
Malam semakin larut, seorang wanita yang masih saja sibuk dengan layar komputer nya seketika terusik ketika ingatan nya bergulir di kejadian siang tadi.
Ia berdecak kesal karena beberapa kali harus menghapus ketikannya di keyboard komputer nya karena entah jarinya yang terpeleset atau memang sedang ada yang mengganggu konsentrasi nya.
Wajah seorang pria serta suara yang membuat nya terkesima terus saja terngiang-ngiang di kepalanya. ''Ck, ada apa dengan diriku? kenapa tuan itu selalu berputar di otak ku..'' gerutu nya kesal.
Kiandra Harasyi, wanita berusia 21tahun yang baru saja mendapatkan gelar sarjana di bidang administrasi, dan saat ini ia di tuntut untuk menangani perusahaan keluarga karena orang tuanya yang sudah tidak lagi muda.
Menghela nafasnya dengan berat, tangannya mengusap kasar wajah nya yang lelah, matanya yang sedikit memerah, karena beberapa hari ini waktu tidur nya benar-benar terkikis. Kepalanya menoleh ke arah sofa panjang yang seakan-akan memanggil dirinya untuk merebahkan tubuhnya yang benar-benar lelah itu.
Kiandra melirik kembali ke arah layar monitor dan lagi-lagi ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, tubuhnya sudah benar-benar lelah namun pekerjaan nya belum juga rampung. Ya dia harus bekerja lebih keras lagi karena perusahaan milik keluarga nya yang memang nyaris bangkrut dan dia benar-benar berusaha mencari cara agar menstabilkan nya dengan cara mencari-cari investor-investor yang bersedia untuk bekerja sama dengan perusahaan nya.
Sebenarnya sang ayah sudah memberikan pilihan, tetap berusaha untuk menstabilkan perusahaan atau menikah dengan anak dari pengusaha kenalan sang ayah. Sungguh Kiandra tidak menginginkan itu, maka dari itu ia lebih memilih untuk berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari perjodohan tidak masuk akal itu, pikir Kiandra.
__ADS_1
''Ck menikah? kalaupun memang ia, apa lelaki itu akan sama dengan suami Zoya? yang tidak pernah menuntut apapun. Ya lelaki seperti tuan Alex hanya ada 1 di antara seribu lelaki, beruntung Yaya.''
Setelah selesai mengerjakan semua pekerjaan nya pada di waktu dua dini hari, Kiandra atau akrab di panggil dengan nama depannya saja yaitu Kia, segera merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang dan lebar yang ada di ruangan nya, berharap agar esok saat matanya terbuka semua berjalan dengan baik seperti harapan nya.
Hanya membutuhkan waktu sebentar akhirnya Kia pun sudah tertidur pulas namun di tempat lain seperti lelaki yang berusia 28tahun itu, tengah risau di balkon kamarnya, tangannya memegang segelas wine yang berwarna merah terang, entahlah sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan minum namun malam ini perasaannya tidak karuan.
Mark Carlos, asisten pribadi Alexander Gilbert, juga menduduki posisi sebagai wakil presiden Direktur di perusahaan Violet Gilbert brand. Tatapan nya lurus ke cahaya yang berkelip di atas langit. Saat ini dia pun bingung kenapa matanya terus saja mengering padahal saat ini adalah waktu semua orang sudah tertidur pulas di bawah selimut yang tebalnya, tidak dengan dirinya.
Tangannya mengangkat gelas wine dah di dekatkan kedepan wajah nya, bibirnya tersenyum sendiri dan seketika mulutnya berucap nama seseorang yang dia sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba menyebutkan nama orang itu. ''Kiandra Harasyi.''
Matahari sudah menunjukkan cahaya nya, pasangan suami istri yang masih setia tertidur di bawah selimut yang sama itu belum menunjukkan tanda-tanda mereka akan terbangun. Namun karena suara bising dari burung yang berkicau di depan jendela, salasatu dari mereka pun perlahan membuka matanya.
Matanya mengerjap beberapa kali melihat jarum jam yang tertempel indah di dinding kamar, kepalanya menoleh ke kanan dan ternyata wajah cantik dari istrinya saat ini tengah mengarah ke arah nya yang masih memejamkan matanya. Hal yang pertama kali ia lakukan adalah mengecup kening Zoya lalu mengusap pipinya dengan lembut.
__ADS_1
''Selamat pagi, manis.'' Ucap Alex dengan suara yang berat.
Terdengar suara gumaman dari Zoya, yang juga ikut membuka matanya dan tersenyum ketika melihat wajah suaminya yang saat ini sangat dekat dengan nya. ''Kau sudah bangun, sayang?'' Sahut Zoya yang membuat Alex tersenyum lebar karena mendengar panggilan dari Zoya untuk nya.
Aaakkkhhh..
Zoya berteriak keras karena terkejut tubuhnya yang tiba-tiba di angkat oleh Alex, nyawanya yang semula belum sepenuhnya terkumpul seketika dirinya sudah benar-benar sadar. Alex membawa Zoya ke gendongannya menuju kamar kecil yang ada di sudut kamar mereka.
Meletakkan tubuh Zoya di dalam bathtub, membukakan pakaian yang masih melekat pada tubuh Zoya dan kemudian mengisi bathtub tersebut dengan air yang hangat lalu ia tuangkan cairan sabun berwarna ungu ke dalamnya. ''Alex.. Aku bisa sendiri,'' protes Zoya namun Alex tidak mengindahkan nya sama sekali.
Justru kini Alex ikut membuka pakaiannya dan ikut masuk kedalam bathtub bersama Zoya dan apa yang terjadi? ya! seperti apa yang kalian pikirkan, pasangan suami istri itu bukan hanya mandi namun bermain juga di dalamnya.
Dua jam kemudian, keduanya keluar karena baru saja selesai melakukan ritual di dalam kamar mandi sana, Zoya yang lebih dulu melangkah keluar dan di susul Alex di belakangnya. Seakan belum juga puas, Alex kembali menjahili Zoya, ia menarik lilitan handuk istrinya sehingga membuat handuk tersebut jatuh ke bawah lantai. Dengan wajah yang kesal, Zoya mengambil nya dan segera berlari ke dalam ruangan yang terdapat pakaian-pakaian miliknya untuk segera memakai nya karena kalau tidak! mungkin saja ia akan di mangsa kembali dengan Alex yang merasa candu dengan tubuh hangat Zoya.
__ADS_1
Alex tertawa puas karena berhasil menjahili Zoya, nafasnya yang memburu karena lelah karena ulahnya sendiri, melirik adik kecilnya yang ternyata berdiri tegak di dala lilitan handuknya. Alex pun berteriak agar Zoya mendengar. ''Sayang!! seperti nya si Joni meminta lebih!!'' teriak Alex dan di sahuti Zoya dengan ketus.
''Jangan macam-macam!!''