Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Mark dan Kiandra


__ADS_3

Tidak aktif?


Mark menjauhkan gawainya dari telinga nya setelah mendengar suara operator seluler yang menjelaskan bahwa pemilik nomor sedang di luar jangkauan.


Merasa tidak lagi bisa memejamkan matanya, dan lagipula matanya pun sudah tidak merasa mengantuk, Mark memutuskan untuk sekedar berjalan-jalan atau lebih tepatnya olahraga di malam hari.


Berlari menyusuri paving blok yang rapih di halaman komplek apartemen, Mark menggunakan pakaian santai nya, celana pendek dan hoodie nya yang membuat penampilan Mark yang biasanya memakai setelan jass tapi kali ini penampilan nya sangatlah santai dan itu jarang di lihat oleh orang-orang.


Merasa belum juga puas berlarian mengelilingi komplek, Mark berniat untuk pergi ke laut area apartemen untuk menuju taman yang ada di sebrang jalan, namun baru saja ia akan keluar dari area komplek, sudut matanya menangkap seseorang yang sedang duduk halte tepi jalan.


'Malam-malam begini seorang wanita duduk seorang diri dengan rambut yang di gerai?' tengkuknya terasa berat dan dingin, apa hantu juga akan menampakkan dirinya di bawah lampu yang terang? Mark memutuskan untuk melangkah mendekat.


Degh


Ternyata wanita yang dia kira hantu adalah gadis yang dia sangat kenal.


Sangat! Kiandra ?


''Kiandra? kau kah itu?'' tanya Mark memastikan penglihatannya masih bagus.


Gadis itupun mengangkat wajahnya, mata mereka bertemu cukup lama, Mark yang terhenyak ketika melihat mata Kiandra yang sembab dan Kiandra yang sedikit terkesima dengan penampilan Mark yang tidak seperti biasanya.


Dengan kontur wajah yang tegas, mata yang besar dengan batang hidungnya yang mancung dan di tambah ada keringat yang membasahi dahi serta rambut hitam milik Mark. Gadis yang memiliki nama Kiandra menelan ludah dengan susah payah.


''Mark?'' sahut Kiandra setelah menyadarkan dirinya dari lamunannya sesaat.


Mark menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan. ''Kamu sedang apa di daerah sini, malam-malam begini ?'' tanya Mark penasaran.


Tanpa di duga oleh laki-laki 28 tahun itu, gadis yang baru beberapa bulan ini ia kenal beranjak dari duduknya dan langsung memeluk dengan sangat erat. Mark yang terkejut hanya diam mematung dengan kedua tangannya yang terangkat. Memasang wajah terkejutnya Mark bahkan tidak bergerak sedikitpun.


Lidahnya seakan keluh sulit berbicara, matanya beberapa kali mengerjap berusaha menalarkan apa yang terjadi saat ini. Dia lelaki normal dan saat ini sedang di peluk oleh gadis manis dengan sangat erat nya.

__ADS_1


Mark! mimpi apa kau tadi?


Beberapa saat kemudian Mark tersadar akan getaran dari tubuh Kiandra, yang menandakan kalau dia sedang menangis di pelukannya.


''Apa kau baik-baik saja ?'' tanya Mark namun Kiandra tidak bergeming.


''Kau bisa tenangkan diri mu di apartemen ku, bagaimana ?'' ucap Mark lagi, dan Kiandra pun melepaskan pelukannya dan mengangguk.


Mark memapah tubuh ringkih Kiandra dengan perasaan gugup, sungguh ia sudah lama tidak sedekat ini dengan seorang wanita dan terakhir kalinya ia dekat dengan wanita waktu dia duduk di bangku sekolah menengah atas.


Sepanjang jalan, lorong dan saat di dalam satu lift yang sama pun, Mark dan Kiandra hanya diam dengan sesekali terdengar isakan lirih dari Kiandra. Mark yang mendengarnya dapat menebak bahwa apa yang terjadi pada Kiandra bukan sesuatu yang biasa.


Sesampainya di ruangan dimana ruangan itu sangatlah rapih dan wangi. Kiandra memperhatikan sekelilingnya dengan tatapan kagum karena jarang sekali tempat tinggal seorang pria bisa serapih ini.


''Duduklah, biar ku ambilkan sesuatu,'' Mark berlalu setelah menuntun Kiandra untuk duduk.


