
Jeritan, dhesahan, erangannya yang memekik telinga memenuhi suatu ruangan di malam hari. Seorang pria bertumpu pada kedua lututnya sedang menggoyangkan pinggulnya sesuai irama dengan jeritan pasangan nya.
Pakaian berceceran di seluruh tempat, seprei berwarna putih sudah bernoda dengan warna merah di suatu bagian, bantal-bantal sudah berterbangan entah kemana, lampu yang remang membuat kesan lebih eksotis pada kegiatan mereka saat itu.
Tubuh yang sudah saling mengkilat karena keringat yang menyatu di tambah sudah ada tanda-tanda seni berwarna merah pada leher keduanya juga ada di bagian dada si pria yang di buat indah oleh si wanita.
''Alex..'' dhesah Zoya dengan bibir yang di gigit.
''Ya sayang.. Kita akan melakukannya bersama-sama. Tunggu aku,'' balas nya kemudian.
Ya mereka adalah Alex dan Zoya, pasangan suami istri yang baru saja memulai hubungan baru dan malam ini penyatuan mereka yang mungkin saja akan di ingatnya seumur hidup mereka.
Alex melepaskan si Joni dari tempat favorit nya, kemudian meletakkan wajah tepat di depannya, menatapnya dengan tatapan mendamba seolah-olah hewan buas tengah melihat mangsa yang membuat air liur menetes. Hup' ... Daan 'Eeummm..
Suara decakan dari Alex yang menandakan bahwa ia sangat-sangat menikmati daging mentah yang terpampang indah di depannya dan di susul dengan erangan panjang dari Zoya. Sungguh, beruntung mereka tidak memiliki tetangga yang rumahnya berdempetan jika memang iya, pastinya mereka akan menjadi pendengar suara-suara jahanam itu.
Merasa puas bermain lidah dengan si segitiga merah muda itu, Alex kembali menanamkan si Joni pada pawangnya lalu bergoyang kembali. Suara keduanya semakin kencang, nafasnya pun semakin saling memburu.
''Sedikit lagi sayang..'' lirih Alex yang mendapatkan sahutan erangan lirih dari Zoya.
Semakin cepat, cepat dan cepat pacuannya dannn..
Kriiinngggggg......
__ADS_1
Mata lentik Zoya terbelalak, ia terkejut mendengar suara alarm pada ponsel nya yang memang di setel sendiri untuk setiap harinya secara otomatis.
Wajah Zoya seakan syok, ia buru-buru melihat tubuh bagian bawahnya yang masih di selimuti dengan selimut tebal. Menghela nafasnya dengan panjang yang ternyata ia baru saja bermimpi panas dengan seseorang yang tak lain adalah suaminya sendiri.
Memalukan memang! terlebih lagi di mimpinya ia sangat menikmati kegiatan panas itu. Kepalanya menoleh ke samping yang ternyata Alex masih terlelap dalam tidurnya dengan posisi menghadap ke arah nya.
Zoya menelan ludah dengan susah payah, mengingat wajah Alex saat di mimpinya itu, tubuh yang mengkilat karena keringat yang terus menetes melewati tubuh atletis milik Alex, sungguh Zoya merasa malu jika mengingat itu.
''Tapi kenapa itu seakan nyata,'' lirih Zoya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
''Apa kau baru saja bermimpi, sayang?'' tanya Alex dengan suara beratnya.
Zoya memundurkan wajahnya karena terkejut ternyata Alex sudah terbangun dan mendengar ucapannya. Tapi apa Alex juga tahu jika tadi dia telah bermimpi panas? astaga Zoya sangat malu saat itu, wajah dan telinga nya kian memerah.
''Hah? eeuumm,, iy-iya.'' Jawab Zoya asal. Entahlah hanya itu yang bisa ia jawab, karena tidaklah mungkin jika ia mengatakan isi mimpi yang sebenarnya, karena itu sangat memalukan baginya.
''Itu hanya mimpi, kau tidak perlu khawatir ya. Ada aku disini.'' Tangan besar Alex menyentuh lembut pada telinga Zoya yang memang di sanalah tempat sensitif Zoya terlebih lagi ia baru saja bermimpi itu.
