
Pria manapun akan marah jika melihat kekasihnya berada di pelukan pria lain, terlebih lagi orang terpercaya nya. Begitu juga Alex. Saat ini Alex sedang melihat sendiri dari mata kepalanya, Zoya dan Mark sedang berpelukan dengan sangat erat namun ketika ia akan menghampiri mereka, seseorang pun datang dan menariknya lalu membawanya ke balik dinding yang usang.
''Kurang ajar! brengsek! berani sekali kau-!''
''Ssttttt, diamlah.. Jika kau mau Zoya selamat!'' bisik seseorang itu yang membuat Alex terkejut dan tidak menyangka juga tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
''Aiden?! kau!!'' mata Alex melotot menahan amarahnya namun orang itu yang ternyata adalah Aiden segera menutup mulut Alex agar Alex tidak lagi mengeluarkan suara nya.
''Aku bilang diam! bodoh !!'' ucap Aiden dengan kesal.
''Ada apa?!'' tanya Alex dengan suara yang sangat pelan dan tentunya dengan perasaan kesal juga karena tangan Aiden yang berani menutup mulutnya.
''Kau lihat itu?'' tunjuk Aiden pada sesuatu dan Alex pun melihat kemana arah Aiden menunjuk dan ternyata Aiden menunjuk sesuatu yang membuat ia seketika teredam dari amarah nya.
Ya! ternyata Zoya dan Mark bukan sedang berpelukan secara sengaja tetapi saat ini Mark dan Zoya sedang tidak lagi sadarkan diri melainkan keduanya di buat pingsan oleh seseorang yang sama dengan orang yang mencoba untuk mencelakai Zoya sejak di dalam supermarket tadi.
Lalu kenapa Aiden ada di sana? Alex pun merasa heran, karena Aiden ada di sana, apa semua ini ulah Aiden? pikir Alex.
''Aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi yakinlah ini semua tidak seperti yang ada dalam otakmu!'' ucap Aiden mengerti dengan jalan pikiran Alex.
''Lalu ada keperluan apa kau berada di sini?'' tanya Alex mengintimidasi.
''Apa kau melupakan janji ku? aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Zoya!'' balas Aiden dengan tegas, keduanya saling beradu tatap seolah menyiratkan peperangan dingin di antara mereka.
__ADS_1
Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk saling beradu tatapan tajam mereka, Aiden maupun Alex mengesampingkan ego mereka masing-masing demi kebaikan bersama.
Aiden mengatur siasat untuk apa yang akan di lakukan mereka selanjutnya, tapi yang Alex mau hanya menyelamatkan Zoya dari tangan seseorang yang belum ia ketahui. Begitu juga Aiden yang hanya ingin memastikan kalau Zoya tidak akan tergores sedikitpun. Ya itulah harapan mereka masing-masing walaupun tidak menutup kemungkinan akan terjadi sesuatu pada gadis itu.
Alex dan Aiden memicing melihat seseorang yang datang menghampiri Zoya dan Mark. Seorang laki-laki bertubuh besar yang Alex sendiri tidak tahu siapakah itu, tetapi berbeda dengan Aiden yang sepertinya tidak asing dengan pria itu.
''Paman?!'' ucap Aiden terkejut.
''Paman? siapa yang kau maksud, apa kau mengenal nya?'' bisik Alex.
''Dia ayah sambung Yaya,'' sahut Aiden yang masih terkejut. ''Lalu apa hubungan antara Chintya dan Paman Amos?'' Sambungnya yang membuat Alex menoleh dengan cepat.
''Chintya? apa maksudmu otak yang ada di balik ini semua adalah Chintya ?!'' Aiden mengangguk dengan yakin. Alex mengepalkan tangannya sungguh ia tidak menyangka kalau Chintya akan berbuat jauh seperti ini.
Tidak! ini bukan Chintya yang dia kenal, tapi apa memang ini sifat asli perempuan ular itu, Alex baru menyadari kenapa Paman Louis sangat menentang keras hubungan nya dengan perempuan itu waktu itu, jadi sebab inilah.
