Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Lagi-lagi dia!


__ADS_3

Suasana kantor hari ini terasa angker, pekerjaan semua menumpuk dengan tiba-tiba, terlebih lagi sedari pagi tadi sudah ada beberapa karyawan yang terkena teguran keras dari sang presiden perusahaan siapa lagi kalau bukan Alexander Gilbert.


''Kenapa semuanya menyebalkan !'' gerutu Alex.


Ya, suasana hati Alex tiba-tiba memburuk dan semua yang melintas di hadapannya pun terkena imbasnya.


Begitu juga Mark, yang hanya datang ke ruangannya dan memberikan sebuah berkas yang harus di tandatangani mendapatkan bentakan, namun Mark yang masih belum juga ingin bicara pada Alex hanya diam dan berlalu begitu saja dari sana.


Tapi saat Mark akan keluar dari ruangan Alex seorang wanita yang tak lain ialah Chintya masuk begitu saja tanpa permisi dan melewati Mark yang menatap Chintya dengan benci.


''Alex...'' panggilnya manja pada Alex yang duduk di kursinya.


Mark yang mendengar suara Chintya hanya bergidik geli. Chintya berjalan dengan berlenggak-lenggok menuju Alex dan berdiri di belakang kursi kerjanya, dengan jari-jari lentiknya Chintya meraba ceruk leher belakang Alex dan tentu membuat Alex menegang seketika. Ya karena memang pusat sensitif seorang pria ada di sana.


''Chintya, aku sedang bekerja,'' ucap Alex dengan mengigit bibir.


''Aku merindukan mu, Alex..''


''Aku mohon, kau duduklah.''


''Duduk? baiklah..'' Alex terkejut bukan main karena Chintya bukan duduk di kursi melainkan di pangkuannya dan menindih tepat si Joni milik Alex.


Mata mereka bertemu cukup lama, jari-jari lentik Chintya lagi-lagi meraba tengkuk leher Alex, yang semakin membuat darah Alex berdesir naik ke kepala.


Kepala mereka sudah semakin mendekat namun tiba-tiba suara pintu yang di buka kasar membuat Alex seketika berdiri dari duduknya dan Chintya yang hampir saja terjatuh dari sana.


Ya seseorang itu adalah Mark, entah apa yang membawanya ke sana, Mark berdiri dengan mata yang menatap tajam ke arah Chintya begitu juga wanita itu yang menatapnya tidak suka akan kehadiran Mark saat itu.

__ADS_1


Alex berdiri dengan salah tingkah, terlebih lagi Mark yang diam tanpa berkutik menatap nya bergantian dengan Chintya. ''A-ada apa Mark?'' tanya Alex dengan gugup tapi Mark hanya diam dengan melirik ke arah Chintya yang langsung dapat di mengerti oleh Alex.


''Chintya, kau pergilah. Nanti aku akan menemui mu jika pekerjaan ku selesai.'' Ucap Alex yang membuat Chintya tersenyum senang.


''Benarkah, kalau begitu aku tunggu di tempat ku. Aku pergi ya..'' Chintya berlalu pergi dan saat melewati Mark ia hanya mencebikan bibir nya dan melirik tajam ke arah pria 27 tahun itu.


Seperginya Chintya, Mark pun melangkah mendekat pada Alex. ''Jaga batasan mu Lex. Istri mu tadi menghubungi ku, dia mengatakan akan kesini. Bagus aku yang datang.''


''Yaya akan kesini ? Lalu kenapa dia tidak menghubungi ku, malah menghubungi mu?''


''Lihat sendiri ponsel mu,'' Alex pun segera meraih ponselnya dan melihat ada panggilan yang tidak terjawab sebanyak tiga kali dan itu semua dari Zoya.


''Baiklah, terimakasih Mark kau telah membantu ku,'' tangan Alex menepuk pundak Mark yang langsung di tepis olehnya.


''Aku melakukan ini karena Nyonya bos, bukan karena mu! Aku merasa tidak tega jika melihatnya bersedih lagi dan menyembunyikan nya dengan senyuman.'' Mark berlalu begitu saja dari sana setelah mengatakan itu.


