Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Jangan Tinggalkan Aku


__ADS_3

''Apa!!''


''Nyonya bos dalam bahaya?'' Alex mengangguk.


Ya bisa saja Alex melakukan nya sendiri tapi ia tidak ingin membahayakan Zoya nantinya, karena ia dapat mentelaah jika apa yang Zoya alami saat ini tidak semata-mata hanya kondisi yang biasa saja.


''Lalu bagaimana? apa yang akan kita lakukan?'' Alex pun membisikkan sesuatu di telinga Mark dan langsung di mengerti oleh Mark yang berkedudukan sebagai wakil direktur sekaligus asisten pribadi Alex, orang kepercayaan Alex satu-satunya.


Di gudang yang terdapat alat-alat bersih-bersih juga kabel-kabel yang di gulung rapih, Zoya berusaha mencari ponselnya yang entah ada dimana, dengan kondisi yang lemah karena rasa sakit yang menyerang di kepalanya Zoya mengacak-acak tumpukan kardus mencari ponselnya.


Ya Aiden meninggalkan Zoya tanpa mengikatnya, dan itulah kesalahan Aiden yang membuat Zoya leluasa mencari jalan keluar untuk pergi dari sana.


Zoya mencari sesuatu yang dapat membantu nya namun gudang tanpa jendela itu sangat sulit untuk membuat Zoya kabur dari sana. Melihat postur tubuh pria yang berdiri di belakang pintu depan membelakanginya saja membuat ia merinding, ia takut jika pria itu berbuat macam-macam dengan nya.


Mata Zoya melirik ke arah gelas yang terisi air yang memang untuk dia minum, dengan sembunyi-sembunyi ia membuang isinya di belakang rak-rak tidak terpakai dan memulai akting nya.


Uuhhuukk uuhhuukk..


''Tuaann,, apa bisa anda mengambilkan air minum lagi, aku tersedak makanan.''


''Baik.'' Pria itu mengambil gelas yang di berikan Zoya dan menjauh dari pintu untuk mengambil air minum. Melihat kesempatan itu Zoya pun segera mendekati pintu dan berniat untuk membukanya, namun sayang, pintu itu sengaja di kunci dengan pria tadi.


Mengambil sebuah lempengan besi kecil yang ada di sana, mengubahnya dengan melilitkan laluenciba memasukkan ke lubang kunci berharap usahanya berhasil.


Tapi Zoya tidak juga bisa membukanya, ia semakin di buat khawatir karena takut di ketahui dengan penjaga pintu itu.


''Astaga, ayo dong...'' gumam Zoya daan kliikk suara lubang kunci yang menandakan kalau pintu sudah bisa di buka, tanpa menunggu lagi, Zoya segera membuka pintu besi itu namun tiba-tiba.


''Anda ingin kemana, Nona?'' Braakkk...


Pintu kembali di tutup dan Zoya di dorong olehnya dengan lumayan kasar sehingga membuat nya tersungkur dan menabrak meja usang yang ada di sana sehingga membuat dahi Zoya terluka karena terbentur ujung meja tersebut.


Zoya terjatuh dan rok Zoya terangkat sedikit yang membuat paga mulus Zoya terlihat sangat nyata.

__ADS_1


Glekkk' penjaga pintu itu menelan ludah nya, merasa terhibur dengan apa yang di lihatnya.


Kaki besarnya melangkah mendekat ke arah Zoya yang langsung tahu apa yang saat ini menjadi pusat perhatian pria itu, Zoya langsung bangun dan memundurkan langkahnya tapi karena nafsu birahi pria tadi sudah tidak tertahan ia masih saja menatap Zoya dengan lapar.


''Hahah,, kau harus bertanggung jawab karena telah membangun jagoan ku!'' tawa pria itu memekik telinga Zoya, ia merasa ketakutan dan berteriak memanggil seseorang dengan sangat kencang.


''Alexx.....!!!!!!''


Braakkk'


Pintu terbuka dengan paksa oleh seseorang dari luar sana, dan membuat engsel yang rusak karena tendangan keras.


''Alex..'' lirih Zoya. Ya yang datang saat ini adalah Alex yang memang sedang mencari keberadaan nya.


Alex melihat dahi Zoya yang terluka dan ada darah yang mengalir di sana sehingga membuat nya naik pitam, matanya memerah menatap pria yang menatapnya juga.


Buughh Alex menendang perut pria tadi dengan sangat keras dan membuat nya terjatuh mengeluh kesakitan. ''Apa yang kau lakukan pada istri ku !'' kini Alex berada di atas tubuh pria itu dan menghajarnya dengan membabi buta.


