
Tibalah saatnya hari dimana para mahasiswa-mahasiswa tunggu-tunggu yaitu hari perayaan kelulusan, hari pengakuan sebagai seorang sarjana, tanda ia sudah tamat dalam perjuangannya.
Kamar asrama dengan nomor pintu 101, yang terdiri dari 4 gadis yaitu Zoya dan teman-temannya, mereka sudah menggunakan pakaian nya masing-masing. Gaun yang warna nude dan terlihat kompak walaupun dengan model gaun yang berbeda.
Ya belakangan ini Zoya memang tinggal di asrama karena harus mengikuti gladi resik hari kelulusan juga mempersiapkan lainnya dan itu Alex tidak terlalu mengetahui karena memang ia juga tengah di sibukkan dengan pekerjaan nya yang memang harus di kerjakan.
Tapi tidak membuat pria 28 tahun itu lupa akan hari ini yang dia sendiri harus menghadiri acara penting Zoya yaitu dimana Zoya di akui sebagai mahasiswa kelulusan terbaik dengan nilai-nilai yang bagus dan patut di banggakan.
Zoya merasa senang mendapatkan hadiah gaun yang cantik itu, tapi entah kenapa hatinya merasa tidak nyaman, seperti ada sesuatu yang membuat nya khawatir, tapi apa? entahlah Zoya pun tidak mengerti!
Satu persatu rangkaian pengisi acara pun terlaksana, para mahasiswa yang akan di panggil untuk ke atas panggung, masing-masing merasa gugup. Dan di tempat lain tepatnya di jalan Alex yang kebetulan akan mengganti pakaiannya harus membelokan stir mobilnya untuk pulang kerumahnya.
Dengan semangat dan penuh senyum Alex berlarian masuk kedalam rumah dan memasuki kamarnya, namun saat ia menangkap sesuatu yang ia lihat di atas meja rias, alisnya menyatu dengan heran. ''Kotak itu?'' gumamnya.
Alex melangkah ke dekat meja dan ia raih lalu ia buka kotak tersebut, dan yang ia lihat ternyata adalah hadiah gaun darinya untuk Zoya tempo hari itu, bagaimana bisa gaun itu tetap masih berada di sana sedangkan ia sangat ingat jika Zoya telah mengirimkan kata terima kasih atas hadiah yang ia kirim melalui pesan singkat nya yang memang belum sempat ia balas karena kesibukannya.
''Lalu kata terima kasih atas hadiah itu? hadiah apa yang ia terima sebenarnya, kenapa berterima kasih padaku, sedangkan gaun ini masih berada di sini?'' merasa ada yang aneh, Alex pun mengurungkan niatnya untuk berganti pakaian dan keluar dari rumahnya dengan membawa kotak tersebut, menancapkan pedal gas nya dengan wajah tegang menuju gedung kampus tempat acara tersebut dilaksanakan.
Berulang kali ia melirik pada jarum arlojinya, satu jam lagi acara yang ia tuju di mulai setelah ada rangkaian- rangkaian acara lainnya. Tring .. ponselnya berdering kembali, dengan tangan kirinya ia membuka pesan masuk itu yang ternyata dari Zoya yang menanyakan keberadaannya. Dengan lihainya ia membalasnya dengan satu tangannya yang berisikan 'Tunggu aku sayang, aku akan datang' balas Alex dengan manis.
__ADS_1
Di tribun barisan tengah, seorang pria tidak sabar menanti acara puncaknya, dan sedari tadi matanya terus saja menatap pintu khusus mahasiswa calon sarjana itu masuk, senyumnya tidak hentinya mengembang, tangan nya terus saja saling meremat.
''Kau pasti akan terlihat sangat cantik,'' gumamnya dengan senyum anehnya.
