur sedih. Ia tidak tahu apa itu obsesi tapi yang dia inginkan hanya Zoya menjadi miliknya walaupun Zoya juga sudah menolaknya beberapa kali dan terlebih lagi dia juga sudah memiliki suami.


.


Hari sudah mulai sore dan di parkiran, Zoya sedang berpamitan pada ketiga temannya, yang merasa sedih karena mereka akan berpisah dan tidak akan bertemu lagi di kampus juga tidak bisa lagi tinggal di satu ruangan. Setelah selesai berpamitan, Zoya dan Alex segar pergi dari sana.


Di perjalanan mereka masih saling diam, tapi tiba-tiba Alex mengelus kepala Zoya yang masih di sanggul itu. Memberikan senyuman hangat seraya berkata. ''Terima kasih dan selamat ya. Terima kasih sudah mengakui hubungan ini.''

__ADS_1


''Memang seharusnya itu yang terjadi. Dan maafkan aku, aku akan memakai uang mu untuk mentraktir mereka.'' Alex tertawa kecil mendengar nya.


''Dengan senang hati, pakailah sesuka mu, aku akan bekerja lebih keras lagi untuk kebahagiaan mu. Habiskan dan aku akan mencarinya lagi.''


__ADS_2