Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Janji Alex


__ADS_3

Zoya terpaksa harus mengundurkan diri nya dan berpamitan pada semua teman-temannya juga dengan panitia pelaksana acara yang juga terpaksa harus mengizinkan Zoya untuk lebih dulu pergi dan tidak ikut lagi berpatisipasi dalam kegiatan kampus.


Satu persatu Zoya Salami dan tiba saatnya Zoya berhadapan dengan Arhan yang menatapnya dengan mata yang sayu. Entah apa yang ada di pikiran nya, yang Zoya tahu Arhan hanya menatap dengan lembut.


''Kalau begitu aku pamit ya semuanya...'' teman-teman nya pun melambaikan tangan kepadanya, tapi sebelum Zoya benar-benar pergi menyusul Alex yang menunggunya di dalam mobil, Arhan kembali berbuat ulah yang pastinya membuat Alex mengambil ancang-ancang waspada.


''Zoya?!! aku tahu pasti kau marah padaku, tapi aku meminta jangan membenci ku, ya?'' ucap Arhan, Zoya menghela nafasnya dan hanya tersenyum dan mengangguk.


Mata Alex tak berkedip melihat ke arah Zoya dan Arhan yang sedang berbincang, tapi ketika ia melihat Arhan mengulurkan tangannya pada Zoya dan di sambut oleh Zoya dengan baik, Alex segera keluar dari mobil, merasa tidak rela jika anggota tubuh Zoya tersentuh oleh pria lain.


''Terima kasih sudah memberikan kesempatan ku untuk mengutarakan rasa ku, tapi sungguh aku tidak terlalu berharap kau akan membalasnya.'' Ucap Arhan yang masih menggenggam tangan Zoya.


''Tidak apa Han, tapi aku minta maaf, kedepannya kita tidak bisa seperti biasanya,'' balas Zoya yang membuat Arhan seketika murung, tangan kiri Arhan bergerak lagi menyentuh punggung tangan Zoya, membelainya dengan senyuman pasrah.


Tapi tiba-tiba, tangan Arhan di tepis dengan kasar oleh seseorang yang tidak lain adalah Alex.


''Emmm kalau begitu, aku pamit. Bye semua..'' Zoya segera menarik tangan Alex karena tidak ingin ada keributan lebih parah lagi seperti sebelumnya dan membuat semua orang merasa terganggu.


Zoya terus menarik Alex sampai ke samping mobil yang di parkir nya beberapa meter dari tempat teman-temannya, mata Alex terus saja menatap tajam pada Arhan tapi begitu Zoya menyentuh pipi Alex untuk mengalihkan pandangannya dari Arhan untuk segera naik ke mobil, mata yang menajam seketika melembut. Dan mereka pun pergi dari sana.


''Kelak aku tidak mau melihat dia ada di dekat mu!'' ucap Alex tiba-tiba.


''Hmmm.. Bagaimana bisa?aku dan dia satu kelas, satu jurusan dan satu kampus juga,''


''Kalau begitu aku bisa memindahkan mu ke universitas lain yang lebih bergengsi, bagaimana ?''

__ADS_1


''No! beberapa bulan lagi ujian akhir semester. Aku ingin fokus di sana.'' Tolak Zoya dengan tegas.


Lima jam perjalanan akhirnya Zoya dan Alex pun sampai di rumah mereka, tapi saat Alex akan turun dari mobil ia melirik ke arah Zoya ternyata dia sudah tertidur pulas di sana.


Alex mengangkat tangan nya menyentuh rambut Zoya yang tergerai bebas yang beberapa helai menutupi wajah Zoya. Bibir Alex melengkung dengan sendirinya, dan dengan hati-hati ia membuka seat belt Zoya dan turun lebih dulu untuk membawa Zoya.


Membawa Zoya ke dalam gendongannya sampai ke kamar mereka, karena lelah Zoya tidak sama sekali terganggu dan terbangun walaupun Alex harus melewati beberapa anak tangga dan menaruhnya di ranjang, Zoya tetap terlelap.


''Aku meminta kepercayaan mu, sayang.'' Cup. Alex mengecup kening Zoya dan menyelimutinya dengan benar lalu kemudian ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya.


Beberapa saat setelah sudah lebih segar dan mengganti pakaian sebelumnya menjadi pakaian khusus tidur, Alex melangkah ke arah ranjang dimana Zoya yang terlelap. Naik ke atas tempat tidur tapi tidak langsung merebahkan tubuhnya, ia duduk di sisi ranjang lainnya dan meraih laptopnya.