Tapi karena tubuh Alex dan pria suruhan Aiden sangat berbeda, tubuh Alex yang kalah besar membuat Alex mendapatkan pukulan balasan dan membuat wajah tampan nya lebam, namun tidak membuat Alex ketakutan dan menyerah, ia tetap berusaha melumpuhkan lawan nya dengan amarahnya yang sudah terlanjur mengobar.


''Yaya?'' Alex meraih wajah Zoya dan memeluknya dengan sangat erat. ''Tidak apa-apa, aku sudah ada disini,'' lirih Alex yang juga merasakan kram pada wajahnya yang ada beberapa lebam di sana.


''Tu-tuan kau terluka,'' Zoya menatap wajah Alex dan Alex pun menggeleng memberi tahu jika dirinya baik-baik saja karena tidak ingin membuat Zoya semakin khawatir.


Alex memeluk Zoya lagi, entah kenapa dirinya merasa lega karena telah menemukan Zoya yang Alex sendiri mengira kalau Zoya memang sedang dalam bahaya.


Kreteek suara sesuatu berasal dari belakang mereka, tanpa menoleh kebelakang, Alex dapat mengetahui kalau ada seseorang yang sedang mengarahkan sebuah senjata padanya dan itu dilihatnya dari bayangan orang itu.


Karena tidak mau membuat Zoya semakin ketakutan ia membisikkan sesuatu ketelinganya yang kemudian di angguki Zoya.


''Turunkan senjata mu, Brengsek !!''


''Kenapa? bukankah kau yang mengatakan sendiri, kalau kau manusia anti peluru, lalu kenapa kau takut dengan senjata kecil ku ini,'' ucap seseorang itu yang ternyata adalah Aiden.

__ADS_1


Alex berbalik, bibirnya mengeluarkan smirk licik seakan tidak sama sekali takut pada senjata api yang di acungkan padanya.


''Jika memang itu yang ingin kau lakukan, silahkan.''


''Ck, kau tetap saja sombong!'' Aiden menarik pelatuk nya dan mengarahkan ke arah kepala Alex yang masih memasang wajah datar nya.


Dooor 💥


Zoya terjingkat, matanya terbelalak yang semula matanya ia pejamkan dan telinga nya ia tutup rapat-rapat dengan kedua tangannya karena Alex yang menyuruhnya.


Senjata yang ada di tangannya seketika ia jatuhkan, merasa syok karena baru pertama kali nya ia menggunakan itu dan melihat Alex yang sudah tersungkur di lantai tidak sadarkan diri.


''Kau yang bersalah, kau sendiri yang memintanya.'' ucap Aiden. Tangan nya gemetaran, ia memundurkan langkahnya dan pergi dari sana meninggalkan Alex dan Zoya.


Zoya merangkak menghampiri Alex yang sudah tidak sadarkan diri, dengan perlahan Zoya mengangkat kepala Alex dan di taruh di atas pahanya. Air mata Zoya entah sejak kapan sudah mengalir deras, ini baru pertama kalinya juga ia melihat dan mendengar sebuah senjata secara langsung.


''Tu-tuan, aku mohon sadarlah,'' lirih Zoya dengan isakan tangisnya. ''Tuan, maafkan aku,,''


Hiikksss hikksss ''Aleex....!!'' teriak Zoya yang sudah tidak tahan menahan sedihnya.


''Alex aku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku..''


Zoya terus menangisi Alex yang masih memejamkan matanya dan seseorang tiba di sana dan wajah yang terkejut ya dia adalah Mark. ''Nyonya bos?''


''Tuan, tolong dia, aku mohon aku tidak ingin kehilangan nya.'' Ucap Zoya dengan memohon namun Mark masih saja terpaku di tempatnya.


''Sudah terlambat Nyonya bos,'' suara Mark mengecil dan membuat Zoya semakin menangis sedih.


''Ck, Alex sudahlah, kasian nyonya bos.''


Mata Alex terbuka dan mengulumkan senyuman melihat wajah Zoya yang panik. ''katakan lagi,''


''Kalian keterlaluan!!'' jerit Zoya tidak terima dan terus memukuli lengan Alex dengan kencang.

__ADS_1


''Awww Awww, sakit Zoya.. sudah -sudah. Walaupun aku memakai anti peluru tetap saja terasa sakit, rupanya senjata si brengsek itu cukup bagus.'' Alex memeluk Zoya dengan erat lagi karena tidak ingin menerima pukulan dari nya..


__ADS_2