
Sikap cuek yang ada pada diri Zoya memang tidak sepenuhnya menghilang, tapi perlahan Zoya dapat menetralkan perasaan yang harus ia utarakan dan apa yang semestinya ia simpan pada lubuk nya.
Setelah Alex melamar nya di pantai kemarin, dan mengucapkan akan menikahinya sekali lagi karena memang saat pernikahan yang pertama mereka hanya menjalankan sesuai surat perjanjian.
Alex pun sudah merobek surat perjanjian itu yang ia simpan di berangkas pribadinya di hadapan Zoya. Yang tentu membuat Zoya sepenuhnya menaruh percaya padanya.
''Selamat pagi..'' Suara serak khas bangun tidur Alex terdengar, Zoya yang baru saja mengerjakan matanya dan sudah langsung mendengar juga melihat wajah Alex sedekat itu hanya tersenyum.
Tidak ada lagi batasan menggunakan bantal guling pada sisi tengah antara Zoya dan Alex, Alex mengusap pipi mulus Zoya dan mengecup kening nya. Gadis 20 tahun itu tidak menyangka nasib rumah tangga yang dimulai dari surat perjanjian akan berakhir semanis ini yang dia kira tidak akan bisa merasakan manisnya kehidupan suami istri.
''Apa kau bisa hari ini ikut ke kantor bersama ku?'' tanya Alex dengan lembut.
''Tapi hari ini aku harus menyerahkan proposal skripsi ke dosen pembimbing..''
''Apa tidak bisa melalui daring?'' Zoya menggeleng dengan cepat.
''Tidak! aku juga perlu tanda tangannya,'' Alex terdiam sebentar kemudian ia memberikan senyum yang penuh arti.
''Kalau begitu aku akan mengantarmu dan menunggu mu, kemudian setelah itu kau akan ikut dengan ku ke kantor, tidak ada penolakan! hmmm?''
Sesuai apa yang di katakan Alex, ia mengantarkan Zoya terlebih dahulu ke kampus dan menunggu nya di depan gedung kampus, walaupun sebenarnya hari ini ada meeting dengan beberapa pemegang saham tapi Alex tidak mempermasalahkan itu, karena ia sudah meminta Mark untuk menundanya beberapa jam.
1jam 22 menit, Alex menunggu Zoya dengan sabarnya di dalam mobil, merasa haus Alex pun keluar dari mobil menuju sebuah minimarket yang ada di dekat sana, namun belum saja ia melangkah lebih jauh, matanya melihat Zoya yang berlarian ke arahnya tapi ia juga melihat seseorang yang juga berlari mengikuti Zoya tak tak lain adalah Arhan.
''Zoya tunggu!'' Zoya pun yang di panggil berhenti dan Arhan memperlambat langkahnya dan berdiri didepan Zoya yang sudah memundurkan satu langkah kakinya memberikan jarak di antara mereka.
''Ada apa?'' tanya Zoya.
''Ini, mungkin kau akan membutuhkan itu untuk sidang perdana mu nanti..'' ucap Arhan memberikan sesuatu pada Zoya. Zoya menoleh ke arah Alex yang berdiri cukup jauh dari nya tersenyum sebentar kemudian kembali menatap Arhan.
__ADS_1
''Ambil balik itu Arhan, maaf aku tidak bisa menerima nya,''
''Tapi aku hanya ingin membantu mu,''
''Aku mengerti niat baik mu, tapi aku tidak ingin pria yang berdiri di sana salah paham karena kebaikan mu. Kalau begitu aku ke sana dulu ya, dia sudah lama menunggu ku.''...
Alex yang sedari tadi berdiri memperhatikan Zoya dan Arhan merasa senang karena ternyata Zoya mengerti posisinya juga menjaga perasaan Alex yang bisa saja salah paham lagi dengan apa yang tidak terjadi. ''Sudah selesai?'' tanya Alex mengusap kepala Zoya dengan sayang dan itu dapat di lihat Arhan yang bersedih karena melihat keromantisan pasangan itu.
''Heuum... Kau mau kemana?''