Dengan cepat Zoya bangun dan duduk di tepi ranjang, membelakangi Alex seraya berkata. ''Aku akan pergi mandi.'' Ucapnya begitu gugup lalu kemudian pergi ke kamar kecil dengan sedikit tergesa-gesa membuat Alex bingung dibuatnya.
Melihat Zoya yang aneh di pagi ini, Alex merasa sedikit heran karena seingatnya tadi malam Zoya masih bersikap seperti biasanya, lalu kenapa pagi ini seakan-akan ia canggung terhadap nya?
Di kamar mandi, Zoya tidak langsung mandi, ia menatap dirinya di cermin merutuki dirinya sendiri karena mimpinya sendiri. Suara-suara erangan yang saling bersahutan itu terus sama memenuhi isi kepalanya.
__ADS_1
''Aku bisa gila! kenapa juga aku bisa bermimpi itu!'' ucapnya masih dengan perasaannya kacaunya.
Zoya membasuh wajahnya dengan sedikit kasar karena tidak ingin lagi mengingat mimpi nya itu, tapi dia merasa ada sesuatu yang aneh di bawah sana.
''Apa aku datang bulan?'' Gumamnya yang kemudian langsung mengeceknya, alisnya mengernyit heran karena yang di lihat bukanlah noda merah melainkan sebuah cairan bening yang memenuhi onderdil nya.
''Basah? astaga!!'' Zoya segera bergegas untuk membersihkan dirinya, mengguyur kepalanya langsung dengan shower yang dingin, bertujuan untuk meredam otaknya yang panas itu.
Selesai mandi, iapun segara memakai handuknya tetapi ada yang ia lupakan kalau ia lupa membawa pakaian nya! apa ia keluar dengan hanya menggunakan handuk saja, tapi kenapa dia merasa khawatir, toh dia juga sudah terbiasa kan seperti itu? entahlah ia merasa ada yang aneh pada dirinya.
''Zoya kau benar-benar sinting!'' makinya pada dirinya sendiri.
Menghela nafasnya terlebih dahulu, mengatur perasaan nya lalu kemudian iapun keluar dari sana dengan tatapan kedepan tanpa menoleh ke arah ranjang yang masih ada Alex di sana.
''Kau sudah selesai mandi? kalau begitu aku juga akan pergi mandi,'' ucap Alex bangun dari tempat tidur masih dengan mata yang tertutup.
Begitu Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi sana, Zoya pun bisa bernafas dengan lega, tapi beberapa saat kemudian ia mengingat sesuatu bahwa pakaian nya masih tercecer di bawah lantai terlebih lagi pakaian dalamnya yang pasti akan terlihat ada noda itu!
Dengan cepat Zoya pun menyusul Alex masuk ke dalam kamar mandi yang kebetulan Alex juga lupa untuk menguncinya atau memang itu sudah menjadi kebiasaan Alex untuk tidak mengunci pintu kamar mandi saat dia tengah mandi.
Tanpa memikirkan yang lain, Zoya masuk begitu saja karena niatnya hanya untuk menyingkirkan pakaiannya dari bawah lantai itu dan melemparkannya jauh-jauh ke tempat khusu pakaian kotor. Tapi Maakk jrenggg... ia justru melihat sesuatu yang membuat matanya terbelalak.
Alex yang sudah menanggalkan seluruh pakaiannya terkejut karena suara pintu yang terbuka dan sudah ada Zoya di sana menatap dirinya tanpa berkedip ke arah satu titik yaitu si 'Joni' yang memang sudah tidak menjadi rahasia jika pada pagi hari pria manapun bukan hanya dirinya yang terbangun tapi ada kehidupan lainnya yang juga ikut terbangun dengan gagah nya.
__ADS_1
Lama Zoya menatap adik kecil Alex, tapi Alex tidak sama sekali berniat untuk segara menyadarkan Zoya yang tengah melamun itu dan justru ia malah mengatakan sesuatu. ''Kenapa kau menatap nya seperti itu. Apa kau ingin menyentuhnya?'' tanpa di duga olehnya Zoya malah menganggukkan kepalanya.