
Zoya telah selesai dengan kelasnya, para mahasiswa pun berhamburan keluar dari ruangan begitu juga Zoya dan dua temannya, Lili dan Rini. Kia? ya Kia kebetulan hari ini tidak satu kelas dengan nya karena ia mengambil kelas bahasa asing sesuai kemampuannya.
Ketiga gadis berbeda karakter itu memang cukup terkenal di area kampus, Zoya yang di kenal mereka sebagai gadis yang kompetitif dalam segala hal, Lili si gadis gempal manis dan Rini si jangkung yang selalu ceria dan Kia yang kebetulan sedang tidak lagi bersama mereka di kenal dengan sebutan si gadis separuh lelaki karena penampilannya.
Zoya dan teman-temannya berjalan melewati banyak nya mahasiswa yang sedang duduk santai di koridor, tidak sedikit juga pemuda yang terus saja menggoda Zoya namun sepertinya biasa, Zoya hanya memberikan senyum tipisnya tanpa menyahutinya.
''Apa fans mu sekarang sudah bertambah, Yaya ?'' ledek Rini yang hanya mendapatkan lirikan tajam Zoya.
''Aku rasa begitu ,'' timpal Lili dan merekapun tertawa bersama.
Tiba-tiba dari arah belakang segerombolan pemuda berlari ke Zoya dan teman-temannya namun bukan menghampiri mereka melainkan berlarian melewati Zoya, Rini dan Lili seperti sedang ada objek yang sangat bagus untuk dilihat.
''Ada wanita cantik di taman !'' heboh seorang pemuda yang mengumumkan pada semua orang.
Ketiga gadis itupun hanya saling melirik dengan geli, karena sifat-sifat buruk pemuda di sana yang sangat gampang tertarik dengan lawan jenis terlebih lagi jika penampilannya sangatlah unggul.
Baru saja mereka ingin melangkah kembali, salasatu mahasiswa berlari ke arahnya dan berhenti tepat di depan Zoya yang menatapnya heran. ''Ada apa?''
''Zoya, ada yang mencari mu, model iklan.'' Alis Zoya mengernyit merasa aneh karena dia tidak pernah mengenal seseorang yang berprofesi sebagai model.
''Hah! model? siapa?'' timpal Lili.
''Dia bilang, dia kakak sepupu mu, Zoya.'' Setelah mengatakan itu mahasiswa tersebut pun berpamitan pergi dari sana.
Lili dan Rini melihat ke arah Zoya secara bersamaan, menatapnya dengan penuh tanda tanya dan butuh segera jawaban dari Zoya sendiri. ''Kita kesana,'' ajak Zoya dan di angguki Lili dan Rini.
Sedikit merasa penasaran, Zoya pun berjalan dengan cepat. Siapa yang di maksud orang tadi? model? gumam Zoya dalam hatinya.
__ADS_1
Saat mereka tiba di taman kampus yang di sana sudah banyak orang yang mengerumuni, bahkan ada yang memperhatikan model tersebut dari lantai atas. Mata Zoya memicing tajam dan kemudian memutar bola matanya dengan malas.
''Kalian tunggu disini ya,'' ucapnya begitu pelan pada kedua temannya dan kemudian Zoya melangkah membelah orang-orang yang sedang meminta tanda tangan seorang model itu.
''Kalian pergi dulu ya, aku ingin jumpa rindu pada sepupu ku,,'' ucap model itu begitu lembut pada para mahasiswa yang sepertinya sangat menyukainya.
Zoya berdiri dengan wajah yang datar, menatap model itu yang sudah mengaku kalau dirinya adalah sepupu Zoya.
''Apa kabar adik..'' ucap model itu yang langsung memeluk Zoya tapi tak terbalaskan oleh Zoya sendiri.
''Bagaimana? apa kau senang aku datang kesini ?'' bisik wanita itu.
''Ada keperluan apa, anda datang kesini ?'' tanya Zoya yang sudah melepas pelukan wanita tersebut.
''Bagaimana? apa kau sangat bersenang-senang setelah menjadi istri calon suami ku?'' Zoya hanya tertawa dengan sebelah bibirnya.
''Katakan saja, apa yang sebenarnya niat anda menemui Ku dan membuat bazar tanda tanganmu?'' ujar Zoya tanpa ada keramahan.