Beberapa saat kemudian, Mark pun kembali dengan tangan nya yang membawa sebuah minuman kaleng yang sedianya beralkohol, ya dia hanya mempunyai itu di lemari pendingin nya.


Belum juga Mark selesai berbicara, Kiandra sudah merebut minuman kaleng itu dari tangan Mark, menenggaknya sampai setengah kaleng, matanya yang basah terpejam sesaat mencerna minuman yang sepertinya baru ini ia cicipi.


Setelah mengambil jeda, Kiandra akan menenggaknya lagi tapi Mark sudah merampas nya kembali dari tangan nya. ''Jangan, jika tidak terbiasa. Aku akan mengambilkan mu air mineral saja.'' Ucapnya dengan berlalu ke dalam.


Tapi baru saja langkah ke lima, Kiandra yang tadi sedang duduk tiba-tiba sudah memeluk Mark kembali dari belakang dan lagi-lagi Mark di buat membisu seperti patung dengan tangan yang tidak menyentuh tangan putih Kiandra yang melingkar.


''Mark, tolong maukah kau menolong ku,'' lirih Kiandra dari balik tubuh kekar Mark.


''Me-menolong mu? apa?''


''Nikahi aku!''


BALM !

__ADS_1


Bak mendengar suara bom atom, Mark terkejut bukan main, ia seketika melepaskan dekapan erat Kiandra dan memundurkan satu langkahnya. Menatap heran dengan gadis yang saat ini berdiri di depannya.


''Tidak mungkin kan kau mabuk karena minuman ini?''


Kiandra menggelengkan kepalanya dengan lemah.


''Ya! kau pasti mabuk karena tidak terbiasa dengan kandungan alkohol yang ada di minuman ini'' Mark masih berpikiran positif dengan apa yang di katakan Kiandra padanya barusan.


''Nggak Mark, aku tidak mabuk! aku sadar!''


Mark mengerjapkan matanya berulang kali. Ada apa dengan gadis ini, datang mencarinya dan tiba-tiba meminta untuk di nikahi oleh nya? apa jangan-jangan..


Mark menurunkan pandangan nya ke arah perut rata Kiandra, menduga bahwa saat ini Kiandra sedang hamil dari seseorang yang tidak ingin bertanggung jawab atas dirinya dan calon anaknya.


Kiandra mengikuti kemana arah pandang Mark. Ya sangat aneh memang! seorang gadis yang seharusnya di pinang dan menunggu lamaran justru dia yang meminta di nikahi.


''Apa aku terlihat murahan, Mark?''


''Hah? ap-apa? tidak, tidak begitu. Maksud ku anu, euumm aku hanya bingung kenapa kau tiba-tiba-''


''Ya memang permintaan ku terdengar sangat konyol, tapi aku hanya lelah Mark, aku lelah menghadapi mereka yang tidak pernah adil padaku''


Kiandra luruh ke bawah lantai, ia berjongkok dengan memeluk kakinya sendiri, sungguh diapun merasa sangat malu, malu karena meminta hal yang konyol pada seorang pria yang bahkan tidak memiliki hubungan apapun padanya hanya sekedar rekan bisnisnya saja!


Kembali menangis meratapi dirinya yang terlihat murahan karena melamar seorang pria lebih dulu. Jika memang ada tikus ataupun binatang lainnya yang lewat, mungkin saja ia buang mukanya itu untuk makan binatang-binatang yang lewat di hadapannya.


Mark yang bingung harus melakukan apa, seketika ikut berjongkok dan memeluk Kiandra tanpa sadar, menepuk-nepuk punggung Kiandra agar gadis itu bisa sedikit lebih tenang, dan benar saja tangis Kiandra pun perlahan mereda.


''Jangan menangis lagi. Aku tidak pernah menganggap mu murahan. Mereka yang kau bilang itu mungkin saja keliru dengan dirimu. Kau harus kuat dan buktikan bahwa kau lah yang terbaik sampai semua bersikap adil terhadap mu dan menyesali perbuatannya terhadap mu.''


Perkataan manis dan hangat Mark membuat Kiandra terpanah, apa pria ini selalu berkata manis pada gadis lain. Tapi sungguh Mark bagaikan malaikatnya yang membuat hatinya menghangat dan tenang dalam sekejap.

__ADS_1


__ADS_2