''Tadi aku merasa haus, tapi setelah melihat istriku menolak pria lain karena aku, rasa haus pun hilang. Ayo..'' Alex meraih tangan Zoya dan merekapun bergandengan menuju mobil mereka.
Sungguh hati Arhan saat ini merasa sedih juga kecewa melihat Zoya, gadis yang ia sukai sejak lama sudah bersama dengan pria lain, menyeret kakinya dengan kepala yang tertunduk keresahan Arhan dapat di lihat dari kondisinya saat ini.
Sepanjang perjalanan, Alex tak henti-hentinya mengusap tangan Zoya yang memang tak terlepas sejak mereka menaiki mobil, sesekali juga Alex mengecup punggung tangan Zoya yang membuat Zoya terus bersemu malu.
Sesampainya mereka di kantor, Zoya yang masih takut terpergok para karyawan tidak berani turun dari mobil, tapi Alex malah membukakan pintu untuk Zoya yang tentu membuat kelabakan. ''Alex, mereka akan melihat-''
''Sssstttt, sekarang aku tidak peduli. Hati-hati ..'' Tangannya ia letakan tepat di atas kepala Zoya karena takut melukai istrinya. Alex dengan keras kepala meminta Zoya untuk turun dan Zoya pun turun dari sana dengan hati yang was-was.
Dua pria penjaga pintu tidak lagi terkejut melihat adegan itu, karena memang mereka sudah mengira kalau Zoya lah gadis yang ternyata adalah nyonya mereka karena sikap tuan Louis tempo hari itu.
Mark yang baru saja turun dari lift segera menghampiri Alex dan Zoya menyambut mereka dengan hormat, niat Mark untuk hengkang dari perusahaan pun ia urungkan karena Alex yang sudah memastikan hubungan antaranya dengan Zoya.
Dengan posesifnya Alex terus saja menggenggam tangan Zoya walaupun Zoya terus saja berbisik untuk dilepaskan tapi tetap saja sikap posesif Alex yang tiba-tiba muncul itu tidak sama sekali terkendali.
Karyawan-karyawan pria yang pernah bekerja bersama Zoya menyapanya dengan senyuman namun segera Alex halau dengan berdiri tepat di depan Zoya menghalangi para karyawan pria melihat Zoya.
''Kenapa kau tersenyum pada istriku ?!!'' tanya Alex dengan ketus.
__ADS_1
''M-maaf Presdir,,''
''Jaga mata kalian!'' Alex terus memperhatikan para karyawan itu dengan tatapan tajamnya agar tidak menatap Zoya, sungguh Zoya saat ini benar-benar merasa malu karena sikap Alex.
''Selamat pagi Tuan.. Nyonya..'' ucap seorang manager yang juga seorang pria.
''Ck, tidak perlu tersenyum padanya.'' Ketus Alex lagi.
''Mark kenapa mendadak banyak karyawan pria disini !''
''Hah? tapi sejak dulu memang disini 80% karyawan pria, Lex..'' sahut heran Mark pada teman nya sekaligus bosnya itu.
''Iyakah? aku baru tahu itu ,,'' Mark memutar matanya dengan malas karena sahutan Alex yang menurutnya sangat aneh itu.
''Seketika dia menjadi bodoh..'' gerutu Mark.
Mark menekan tombol lift untuk Alex dan Zoya dan ketika bos dan istrinya sudah menaiki lift, Mark pun mengurungkan niatnya untuk naik lift dengan mereka karena mendengar suara keributan di pintu utama.
Matanya memicing tajam melihat seorang wanita berbaju merah sedang mengamuk karena tidak di beri masuk oleh penjaga pintu.
''APA KALIAN TIDAK MENGETAHUI AKU SIAPA! INI, LIHAT!! AKU SUDAH SERING KESINI !!'' ..
''Maaf Nona, tapi anda ada dalam daftar hitam pada buku tamu kami,''
''DAFTAR HITAM?!! siapa yang berani melakukan itu!''
''Aku!''
''Mark? kau!!''
__ADS_1