Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Cidera


__ADS_3

Di meja makan, dua insan anak manusia itu sedang menikmati makan siangnya nya bersama yang di pesan Alex dari aplikasi hijau milik nya, ya mereka baru sempat mengisi perut karena pagi tadi mereka melakukan olahraga bertukar keringat di atas ranjang sana.


Berulang kali, Alex melirik Zoya yang sedang memasukkan makanan ke mulutnya dengan perlahan, dilihatnya Zoya yang sepertinya sangat tidak nyaman dengan posisi duduk nya, keningnya mengernyit heran seraya bertanya ''ada apa?'' Zoya menoleh dengan cepat.


''Hmmm.. ti-tidak!'' jawab Zoya dengan wajah yang memerah.


Kepala Alex mengangguk-angguk dan melanjutkan makam namun telinga nya mendengar decihan Zoya yang seperti menahan rasa sakit, alat makan yang ia pegang seketika ia letakan di atas piring dan kembali bertanya pada istrinya dengan lembut.


''Ada apa sayang?''


''Ti-tidak, sungguh!'' sahut Zoya berusaha meyakinkan namun Alex tetap saja merasa aneh dengan raut wajah Zoya dan saat ia mengingatkan pergelutannya, ia baru menyadari bahwa saat ini Zoya sedang merasakan sakit di area sensitifnya.


''Apa masih terasa sakit ?'' dan akhirnya Zoya pun mengangguk malu-malu. Alex tersenyum lembut dengan tangannya meraih tangan kanan Zoya.


''Maaf ya..'' ucapnya lirih karena merasa bersalah, yang seharusnya ia bisa menyesuaikan ritme permainan nya tapi karena memang terbawa suasana panas Alex tidak menyadari itu, yang memang pengalaman pertama bagi Zoya yang pastinya belum terbiasa akan hal itu dan langsung mendapatkan permainan ekstra dari Alex tentu membuat Zoya sedikit kualahan dan merasakan sakit di area sensitifnya.


''Apa perlu kita periksakan?'' Zoya menggelengkan kepalanya dengan cepat.


''Tidak perlu, ya itu tidak perlu, Alex.'' Tolak Zoya dengan yakin.


''Apa kau yakin?'' Zoya hanya menjawab nya dengan anggukan saja.

__ADS_1


Apa tidak memalukan jika Zoya harus memeriksakan dirinya karena melakukan hal intim seperti itu? tapi sungguh yang di rasakan Zoya saat ini benar-benar menyiksa nya.


Selesai dengan makan siang, Zoya tidak di perbolehkan untuk membersihkan bekas makan mereka, dan bahkan Alex menggendong Zoya hanya untuk kembali ke kamar mereka. Entahlah wajah Zoya semerah apa saat itu, yang pastinya dia benar-benar malu karena mendapatkan perlakuan seperti itu dari Alex hanya karena merasakan sakit di area sensitifnya itu.


''Apa kau tidak pergi ke kantor ?''


''Tidak! aku sudah menghubungi Mark, dia yang akan mengandle semuanya.''


''Lalu, kau mau apa di rumah?''


''Menemani istri ku,'' jawab Alex dengan raut wajah penuh dengan ceria, matanya mengerlip sebelah setelah mengecup kepala Zoya.


''Aku akan kembali sebentar lagi, kau tunggu disini saja. Ini ponsel mu, mengobrol lah dulu dengan teman-teman mu, karena sejak tadi mereka berisik sekali mencari dirimu.'' Ucapnya yang kemudian berlalu pergi dari sana, Zoya tertawa kecil karena tingkah Alex yang semenggemeskan itu.


Sehari, dua hari dan tiga hari lamanya, Zoya masih juga merasakan sakit di area **** * nya itu, Alex yang merasa tidak tega pun segera menghubungi dokter yang ia percayai untuk memeriksakan Zoya, dan perlu dikonfirmasi lagi bahwa dokter yang ia panggil adalah seorang wanita! ya, wanita. Sebenarnya Mark sudah merekomendasikan dokter-dokter yang bagus namun karena seorang pria, Alex terus menolaknya dan kebetulan Mark mengenal satu orang dokter wanita yang memang tinggal di sebuah daerah yang jauh dari tempat mereka.