Byaaarrrr...
Sosok pria bertubuh besar itu yang ternyata adalah Amos ayah sambung Zoya yang pernah membuat nya pergi dari rumah karena sikap kasar juga pernah mencoba melecehkan Zoya dan menyebabkan gadis itu berniat untuk mengakhiri hidupnya saat ini berdiri di depannya dan menyiramkan seember air padanya.
Zoya terkejut bukan main melihat Amos berdiri di depannya dengan wajah liciknya seperti yang dia kenal, dan dia juga terkejut karena saat ini ada seorang pria yang belum sepenuhnya sadar dengan luka di dahinya dan dengan posisi memeluknya.
''Mark!''
__ADS_1
''Hahahah.. Bagaimana? apa kau melupakan ku, anakku Zoya?'' Ucap Amos dengan ekspresi wajah yang Zoya benci.
Zoya menatapnya dengan rasa benci, jika mata bulqt itu memiliki belati mungkin saja Amos sudah terbunuh dengan belati tersebut. Zoya masih tidak mengerti untuk apa ia menahannya bersama Mark.''Apa yang kau inginkan, Amos sialan!!'' bentak Zoya, tangan nya terus saja bergerak berusaha untuk terlepas dari lilitan tambang namun rasanya sia-sia karena tambang itu terikat sangat kuat.
''Cih..'' Brrkkkkkkkhh... Dengan brutalnya Amos malah merobek pakaian Zoya sehingga baju Zoya pun terkoyak dengan sangat parah yang menampilkan pakaian dalam Zoya.
Di balik tembok sana, Alex dan Aiden sudah sangat marah melihat Zoya yang diperlakukan seperti itu, tapi mereka masih menahannya karena mata mereka mendapati seseorang yang datang yang tak lain lagi adalah Chintya, otak dibalik semua ini.
Mark mengerjapkan matanya, ia terkejut karena Zoya berada sangat dekat dengannya terlebih lagi posisi mereka saling berpelukan. ''Tali?'' Mark terus berontak namun saat mendengar Zoya yang meringis akhirnya iapun menghentikan usahanya.
''Nyonya bos, maafkan aku.. Aku tidak bermaksud menyentuh mu..'' lirih Mark yang merasa bersalah karena telah berani memeluk Zoya.
''Tidak Mark, ini bukan kehendak kita..'' sahut Zoya.
Hahahah...
Tawa seseorang menggelegar membuat Zoya dan Mark menoleh dengan berbarengan sehingga nyaris saja bibir mereka bersentuhan tapi dengan upaya Mark ia menjauhkan wajahnya dari wajah Zoya.
''Kalian terlihat sangat cocok, dan Mark! kau jangan terlalu naif, saat ini gadis cantik ada di depan mata mu, dan itu kesempatan untuk mu bukan? Cumbulah dia..'' Ucap orang itu yang tak lain adalah Chintya.
Mark menahan amarahnya, ternyata selama ini ia menahan diri untuk keinginannya menghajar wajah kebanggaan Chintya tapi karena dia seorang wanita, Mark terus saja menahannya. Tapi saat ini ia tidak lagi peduli, yang hanya ia inginkan saat ini menghajar Chintya dengan membabi buta sehingga pemilik wajah cantik itu tidak lagi mengenali dirinya sendiri.
''Chintya? kau jangan sampai membiarkan aku lolos dari sini, karena aku tidak bisa menjamin kau akan mengenali dirimu atau tidak nantinya!'' ujar Mark dengan tegas.
__ADS_1
''Kau! pisahkan mereka, dan pastikan mereka tetap dalam ikatan yang kuat!'' perintah Chintya pada Amos yang langsung di lakukan.
Dengan kasar Amos melepaskan ikatan antara Zoya dan Mark, sehingga membuat Zoya terus saja meringis, terlebih lagi tatapan menjijikkan Amos melihat bagian tubuh Zoya yang terbuka itu. Sungguh membuat Zoya sangat ingin menghajar wajah tua renta nya itu.