Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Surga Dunia!


__ADS_3

''Kenapa kau menatapnya seperti itu? apa kau ingin menyentuhnya, hmmm?'' tanya Alex yang tanpa di duga ternyata Zoya malah menganggukkan kepalanya.


Dengan langkah perlahan, Alex menghampiri Zoya yang masih terdiam di tempatnya, menyentuh pundaknya dan tangan kanannya meraih dagu gadis nya dengan lembut. ''Apa aku bisa memintanya sekarang ?'' tanya Alex lagi tapi kali ini Zoya hanya diam dengan tatapan dalamnya.


Perlahan Alex mendekatkan wajahnya dan menjamah bibir mungil Zoya, tidak ada sedikitpun penolakan dari Zoya, justru gadis 20 tahun itu terlihat sangat menikmatinya karena Alex terus membawanya ke dalam kenikmatan yang sesungguhnya.


Tanpa terkendali, Alex terus memainkan indra pengecap nya di dalam mulut Zoya yang sangat terasa hangat itu, menyisir deretan gigi-gigi Zoya yang rapih, mengharap agar Zoya membalas tarungan nya, namun tidak! Zoya hanya diam dengan memberikan kesempatan Alex bersenang-senang di sana, karena memang dia pertama kalinya yang bisa menyentuh Zoya.


Alex melepaskan pagutannya menatap manik Zoya dengan intens, bibirnya mengembang karena melihat mata Zoya yang terlihat sayu menandakan bahwa saat ini Zoya sudah mulai terpancing dan tanpa membuang waktu Alex segera menggendong Zoya keluar dari kamar mandi dan meletakkannya di atas ranjang.


Tanpa melepaskan tatapan, Alex kembali mencumbu Zoya dan di balas dengan Zoya yang sedikit kaku, ya kembali lagi karena memang Zoya bukanlah orang yang berpengalaman dalam hubungan seperti itu.


Tapi Alex dapat memakluminya, merasa kurang dengan bibir mungil Zoya, Alex turun menyusuri leher jenjang Zoya dengan lhidahnya, menyapu dengan brutal dari leher sampai belakang telinga semua Alex jelajahi. Terdengar nafas Zoya yang tidak bisa lagi terkontrol. Dadanya naik turun merasakan nikmat yang luar biasa.


Dhesahan, erangan lirih terus keluar dari mulut Zoya, Alex melirik tubuh Zoya yang terus saja menggelinjang, dengan giginya ia melepaskan kaitan handuk Zoya yang pastinya langsung menampilkan tubuh Zoya yang indah tanpa busana.


Mata Alex berbinar binar, sungguh ia tidak menyangka kalau tubuh bagian belakang yang ia lihat waktu itu kini ia lihat kembali namun bukan hanya belakang, ia juga dapat melihat jelas bagian depannya. Daging yang membulat dengan puncak berwarna merah muda terpampang jelas di depan matanya.


Dan tanpa ingin juga membuat waktunya, Alex segera melahap gundukan gunung indah itu dengan sedikit rakus, dan tangan kirinya bermain lembut pada gunung kanan Zoya. Zoya mengigit bibirnya menahan erangan nikmat itu karena merasa malu jika ia harus mengeluarkan suara itu dengan frontal.

__ADS_1


Alex menyadari jika Zoya masih merasa malu, dengan tangan nya ia mengelus wajah Zoya seraya berkata.''Tidak apa-apa, aku ini suami mu. Izinkan aku mengambil hak ku, hmm?'' tangan Alex kini beralih menuju pada bagian pusat sensitif seorang wanita yaitu segitiga merah muda yang saat ini tangan Zoya masih menutupi nya tapi dengan kelembutan Alex, ia mampu menyingkirkan tangan Zoya yang menghalang jalannya.


Lidah liar Alex terus turun, turun dan turun sampai indra pengecap nya itu menyentuh perbukuan halus yang tertata rapih di atas segitiga merah muda milik Zoya. Sungguh Alex bangga pada istrinya karena Zoya yang ternyata pandai merawat asetnya itu.


Saat lhidahnya menyelisir membelah segitiga milik Zoya, Alex merasakan ada rasa gurih di sana yang menandakan kalau Zoya sudah mulai ho*rny.


