
Tatapan Zoya seakan mengisyaratkan tidak akan ada pertemanan, di antara dia dan wanita yang ada di depannya saat ini yang pasti usianya tentu lebih tua dari usia dia.
''Anda bisa tunggu di sini! saya akan panggilkan Alex, dan ingatlah batasan !'' ujar Zoya dengan tegas tanpa adanya senyuman yang biasa ia tebar pada teman-teman kampus nya.
Tanpa menunggu jawaban dari Chintya, Zoya kembali masuk ke dalam dengan menutup pintu rapat-rapat dan pastinya akan membuat siapapun itu akan tersinggung begitu juga Chintya yang sudah menghentakkan kakinya karena kesal dengan sikap Zoya yang tak bersahabat.
Di dalam rumah, Zoya yang sedang mencari Alex kebetulan melihat ponsel Alex yang terus saja berdering. Dan di situ nama Mark yang tertera.
''Dimana dia ?'' gumam Zoya yang kembali melanjutkan untuk mencari Alex, saat begitu ia masuk kamar ternyata Alex yang baru saja membuka baju atasan nya yang sepertinya ia ingin mandi dan menampilkan otot-otot tubuhnya juga bentuk roti sobek yang berjumlah enam itu.
Zoya sedikit terkejut namun seperti biasanya ia sangat menyembunyikan perasaannya, walaupun telinganya yang memerah tetap saja nampak, Zoya tetap saja bersikap biasa. ''Lain kali di kunci,'' cetus Zoya.
''Emmm, iya. Oh ya ada apa? apa berubah pikiran, baiklah beri aku waktu 10 menit untuk mandi, baru setelah -''
''Bukan, aku hanya ingin mengatakan, kalau ada seseorang di luar sana mencari mu,'' potong Zoya.
''Siapa?''
''Aku tidak tahu, lebih baik kau pakai lagi bajumu, dan temui dia. Aku akan pergi.'' Ucap Zoya yang kemudian berlalu keluar dari sana, merasa penasaran Alex pun memakai pakaian nya kembali dan menyusul Zoya dengan sedikit berlari.
Keluar rumah dengan berbarengan, Zoya yang berjalan di depan dan Alex yang membuntut di belakang. Chintya yang masih menunggu diluar pun melihat itu merasa kesal karena terlihat Alex dan Zoya yang seperti tidak memiliki batasan sesuai status nya. Hanya pernikahan kontrak apa yang dia tahu kabarnya.
''Chintya?'' Zoya menoleh ke Alex yang terkejut karena Chintya mengetahui rumahnya dan Zoya.
''Alex, rupanya kau belum juga bersiap-siap ,'' Chintya menghampiri Alex dan bergelendot manja pada lengan Alex dan itu jelas-jelas di depan mata Zoya langsung.
Alex melihat ke arah Zoya yang masih menatap ke arahnya dengan raut wajah yang datar, Alex pun berusaha melepaskan pegangan Chintya di lengannya tapi bukannya terlepas melainkan Chintya yang semakin mengeratkan nya.
__ADS_1
''Alex.. kenapa dia bersikap tak bersahabat begitu,'' lirih Chintya.
''Karena kau bukan sahabat ku,'' ceplos Zoya apa adanya.
''Bukan itu maksud ku! kau bisa kan bersikap ramah dengan ku, kelak kita nanti akan menjadi keluarga,''
''Cih, berharap sesuatu yang berlebihan itu tidak baik Nyonya. Kalau begitu aku permisi ,'' Zoya pun akan pergi dari sana namun tiba-tiba tangan Alex menahannya dengan menggenggam tangan Zoya dengan lembut nya.
''Tetaplah disini sebentar.'' Pinta Alex dan beralih menoleh ke arah Chintya yang sejak tadi melihat tangan Alex saat memegang tangan Zoya.
''Chintya, kau pergilah. Aku akan mengantarkan nya.''
''Tapi-''
''Tidak perlu, itu taxi ku sudah menunggu .'' Ucap Zoya menyela ucapan mereka dan melepaskan genggaman tangan Alex.