''Jangan kasar begitu, karena bisa saja kau akan di benci teman-teman kampus mu yang tadinya mengagumimu itu, karena bersikap tidak baik pada ku.'' Ucap Chintya dengan wajah yang terus saja memasang senyuman manisnya.
Zoya tetap diam dengan wajah datarnya, bahkan menurut Zoya ucapkan Chintya tidak sama sekali mempengaruhi dirinya sedikit pun.
''Ikut aku!'' Chintya menarik tangan Zoya menjauh dari sana dan menuju sebuah ruangan yang banyak peralatan alat musik.
Melihat sahabatnya di tarik, Rini dan Lili merasa aneh, karena pasalnya raut wajah Zoya yang sama sekali tidak menunjukan rasa bahagia bertemu dengan sepupunya, seperti apa yang di katakan Chintya tadi pada semua orang.
''Kenapa kau membawaku kesini ?'' tanya Zoya.
__ADS_1
''Zoya Khanza, gadis yang bertugas sebagai perias ruangan kamar pengantin yang secara tiba-tiba menjadi istri seorang Alexander Gilbert! apa kau merasa seperti sedang bermimpi indah, Zoya !'' Zoya masih mendengarkan apa yang akan di katakan Chintya selanjutnya, yang saat ini Chintya sedang berjalan memutari nya seperti adegan-adegan di drama.
''Aku memang membuat kesalahan meninggalkan Alex dan membuat mu terjerat dalam pernikahan kontrak. Maka dari itu aku ingin melakukan hal baik padamu. Aku akan membebaskan mu
dari belenggu Alex, bagaimana ?'' lanjutnya yang sudah berdiri di depan wajah Zoya yang menatapnya dengan tajam.
''Berbuat baik, membebaskan ku dari belenggu ? siapa yang kamu maksud ? apa itu benar-benar aku ?''
Pertanyaan Zoya membuat Chintya mengepalkan tangannya karena kesal, merasa pertanyaan Zoya yang mengejek tawaran nya.
''Aku tegaskan sekali lagi, wanita Alex sudah kembali, yaitu aku! dan kau yang hanya menjadi cadangan, sudah tidak lagi di butuhkan. Jadi kembalikan dia padaku!'' bentak Chintya dengan air liur yang sedikit membasahi wajah Zoya.
''Kau pikir dia itu, barang? perlu kau ketahui Nona, Nyonya atau apalah.. aku bukan dirimu yang dengan mudah membuang sesuatu ketika bosan dan akan memungut nya kembali ketika kau membutuhkan nya.'' Balas Zoya menahan amarahnya dengan tenang.
''Jika memang kau ingin kembali dengan nya, perlu kau ketahui, kau harus menerima persetujuan dari Alex, apa dia menginginkan nya atau tidak! jika memang dia benar-benar menerima mu kembali, aku akan begitu rela pergi darinya.'' Sambungnya, Zoya menepuk pundak Chintya dengan memberikan senyumnya dengan memamerkan lesung di pipi kirinya dan berlalu pergi dari sana meninggalkan Chintya.
''Aaakkkhh!!! Dia benar-benar kerasa kepala!'' geram Chintya dengan berteriak sekencang-kencangnya.
.
Para karyawan sudah berbaris menyambut kedatangan pemimpin tertua perusahaan, yaitu Louis Gilbert, ya para karyawan memang sangatlah menghargai juga menghormati Louis karena posisinya sebagai pemimpin perusahaan yang sebenarnya, di atas Alexander Gilbert yang masih menduduki posisi sebagai direktur.
Kedatangan Louis yang sangatlah jarang itu, membuat sebagian karyawan bertanya-tanya tentang masalah apa yang sebenarnya ada di perusahaan, bahkan ada yang sudah mencari informasi lowongan pekerjaan karena mengira kalau perusahaan Violet Brand terkena masalah dan akan bangkrut.
''Tuan Mark?! apa masalah perusahaan begitu serius ?'' tanya manager dengan berbisik dan Mark pun tahu kenapa sang manager bertanya soal itu.
''Kau bisa infokan pada semua karyawan, tidak akan ada PHK massal ,'' jawab Mark yang kemudian berlalu pergi dari sana.
__ADS_1