Seperti biasa, Alex selalu mengecek pekerjaannya sebelum tidur, dengan kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya menambah kesan tampan pada Alex, sayang sekali Zoya tidak menikmati itu semua karena masih hanyut dalam mimpinya.


''Euuummm'' Zoya bergumam dalam tidurnya dan tangannya berpindah pada kaki Alex yang masih memangku laptop nya.


____


Matahari sudah menunjukkan cahaya nya namun tidak mampu menembus masuk gorden jendela kamar suami istri itu.


Tapi karena sudah biasa bangun di pagi hari, Zoya pun mengerjapkan matanya, menggeliat sebelum benar-benar bangun tapi saat tangan nya bergerak ia merasa menyentuh sesuatu di sampingnya dan ternyata tubuh Alex bagian dadanya.


''Astaga.. '' ucapnya yang sudah memindahkan tangan nya dari dada Alex yang terasa bidan dan kekar.


Entah ada bisikan setan dari mana, tiba-tiba Zoya merasa tertarik untuk menyentuh lagi dada bidang Alex. ''Hihihi, apa-apaan aku ini, tapi seru juga... keras tapi empuk,'' gumam Zoya dengan tawa kecilnya.

__ADS_1


Merasa tidak puas menyentuh dada Alex, Zoya berpikiran untuk beralih pada wajah tegas Alex. Bulu-bulu halus yang ada di kedua pipi Alex lah yang membuat Zoya merasa tertantang untuk menyentuhnya secara langsung.


Jari-jari lentik Zoya terus merabah pipi Alex sebelah kiri dan tanpa sadar lagi, jari Zoya beralih pada hidung lalu turun ke bibir tebal Alex. Terus bermain pada wajah Alex sampai ketika Alex pun berdehem dan membuat Zoya terkejut sehingga menarik tangan nya sendiri namun tangan Alex menahannya.


''Bagaimana? apa sudah puas bermain-main dengan wajah tampan ku?'' tanya Alex yang langsung merubah posisi tidur nya dengan memiringkan tubuhnya sehingga dapat melihat jelas wajah Zoya yang bersemu.


''K-kau sudah bangun ?''


''Euuhmmm.. Aku bahkan mendengar cekikikan mu,'' Zoya semakin di buat malu karena Alex terus menggodanya.


''Aku akan pergi mandi-'' Zoya yang sudah akan beranjak di tahan Alex dan kini posisi mereka yang Zoya berada di bawah dan Alex yang berada di atasnya.


Mata Zoya berkedip beberapa kali, nafasnya tidak lagi teratur juga jantungnya yang berpacu lebih cepat. Alex terus menatap Zoya secara bergantian, entah kapan terakhir kali ia sedekat itu pada Zoya, tapi Alex benar-benar merasa itu adalah pertama kalinya walaupun sebelumnya ia sudah berbuat lebih dari itu pada Zoya.


''Kenapa wajah mu memerah?'' tangan Alex yang masih menindihnya.


''Ti-tidak, kau bisa pindah tidak ? aku ingin pergi ke kamar mandi.''


''Kenapa buru-buru sekali?'' tanya Alex lagi yang Zoya sendiri tidak bisa lagi menjawabnya.


''Jika mau takut, kenapa harus memulai nya?'' Zoya memasang wajah bingung nya. ''Kau tahu? kau sudah mengundang adik ku, dan dia sudah meminta hak nya.'' Ucapnya lagi dengan sedikit berbisik.


Alex mendekatkan wajahnya pada Zoya yang sudah memejamkan matanya dengan sangat rapat. Dekat, dekat dan semakin dekat! beberapa saat Zoya masih memejamkan matanya namun kemudian ia pun membukanya dan ternyata melihat wajah Alex yang sudah sangat dekat dan bahkan hidung mereka nyaris bersentuhan.


''Aku janji, tidak akan meminta hak ku sebagai suami mu jika kamu tidak mengizinkannya. Cup.''

__ADS_1


Alex kembali merebahkan tubuhnya ke tempatnya, seraya berucap lagi. ''Mandilah, dan dandan yang cantik, aku ingin mengajak mu kesuatu tempat.'' Ucap Alex dan Zoya pun segera bangun dan berlari ke kamar mandi.


__ADS_2