Ya tapi karena Alex yang memintanya, mau tidak mau, Mark pun segera menghubungi nya walaupun harus melalui berbagai macam cara.


''Bagaimana?'' tanya Alex tidak sabar.


''Tuan Alex, nyonya Zoya tidak ada masalah serius seperti yang anda khawatirkan, beliau hanya syok karena mendapatkan perlakuan khusus Anda, hal ini sering terjadi pada pengantin baru, saya sudah memberikan vitamin untuk istri anda. Jadi anda tidak perlu khawatir lagi.'' Jelas dokter wanita tersebut.

__ADS_1


''Kenapa sampai berhari-hari jika memang tidak ada hal yang serius!'' sungut Alex.


''Seperti yang saya sampaikan tadi, hal ini biasa terjadi pada seorang wanita yang baru saja melakukan hubungan intim, terlebih lagi jika Mr P anda yang berdiameter besar dari rumah di **** * istri anda ini.'' Alex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, merasa bahasa sang dokter yang membuat nya kebingungan namun ia berusaha untuk mencernanya.


''Tapi saya minta, anda berikan nyonya Zoya waktu 2 hari lagi untuk anda jamah kembali, karena saat berhubungan pasti terjadi pembengkakan signifikan pada organ luar, termasuk vulva dan **** * itu sendiri. Namun tenang saja, pembengkakan akan berkurang dan **** * pun bisa kembali dalam keadaan normal seperti biasa.'' Ujar sang Dok kemudian. ''Kalau begitu saya pamit untuk diri.'' Sambung nya yang kemudian berlalu pergi.


Alex menatap Zoya yang tertidur di atas ranjang sana, merasa bersalah atas ulahnya namun itu memanglah kebutuhan bersama bukan? diri Alex yang lainnya berusaha membenarkan apa yang dilakukannya.


Dua jam lamanya Zoya tertidur, dan saat gadis 20 tahun itu mengerjapkan matanya, yang pertama kali ia lihat adalah wajah suami nya yang tertidur di samping nya, tangannya mengusap lembut wajah tegas Alex yang langsung membuat Alex terbangun.


''Kau sudah bangun, sayang? apa masih terasa nyeri? bagaimana keadaan mu sekarang?'' tanya Alex dengan berentet.


''Aku sudah tidak apa-apa, tapi lain kali bisa tidak pelan-pelan.'' Ucapnya dengan pelan dan langsung di angguki Alex lengkap dengan senyum nya yang ceria.


''Siap Nyonya! apa bisa kita melakukan nya sekarang juga?!'' seketika Zoya memasang wajah murungnya dengan bibir yang ia manyunkan, dan Alex pun tertawa karena melihat ekspresi wajah Zoya yang menggemaskan menurutnya.


''Hahahhaha,, tidak sayang. Aku hanya bercanda saja.'' Ucapnya.


Di Perusahaan, Mark yang kewalahan dengan berkas-berkas terus saja mengeluh karena Alex yang masih saja belum juga bisa datang ke kantor.


''Apa yang sebenarnya dia lakukan, sampai harus berhari-hari absen dari pekerjaannya,'' gerutu Mark dengan kesal tanpa melihat ada seseorang yang berdiri di sebrang mejanya dan lalu memukul kepalanya dengan sebuah benda berbentuk pipa terbuat dari kayu yang biasa pria dewasa gunakan untuk merokok.

__ADS_1


''Maka dari itu kau harus mencari wanita untuk kau nikahi, agar kau bisa tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan!'' ujar seseorang itu yang ternyata adalah Louis, paman Alex. Pemimpin tertua perusahaan.


Mark mengerjapkan matanya berulang kali dan setelah itu ia hanya memamerkan gigi putih nya dengan senyum Pephsodent nya.


__ADS_2