Zoya yang sudah melangkah pergi menuju mobil tadi yang sudah di pesannya, namun tidak menyangka kalau Alex malah berlari mendahului langkah nya menghampiri mobil tadi tersebut.
Zoya terbelalak setelah melihat sopir taxi itu sudah melajukan mobilnya meninggalkan dia yang akan menaikinya. ''Lho, Pak!! saya belum naik!!'' teriak Zoya pada supir taxi tersebut.
''Alex, kau bicara apa padanya. Astaga,, aku pasti akan telat, kalau begitu aku akan naik bis.'' Ucap Zoya yang akan berlalu pergi lagi namun tanpa di duga lagi, Alex malah menarik tangan Zoya dan membawanya ke mobilnya.
''Aku sudah bilang, biar aku yang mengantarkan, kau hanya perlu duduk manis di mobil ku.'' Ujar Alex yang memerlingkan sebelah matanya pada Zoya dan memutar untuk ke bagian kursi kemudi.
Zoya yang kebingungan dengan sikap Alex hanya diam, matanya melirik Chintya yang entah di sengaja atau tidak Alex malah meninggalkannya di depan rumah seorang diri.
Tidak ada obrolan seperti belakangan ini yang mereka memang sudah mulai dekat namun entah kenapa suasana canggung itu kembali hadir seperti baru-baru pertama kali mereka mulai hidup bersama.
__ADS_1
''Terima kasih untuk makanan yang kau kirim, sangat lezat.'' Tutur Alex mencoba memulai topik pembicaraan.
Zoya tidak menjawab nya ia hanya menoleh dan tersenyum tipis dan kembali membuang pandangannya ke arah luar mobil.
''Emmm tadi malam aku pulang telat karena banyak sekali pekerjaan.'' Ucapnya lagi namun Zoya masih saja diam.
''Oh ya, kita juga kan belum sarapan pagi. Kita mampir di kafetaria yang ada di sebrang kampus mu, ya?''
''Aku sudah telat, aku juga membawa roti di tas ku.'' Jawab Zoya dengan singkat.
''Tapi aku lapar.... '' balas Alex dengan suara pelan berharap Zoya akan luluh dengan cara dia bicara.
''Kau bisa makan setelah kembali kerumah, aku sudah menyiapkan makanan, kau hanya perlu memanaskannya.''
Fyuuhh.. Alex menghela nafasnya dengan berat, harapannya sia-sia, karena Zoya masih saja kuat dengan pendiriannya, dan Alex juga tahu kenapa Zoya bersikap seperti itu lagi padanya.
Sebelum kedatangan Chintya, Alex memang sudah bisa meluluhkan hati Zoya walaupun hanya sedikit, tapi hati Zoya membeku lagi dan kembali bersikap dingin padanya.
Sesampainya mereka di depan kampus, Zoya yang hanya berpamitan dengan singkat segera di susul Alex yang langsung keluar dari mobilnya.
''Yaya?!''
Zoya pun menoleh, dan Alex berlari ke arah nya. Zoya yang panik segera memundurkan beberapa langkahnya karena dia tidak ingin lagi menjadi topik pembicaraan panas di kampus.
''Ada apa?'' tanya Zoya yang terus memperhatikan sekeliling. ''Aku minta kepercayaan dirimu, itu saja.'' Ucap Alex yang kemudian mengelus kepala Zoya dengan lembutnya daan.. *Cup'
''Tidak ada yang melihat, kau tenang saja*,'' bisik Alex setelah mengecup kening Zoya dan berlalu pergi setelah melambaikan tangannya dari dalam mobilnya .
__ADS_1
Sungguh cuaca belakangan ini memang sedang dingin terlebih lagi tadi malam hujan dan pastinya bertambah juga dinginnya, dan itu alasan dia hari ini memakai Hoodie tebalnya. Tapi kenapa cuaca tiba-tiba terasa panas? gumam Zoya dalam hatinya.
Zoya menepuk-nepuk kedua pipinya, karena merasa panas di area pipi juga telinganya yang sudah memerah.