MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
LAMARAN


__ADS_3

Pagi ini Hans sudah bersiap untuk melamar kekasih nya ya itu jessica, Ia membuat suatu rencana akan melamar jessica di perusahan mereka, Jessika juga bekerja di perusahaan Hans sebagai manajer keuangan Hans meminta bantuan kepada semua karyawan nya untuk membantu dia, Hans mendapat telfon dari salah satu karyawan nya yang mengawasi kedatangan Jessica


"Hallo pak, ibu Jessica sudah tiba di kantor " lapor salah satu karyawan Hans


"Oke terimakasih informasinya" ucap Hans


"Bagaimana semuanya apa sudah siap ibu Jessica sudah tiba di kantor "tanya Hans kepada semua karyawan nya


" Maaf pak, bunga yang bapak pesan belum datang juga " jawab sekertaris Hans yaitu Linda.


" Aduh, gimna si ini kalian pesanan nya dimana " Tanya Hans dengan penuh amarah


"Maaf pak, saya pesanan nya di toko bunga milik teman saya" ucap salah satu karyawan nya ya itu lily


"Telfon sekarang juga teman kmu itu" pinta Hans


"Baik pak" karyawan itu langsung menelfon teman nya pemilik toko bunga itu


"Hallo, Ura kamu di mana? bos aku udah marah-marah ini "


"Lagi di jalan Liy, macet banget soal nya"


"Oke cepat ya" Lily langsung mematikan telfon nya


Hans berlari menemui Jessica,dan membawa Jessica keluar dari kantor untuk mengulur waktu


"Pagi Jes, kamu udah makan belum? makan di kantin kantor yok " Ajak Hans


"Tumben mau makan di kantin " tanya Jessica dengan curiga


"Biar pernah" Hans langsung merangkul Jessica dan membawa nya keluar


"Kamu pesan apa yang kamu mau, aku ke toilet bentar ya " ucap Hans


"Gimna bunga nya sudah datang" tanya Hans kepada Linda sekretaris nya


"Maaf pak, belum juga" jawab Linda


Hans sudah tidak tau mau berbuat apa lagi, dia berjalan mondar mandir seperti cacing kepanasan, sedangkan si tukang bunga masih belum tiba juga.


Saat si tukang bunga sudah samapi di depan kantor dia segera berlari menuju ke dalam kantor, dengan gugup nya si tukang bunga menginjak tali sepatu nya yang membuat dia terjatuh di pelukan Hans, bunga-bunga itu berterbangan menghiasi mereka, dengan segera Hans tersadar dan melepas pelukan itu.

__ADS_1


"Maaf pak saya tidak sengaja" Ucap tukang bunga itu dengan gugup


"Mana bunga nya ?" Tanya Hans


Si tukang bunga mengambil kembali bunga yang sudah jatuh ke lantai dan memperbaiki nya


"Ini pak" si tukang bunga memberikan bunga itu tanpa mengalihkan pandangan nya kepada Hans


"Terima kasih" ucap Hans dan memberikan sejumlah uang sebagai bayaran nya


"Menghalau aja terus" Lily mengagetkan Haura si tukang bunga itu


"Ah kamu ngagetin aja udah ah ku pulang dulu enggak ada yang jaga toko " Ucap Haura


"Ya udah hati-hati, di jalan yaa, makasih atas kerja samanya " Ucap Lily yang di balas simbol jempol oleh Ura


Hans lagsung menemui Jessica dan mengajak nya kembali kantor saat mereka sudah tiba di depan pintu masuk kantor para karyawan sudah menyambut mereka dan salah satu karyawan membawa tulisan yang bertuliskan "Will you marry me "


"Apa ini Hans? tanya Jessica


Hans lagsung berlutut di hadapan Jessica dan mengeluarkan cincin serta memberinya bunga kesukaan Jessica ya itu bunga mawar putih


"Jessica joulicia ,menikah lah dengan ku apa kamu bersedia menerima lamaran ku ? ucap Hans dengan gagahnya


Semua karyawan bertepuk tangan dan bersorak bahagia


"Terima kasih atas kerja samanya " ucap Hans kepada semua karyawan nya.


