Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
kegilaan Chintya


__ADS_3

Amos memisahkan antara Zoya dan Mark namun masih dengan keadaan mereka terikat dengan kuat. Setelah Zoya terlepas dari ikatan yang mengikatnya pada Mark, Amos mendorongnya ke arah Chintya namun perempuan licik itu tidak langsung menangkap tubuh Zoya melainkan ia menggeser langkah nya dan membuat Zoya tersungkur tepat di bawah kaki jenjang Chintya.


''Upss... Sakit ya?'' Chintya berjongkok menyesuaikan posisi Zoya, tangan lentiknya meremat pipi Zoya mantapnya dengan jijik seraya berkata.


''Aku sudah meminta mu dengan baik-baik untuk mengembalikan Alex padaku, tapi kau mengabaikan nya?'' ucapnya dengan raut wajah menyeramkan menurut Zoya dan melepaskan tangannya dari wajah Zoya dengan begitu kasar.


''Apa dengan wajah ini kau menggoda Alex ku ?!iya!!'' bentak Chintya yang kembali meremat pipi Zoya.


''Ciiihh...'' Chintya meludahi wajah Zoya tanpa belas kasih. Mata Zoya sudah memerah entah menahan tangisnya atau menahan amarahnya. tapi yang Chintya dapat lihat hanya ekspresi Zoya yang sangat datar sehingga ia tidak dapat menebak apa yang ada dalam hati Zoya saat ini.


''Baik, biar aku tunjukkan caranya agar kau tau diri dan tidak lagi menyombongkan wajah manis mu itu untuk menggoda Alex!'' Chintya berdiri dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah pisau lipat? ya entah apa yang akan di lakukan Chintya pada Zoya, tapi gadis itu malah menatap Chintya tanpa rasa takut sedikitpun.


Chintya sudah berjongkok lagi dengan tangannya yang kembali mencengkeram erat kedua sisi pipi Zoya dan sudah mendekati pisau lipat milikinya pada wajah mulus Zoya.


''Chintya!!'' teriak seseorang dari jarak beberapa meter. Chintya dan Zoya pun menoleh secara bersamaan. ''Alex?'' ucapnya bersamaan lagi.


Yang dilihat Alex tadi memang hanya ada Chintya dan Amos, tapi ketika ia keluar dari persembunyian tiba-tiba beberapa pria pun keluar dan sudah bersiap untuk menyerangnya.


''Kau kesini sayang ?'' tanya Chintya dengan tangan memberikan isyarat agar anak buahnya tidak menyerang Alex.


''Kau datang untuk aku atau untuk nya?'' Alex masih diam dengan menatap Zoya yang hanya diam dengan tatapan datar seperti biasanya.


''Dari tatapan mu, aku bisa tahu jawabannya.'' Chintya kembali mendekatkan pisau miliknya ke wajah Zoya.


''Chintya!'' panggil Alex lagi. ''Jangan melakukan itu, demi aku.'' Chintya terdiam dan berdiri dari posisinya semula.


''Demi kau? apa maksudmu Alex? kau tahu usahaku untuk mendapatkan mu itu sangat sulit, tapi kau bahkan tidak pernah melihat perjuanganku sedikitpun, kau malah memilih untuk mencintai gadis lain,''

__ADS_1


''tapi kau yang pergi meninggalkanku, sebab itulah aku menikahinya. Lalu apa salah dia padamu?''


''salah dia adalah menolak untuk melepaskanmu dan memberikan kembali padaku, pemilik asli hatimu.''


''Lalu apa yang sebenarnya kau inginkan saat ini?''


''Dirimu!'' jawab Chintya sedikit berteriak.


Alex terdiam, matanya kian melirik langsung ke netra Zoya, entahlah apa yang saat ini Zoya pikirkan! Tapi ini semua ia lakukan untuk menyelamatkan Zoya dari genggaman Cynthia si wanita ular itu.


''Baiklah.. jika memang kau ingin kembali padaku kau bisa lepaskan dia dan pergi denganku, bagaimana?"


''Apa kau bersungguh-sungguh dengan ucapanmu, Alex?'' raut wajah Chintya berubah, ia berharap apa yang di katakan pria yang di cintai nya itu memang sungguhan.


