Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti
Daebak!!!


__ADS_3

Tanpa mengetuk pintu, seseorang menerobos masuk ke dalam ruangan Alex yang kebetulan ada Zoya juga di dalamnya dan mereka saat itu kebetulan masih dengan posisi berpelukan karena itulah yang Alex inginkan, meringankan rasa khawatirnya dengan cara memeluk istri terkasih nya.


Alex melirik ke arah pintu yang sudah ada dua orang yang berdiri di sana dengan wajah yang penuh merasa bersalah terlebih lagi salasatu dari mereka yang tak lain adalah Mark.


''maaf, tapi ini mendesak.'' Ucap Mark dan Alex pun melepaskan pelukannya pada Zoya yang seketika menoleh ke arah belakang dan melihat ada orang yang sangat ia kenal. ''Kia?'' senyum Zoya merekah karena melihat sahabatnya saat ini berdiri di ambang pintu.


Dengan berlari Zoya menghampiri Kia yang juga melebarkan senyumannya karena terkejut dan tidak menyangka kalau sahabat nya berada di sana.


''Kau disini Kia ?'' ucap Zoya memeluk Kia sebentar.


''Iya, dan kau?- aaah astagaaa! apa ini perusahaan suami mu?'' sahut Kia dengan berbisik pada akhir kalimat nya dan langsung mendapatkan anggukan dari Zoya.


Sedang dua gadis itu sedang berpelukan karena baru bertemu lagi dari sekian lamanya, dua laki-laki yang ada di sana hanya diam yang Mark sendiri merasa bingung, siapa Kiandra ini sebenarnya.


''Nyonya bos, anda mengenal dia ?'' tanya Mark yang sangat ingin tahu.


''Sangat, dia sahabat ku, Kia.'' Jawab Zoya dengan rasa bangganya memperkenalkan Kia pada Mark yang terkejut karena wanita yang baru saja menjadi rekan bisnis nya dan Alex ternyata sahabat dari nyonya bosnya sendiri.

__ADS_1


''Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu mu disini.'' Kia memeluk Zoya lagi karena memang Zoya lah sahabat pertama nya yang ia temui di kampus sebelum dua sahabatnya yang lain.


"Mark?! sesuatu mendesak apa sehingga kau lupa untuk mengetuk pintu?'' potong Alex dengan nada yang amat dingin.


''Aah iya aku hampir melupakan nya, semua orang sudah menunggu kita di ruang rapat dan kekacauan yang ada belum juga ada hasil, tapi nona Kiandra mengatakan bahwa ia bisa membantu kita.''


''Apa kau yakin?'' tanya Alex pada Mark, dan Mark hanya menoleh ke arah Kiandra yang hanya memberikan anggukan kepala.


''Aahh ya benar! Kia sangat ahli di bidang itu,'' sambar Zoya yang membenarkan apa yang Mark katakan.


''Baiklah, silahkan..'' Alex menggeser posisi nya yang berada di dekat meja kerjanya dan berjalan menuju sofa panjang lalu memberikan kode agar Zoya mendekat ke arahnya.


Alex memperhatikan kedua orang itu dengan tatapan tajam dan itu di sadari oleh Zoya yang langsung memberikan ketenangan pada Alex. ''Kau bisa tenang sayang, percayakan saja pada mereka, hemm?'' Alex hanya tersenyum dan mengusap kepala Zoya sebagai bentuk terimakasih nya atas niatnya istrinya agar dia bisa sedikit lebih tenang.


10 menit kemudian setelah Kiandra bergelut dengan monitor gadis 20 tahun itu tersenyum puas dan melirik ke arah Zoya yang sedari tadi juga sedang menatapnya cemas. ''bagaimana?'' itulah arti dari tatapan mata Zoya, dan Kiandra membalasnya dengan kerlingan mata kirinya, yang menandakan bahwa semua sudah beres sesuai keinginan sang pemilik perusahaan.


''Yeaaayyy!! Daebak!! kau yang terbaik, Kia !!'' teriak Zoya dengan tiba-tiba yang tentunya membuat kedua laki-laki yang ada di sana terjingkat kaget.

__ADS_1


''Sudah?'' tanya Alex dan Mark dengan bersamaan dan di angguki Zoya juga Kiandra.


Dengan rasa penasaran Mark segera memeriksakan sistem dan benar apa yang di katakan Zoya, ada sisi lain dari dalam diri Kiandra yang ternyata memang sangat ahli di bidang tersebut.


''Wah kau sangat luar biasa.'' Puji Mark yang membuat Kia tersipu malu.


''Kalau begitu, kita segera temui mereka dan untuk Nona Kia, anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan sebagai rasa terima kasih perusahaan .'' Ucap Alex dengan nada yang tegas dan Kia yang mendengarnya hanya membungkuk sedikit karena rasa hormatnya.


''Honey, kau bisa tunggu aku di kamar kita, hemm?'' Cup' Alex pun berlalu setelah mengecup Zoya dengan singkat. Kia dan Mark pun ikut berlalu menyusul Alex yang sudah keluar dari ruangannya.


Rapat pun berjalan dengan semestinya, tidak ada kekacauan seperti yang di khawatirkan sebelumnya. Dan seperti biasa, semua orang sangat puas dengan memercayakan sahamnya berada di bawah naungan perusahaan yang langsung di pimpin oleh Alexander Gilbert.


Semua orang sudah meninggalkan ruangan meeting terkecuali tiga orang yaitu pemimpin perusahaan wakil nya dan Kiandra Harasyi yang saat ini tengah ditahan oleh Mark untuk tidak meninggalkan ruangan meeting terlebih dahulu.


Alex menganggukan kepalanya pada Mark sebagai kode agar memberikan sebuah berkas kepada Kiandra. ''terimalah Nona, itu bentuk kecil dari rasa berterima kasih kami, dan perlu Anda ketahui Kalau saya tidak suka berhutang Budi pada siapapun itu.'' ujar Alex pada Kiandra yang sedang membaca isi dari berkas yang diberikan Mark.


''tapi tuan, ini sangat besar sekali, bahkan jauh dari apa yang sudah kita sepakati.''

__ADS_1


''Saya permisi, karena istri saya pasti sedang menunggu saya.'' Tanpa menjawab ucapan Kiandra, Alex justru pergi begitu saja meninggalkan Mark dan Kiandra di ruangan meeting yang suasananya tiba-tiba berubah menjadi canggung itu.


Beberapa saat mereka hanya saling diam, namun Mark yang berdehem berusaha mencairkan suasana canggung itu, ya memang awal mereka bertemu sangat tidak baik karena insiden di cafe tempat pertama mereka bertemu. Tapi tanpa mereka tahu ternyata keduanya saling terhubung, Zoya yang ternyata sahabat Kia dan Mark sahabat dari suami Zoya, sungguh dunia sangatlah sempit.


__ADS_2