Hans mengajak Jessica untuk mempertemukan keluarga mereka dan keluarga masing-masing dari mereka berdua sudah menyetujui nya dan memberi restu terhadap niat baik anak-anak nya itu karena tidak ada penghalang untuk pernikahan mereka , status sosial dan jabatan yang mereka punya terbilang sebanding.


Dua keluarga itu juga membicarakan kapan bulan dan tanggal baik untuk pernikahan anak-anak mereka


waktu dengan cepat berlalu semingu lagi acara pernikahan Hans dan Jessica semua orang pada sibuk mengurus pernikahan mereka terutama orang tua Hans yang menginginkan pernikahan anak nya itu di adakan secara besar-besaran sesuai dengan status yang mereka punya


"Hans aku enggak nyangka kita akan segera menikah" ucap Jessica


"Kamu bahagia?" tanya Hans


"Banget" jawab Jessica dan langsung dapat pelukan dari Hans


"Kalau kamu bahagia aku juga bahagia " bisik Hans, Jessica yang mendengar nya merasa menjadi wanita yang paling bahagia dan beruntung mendapatkan kan laki laki seperti Hans

__ADS_1


"Hans kamu bawa sendiri ya undangan pernikahan mu ke kantor nati suruh Linda yang membagikan "ucap mama Joy mama nya Hans


"Iya ma" jawab Hans dan mengambil undangan itu khusus untuk karyawan di perusahaan nya


Setiba nya Hans di kantor, Hans meminta Linda untuk membagikan undangan pernikahan nya tanpa terkecuali.


"Ha, engkau tau ni mau pake baju apa di pernikahan Bos" ucap lily kepada Ura


"Beruntung nya wanita itu, seandainya saja aku yang jadi ...". belum selesai Haura berbicara Lily langsung memotong pembicaraan nya


"Sudah-sudah dari pada kamu menghalau terus mendingan kamu temani aku belanja " Ajak Lily


"Ya udah aku tutup tokoh dulu ya"


Hans mendapat telfon dari pemilik toko baju pengantin mereka bahwasanya baju pengantin mereka sudah bisa di coba dan diambil


Hans lagsung menemui Jessica dan lagsung mengajak Jessica pergi untuk mencoba baju pengantin mereka ,setiba mereka berdua di lokasi tujuan ,mereka dengan segera mencoba baju pengantin itu


"Mbak minta tolong kancing in baju saya"


pada saat si mbak sedangkan mengancing baju Jessica ,tanpa sengaja kancing baju itu terlepas dan jatuh


"Maaf Bu, kata orang-orang Klau kancing baju pengantin rusak atau terlepas pernikahan itu kemungkinan akan batal "ucap salah satu karyawan tokoh


"kamu siapa,? kamu Tuhan?" tanya Jessica yang sedang di penuhi amarah


"Maaf Bu ,saya sudah lancang" karyawan itu meminta maaf kepada Jessica,namun kata maaf itu tidak membalikkan perasaan kecewa Jessica terhadap karyawan itu .


"Ayok,kita balik aku udah engga mood disini " Jessica lagsung menarik tangan Hans


setibanya di mobil Hans bertanya kepada Jessica kenapa dia tiba-tiba marah


"Kamu kenapa Jes?" tanya Hans


"Waktu aku cobain baju pengantin kita, kancing baju itu tiba-tiba terlepas dan kata salah satu karyawan itu berkata itu pertanda buruk aku kan jadi takut" Hans yang mengetahui Jessica sedang menangis lagsung memberhentikan mobil nya dan memeluk Jessica.


"Itu cuma takhayul, kamu jangan langsung percaya, udah dong nangis nya " ucap Hans yang menenangkan Jessica


"Ya udah ayok jalan lagi, aku udah lapar belum makan siang " ajak Jessica


"Baik lah Calon Istri ku" ucap Hans yang membuat Jessica tersenyum bahagia

__ADS_1


baca episode berikutnya 😊👉


Happy reading📱


__ADS_2