Alex mengangguk dengan cepat agar Cynthia yakin dengan apa yang dia katakan. ''Jika ada sebuah pilihan, kau akan memilih diriku atau dirinya?'' tanya Cynthia lagi untuk memastikan jika Alex benar-benar dengan ucapannya.


''Itu berarti kau tidak akan memilih dirinya kan?'' Alex menggelengkan kepalanya dengan lemah karena merasa tidak tega melihat Zoya yang meneteskan air mata.


''Baiklah, aku percaya..'' Chintya akhirnya melepaskan ikatan di tangan Zoya yang Zoya sendiri hanya diam dengan menundukkan kepalanya.


Alex melangkah mendekat perlahan-lahan tapi seketika ia terkejut karena ternyata setelah Chintya melepaskan ikatan tangan Zoya, ia malah mendorong Zoya dengan kencang dari sana sehingga Zoya terpelanting dan Bruugghhhh


''Aakkkhhhhhh.....


Zoya terjatuh dari sana dan bergelantungan pada batu yang berhasil ia jangkau. Ya! posisi mereka saat ini memang dekat jurang yang tdiak terlalu dalam namun akan celaka jika seseorang jatuh dari sana.


Alex berlari berusaha menyelamatkan Zoya, tapi Chintya mencegahnya dan memeluk Alex dengan sangat erat. ''Brengsek!'' Alex mendorong tubuh Chintya dengan kasar, menatapnya dengan penuh amarah dan Plakkk... Alex menampar wajah Chintya dengan sangat kencang sehingga meninggalkan memar di sana.

__ADS_1


''Alex, kau?''


Melihat bos mereka di sakiti oleh seseorang, seketika semuanya pun menyerang Alex, dan perkelahian pun terjadi, Alex yang seorang diri melawan lima orang pria yang di antara nya adalah ayah sambung dari Zoya.


Tidak membuat Alex gentar, ia mengalahkan mereka dengan sangat mudah. Melihat anak buahnya terkalahkan, Chintya pun mengambil rencana lain yaitu mendekati Zoya yang masih berusaha keluar dari jurang itu. ''Enyahlah kau!!'' Chintya menginjak tangan Zoya sehingga Zoya pun terjatuh terjun dari sana ke bawah dasar jurang.


Seperti orang yang kehilangan akal sehat, ia tertawa dengan bahagianya melihat seseorang yang jatuh dari ketinggian, bukan merasa bersalah. ''Zoya!!'' teriak Alex berlari menghampiri Zoya, matanya memerah padam menatap Chintya yang sudah memundurkan langkahnya karena takut.


''Wanita biadab! kau akan membayar semuanya.'' Alex mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya dan ternyata adalah sebuah senjata api yang membuat Chintya terbelalak.


''A-Alex apa yang akan kau lakukan?''


''Aku akan membuat mu menebus dosa-dosa mu..''


dan... Doorrr. .💥


Alex melepaskan amunisi nya tepat di dada sebelah kiri Chintya. Lalu dari mana Alex mendapatkan itu? ya itu dari Aiden untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu namun melihat Chintya yang berniat melenyapkan Zoya, gadis yang di cintai nya amarahnya tidak lagi terbendung dan membuat ia melepaskan tembakan pada Chintya yang tentu terkapar di bawah tanah dengan darah segar yang mengalir dari dadanya.


Melihat Bosnya telah lenyap para pria itu berniat untuk pergi dari sana namun entah peluruh dari mana asalnya, semua pria itupun ikut terkapar berlumuran darah dari seseorang yang menembak nya dari balik pohon dan saat pria tua yang tak lain Amos, ayah sambung Zoya akan melarikan diri dia juga ikut tertembak pada bagian kaki nya.


Alex menoleh ke arah asal penembakan itu. ''Zoya?''


Mata Alex memicing melihat Zoya yang baik-baik saja dan saat ini tengah memegang sebuah senjata api seperti yang di pegang dirinya. Mata mereka bertemu dan Aiden yang berdiri di belakang Zoya pun bertepuk tangan dengan keras membuat alis Alex berkerut.


''Kau pasti yang mengajarinya.'' Cetus Alex.


''Adikku memang cepat tanggap.'' Ucap Aiden dengan mengelus kepala Zoya.

__ADS_1


__ADS_2