Dan di sebuah ruangan, para gadis yang sudah bersiap-siap menunggu pengisi acara memanggil mereka namun ada sala seorang gadis yang sedari tadi merasa gelisah yang tidak lain adalah Zoya! Seharusnya ia tdiak perlu cemas terlebih lagi saat ini ia sudah terlihat sangat cantik dengan penampilannya saat ini namun hatinya tetap merasa tidak nyaman dengan penampilannya itu yang sangat menonjol dari pada yang lainnya.
''Gadis cantik.. Ada apa dengan dirimu, kenapa sejak tadi aku lihat kau terlihat gelisah?'' tanya Kia yang memang hanya dia yang peka dengan perasaan Zoya.
''Entahlah Ki, aku merasa tidak nyaman dengan gaun ini,''
''Kenapa?''
''Ini gaun dari suami mu kan?'' tanya Kia dengan raut wajah kesal dan Zoya hanya mengangguk lemah.
''Apa dia bersungguh-sungguh dengan gaun yang di kirimkan nya ini! atau memang dia ingin mempermalukan mu!'' Zoya hanya menggeleng kepala dengan kepala yang tertunduk.
Ada apa dengan gaun yang di pakai Zoya? kenapa Kia bisa sampai semarah itu? lalu apa yang membuat Zoya sedari tadi merasa tidak nyaman dan ternyata gaun yang di pakai Zoya saat ini adalah bagian belakang gaun itu terbuka sampai ke pinggang dan alhasil menampilkan punggung Zoya yang putih nan mulus dan pastinya akan membuat perbincangan semua orang karena gaun yang tidak cocok di gunakan untuk acara tersebut tapi malah di gunakan Zoya, salasatu mahasiswa di sana.
''Apa kau tidak memiliki gaun cadangan ?'' tanya Kia lagi dan Zoya menggeleng lagi, Kia menghela nafasnya dalam-dalam merasa ikut kesal pada Alex.
__ADS_1
''Masih ada waktu 45 menit lagi. Aku akan mengambil gaun cadangan ku di asrama, kau pakai ini dulu.'' Ujar Kia dengan memakaikan sebuah cardigan miliknya pada Zoya.
Dengan memakai gaun yang pastinya akan sulit untuk berlari, tapi tidak untuk Kia ia angkat gaunnya dan melepaskan sepatu berhak nya lalu berlari keluar dari sana untuk kembali ke asrama yang letaknya berada di gedung sebelah yang pastinya lumayan jauh terlebih lagi posisinya dengan menggunakan gaun.
Di parkiran mobil, Alex yang Barus aja sampah dan turun dari mobilnya melihat seorang gadis yang tidak terlalu asing ia lihat tengah berlari. Dengan sedikit berteriak iapun memberanikan diri memanggil gadis itu yang langsung menghentikan langkahnya.
''Heii!!!''
Kia menghentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara, tangan nya mengepal ingin sekali mendaratkan pukulan pada wajah Alex saat itu, dan Kia membelokan langkahnya menuju Alex untuk bersiap memukul nya namun sebelum Kia mendaratkan Bogeman nya, Alex justru langsung bertanya keberadaan Zoya.
''Kau ini suaminya kan?! kenapa kau malah berniat untuk mempermalukan nya!''
''Mempermalukannya? apa maksudmu ?''
Kia pun mengomel dengan mengatakan semuanya yang di alami Zoya, Alex mendengarkan nya dengan serius dan memotong nya dengan cepat saat Kia mengatakan gaun pemberian nya yang membuat Zoya malu.
''Tapi saya tidak merasa memberikan hadiah gaun lain kecuali ini yang belum ia ambil di rumah.'' Jawab Alex menunjukan kotak gaun yang ia bawa dari rumah.
''Hah? tapi kemarin ia mendapatkan kiriman gaun dari seorang kurir dan tertulis dari anda, aahh tidak maksud ku tertulis untuk nyonya Alexander dari pria mu! bukankah itu dari anda?'' Alex semakin di buat heran, dan beberapa saat kemudian keduanya menyadari sesuatu dan langsung berlalu bersama-sama ke tempat Zoya berada.
__ADS_1