Alex berdiri di kaca jendela yang dapat melihat langsung ke arah lobby tempat mobil terparkir, ingin melihat Zoya yang datang ke kantornya namun matanya memicing kecil melihat sebuah mobil putih yang berhenti di pinggir jalan dan orang yang ada didalamnya pun keluar.


''Dia lagi?!''--!


Ya dia adalah Zoya dan di susul dengan seseorang yang mengemudi mobil tersebut, seorang pria? ya pria yang tadi pagi memuji Zoya dan tertawa bersama nya.


''Kau yakin tidak ingin aku antar sampai ke dalam?'' tanya Arhan,


''tidak Han. Terimakasih ya tumpangannya, kau hati-hati di jalan.'' Zoya melambaikan tangannya pada pria yang mengantarkan nya ke sana dan merekapun berpisah di pinggir jalan depan gedung perusahaan Violet Brand.


Zoya berjalan masuk melewati dua penjaga pintu, tidak ada yang menghalanginya seperti sebelumnya melainkan mereka memberikan sambutan hangat dengan rasa hormat. ''Selamat sore tuan-tuan.'' Sapa Zoya dengan ramah dan di sahuti begitu pula oleh dia penjaga tersebut.

__ADS_1


Menaiki lift bersama beberapa karyawan di sana dan salasatu nya ada seorang wanita yang pernah satu Devisi dengan nya. ''Kau Zoya kan?'' tanya sinis seorang wanita yang dia kenal sebagai ketua Devisi yang bernama Shusan.


Ya, Sushan salasatu di antara banyaknya karyawan yang tidak suka dengan Zoya karena menganggap nya sebagai saingan nya di sana.


''Aah ya, apa kabar nona Shusan ?'' balas Zoya dengan ramah.


''Sedang apa kau disini ? bukankah masa magang mu telah selesai. Ada urusan apalagi kamu disini ?'' tanyanya lagi masih dengan suara yang menyiratkan ketidaksukaan akan kehadiran Zoya di sana. Namun pada saat Zoya akan menjawabnya, suara lift pun berbunyi yang menandakan pintu akan terbuka karena seseorang menekan tombol nya.


''Tuan Mark ?'' sapa Zoya melihat Mark yang berdiri di depan lift dan akan masuk ke dalamnya.


''Nyonya bos, selamat datang.. Bos sudah menunggu anda di ruangan nya. Mari ikut dengan saya. ''


Zoya pun ikut dengan Mark, keluar dari lift dan beralih menaiki sebuah lift khusus petinggi yang tidak boleh karyawan biasa menggunakannya.


Mata para karyawan terbelalak termasuk Shusan karena mendengar ucapan Mark, terlebih lagi Mark yang menyapa Zoya dengan sangat hormat menandakan bahwa Zoya bukanlah orang sembarangan di sana.


''Apa aku tidak salah dengar?'' gumam Shusan yang di dengar oleh semua karyawan yang berada di dalam lift tersebut.


''Tidak Nona, anda tidak salah dengar. Karena kami juga mendengar nya, benar kan ?'' sahut salasatu dari mereka dan di angguki semuanya.


''Jadi selama ini Zoya adalah istri dari sang direktur Alexander..'' rona wajah Shusan memucat, karena mengingat sikap buruknya terhadap Zoya waktu Zoya bekerja sebagai pemagang di sana.


''Astaga.. Aku benar-benar bodoh. Apa aku akan kehilangan pekerjaan ku ini,'' cemas Shusan dan begitu juga yang di rasakan yang lainnya karena bukan hanya Shusan yang bersikap buruk pada Zoya.


''Bukan hanya anda nona yang akan kehilangan pekerjaan, kami juga akan di usir dari sini..''


Sesampainya di depan ruangan Alex, Mark pun permisi pergi meninggalkan Zoya yang akan masuk ke dalam. Namun pada saat Zoya masuk ia merasa aneh karena melihat Alex yang duduk di sofa dengan wajah yang di tekuk.

__ADS_1


__ADS_2