Sebenarnya Zoya saat ini tengah benar-benar malu karena ternyata mimpinya itu telah menjadi kenyataan, dan dia juga tidak mengira bahwa apa yang di jaganya selama ini akan di ambil pemilik nya yang sesungguhnya.


Dan sebenarnya Zoya ingin menolaknya tapi karena dia juga merasakan kenikmatan itu, diapun tidak dapat menolak, mengeluarkan suara pun tak mampu karena hanya suara dhesahan dan erangan saja yang mampu ia keluarkan.


Puas bermain di misV, Alex pun menghentikan aksinya sebentar, berdiri menatapnya dengan mata yang sayu, tangannya meraih tangan Zoya,agar Zoya duduk dengan menggantung kedua kakinya.


''Ini milik mu, sayang.'' Ucapnya begitu mendayu-dayu.


''Tapi-?'' Alex menggelengkan kepalanya meminta dengan begitu lembut untuk Zoya menyentuh si Joni yang berurat itu.


'Keras, dan berurat! oh my God !! apa ini benar-benar tangan ku?' batin Zoya bergumam.


Alex pun kembali menciumi bibir Zoya dengan begitu lembut dan sedikit rakus, dan pagi itupun terjadilah peristiwa yang mungkin saja tidak akan di lupakan oleh keduanya. Zoya yang benar-benar di buat melayang dan Alex yang juga merasakan nikmatnya surga dunia yang di di dapati dari Zoya, istrinya.

__ADS_1


Matahari sudah mulai meninggi, namun kedua anak manusia yang baru saja menyatukan diri mereka masih saja tertidur lelap di bawah selimut yang sama dengan sama-sama tidak berbusana.


Alex mengerjapkan matanya, melihat bidadari nya ya ng masih memejamkan matanya, dengan jahilnya ia meniup-niup wajah Zoya, merasa ada yang menerpa wajah nya Zoya pun terbangun dan melihat Alex yang saat ini tengah mengganggu tidurnya.


''Jangan menganggu ku.. Badan ku terasa sakit semua..'' keluh Zoya dengan lirih. Ada sedikit merasa bersalah pada diri Alex karena nya Zoya merasakan itu, tapi itu juga bukan kesengajaan, melainkan memang kebutuhan masing-masing.


''Maafkan aku. Sebagai ganti nya biar aku masakan sesuatu, bagaimana ?'' ucapnya dan Zoya mengangguk.


''Baiklah, kau lanjutkan tidur mu, aku akan membersihkan diri dan setelah itu segera memasakkan sesuatu untuk mu.'' Cup' Alex pun mengecup kening Zoya dan beranjak dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi tanpa berbusana, dan kemana rasa malunya? entahlah.


Belum lama Alex masuk kamar mandi, terdengar suara pintu terbuka lagi dan kepala Alex pun keluar dari sana memanggil-manggil Zoya yang sebenarnya sudah mulai terlelap kembali tapi karena panggilannya Zoya terpaksa membuka matanya walaupun terasa berat.


''Hmmmm..'' sahut Zoya.


''Setelah memakan makanan mu, aku akan memintanya kembali..'' ucap Alex yang langsung menutup pintu nya rapat-rapat karena Zoya yang akan melempar sesuatu ke arahnya.


Wajah Zoya saat ini sudah merah padam, bukan karena marah melainkan malu! ya dia benar-benar malu, karena mengingat bagaimana ia mengerang keras dan kuku-kuku jari nya yang panjang meninggalkan bekas di tubuh Alex.


''Astaga... ternyata mimpi itu menjadi kenyataan !!'' jerit Zoya di bawah bantal.

__ADS_1


Dan di dalam kamar mandi sana, Alex tertawa kecil karena berhasil membuat Zoya salah tingkah sebab ia memintanya kembali. Ia melihat ada bercak-bercak pada perut bagian bawahnya, ada sedikit kebanggaan karena beruntung memiliki Zoya seutuhnya dan mendapatkan apa yang benar-benar di jaga oleh wanita manapun itu, yaitu sebuah mahkota yang sesungguhnya yang patut di jaga!


__ADS_2