MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
ULANG TAHUN HANS PENUH KEJUTAN


__ADS_3

Suasana berubah hening.Tendergar jelas dengus panjang Haura yang di rasakan sesak di dada.


"Pasti ada sesuatu yang terjadi ini?" Pikir Hans dalam benak nya


Di pinggiran tempat tidur mereka Haura kembali teringat tentang kejadian yang baru saja dia lihat.


Hans tidak mau memperpanjang pertanyaan di hatinya, meskipun sekarang dia sudah merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Hans tersenyum kepada istrinya itu sambil memeluk tubuh Haura dari belakang dan mencium pipinya lembut sekilas.


"Eemmm, apa istri ku ini lupa hari ini hari apa ya?" Tanya Hans


"Hari Kamis" jawab Haura singkat seolah olah dia tidak tau bahwa hari ini suaminya itu sedang berulang tahun


"E-mmm Iya hari kamis aku lupa!"


Haura mencoba untuk tersenyum kepada suaminya itu dan melupakan peristiwa yang dia lihat tadi


"Ayok ikut aku" Ajak Haura


"Ke mana?" Tanya Hans penasaran


"Ya udah ayok entar kamu juga tahu, tapi matanya di tutup dulu ya" Ucap Haura samabil menutup mata Hans dengan kedua tangan nya sambil menuntun jalan Hans


"Ke mana si sayang"


"Bawel, diam aja nanti kamu juga tahu"


"Iyaa deh"


"Surprise....."


Sejenak Hans terdiam dengan kejutan yang diberikan istri nya itu



"Ini kamu yang siapin sayang?"


"Iya dong, siapa lagi kalau bukan aku"


"Makasi ya sayang" Ucap Hans mengecup sekilas bibir Haura


"Iya sayang, sama-sama sekarang kita tiup lilin ya tapi sebelumnya kita nyanyi selama ulang tahun dulu"



Happy Birthday to you


Happy Birthday to you


Happy Birthday, Happy Birthday


Happy Birthday to you


One more candle to light


On your birthday cake


Hope your wishes all come true


Now lets celebrate


Yeyyyyyy

__ADS_1


"Selamat ulang tahun suami ku" Ucap Haura


Mencium bibir Hans sekilas


"Cuma gitu doang?" tanya Hans yang kurang puas dengan cium yang di berikan Haura


"Jadi harus nya bagimana?"


Hans menarik tubuh Haura ke dalam pelukannya kemudian menciumi leher hingga bibir Haura dengan ganas


"E-mmm, sayang aku habisan nafas"


"Habisnya kamu manis"


"Emang nya aku mandu"


"Lebih dari madu"


"Gombal!"


"Enggak sayang, aku jujur" Hans memeluk tubuh Haura dari belakang sambil menikmati pemandangan dan dingin nya malam hari di atas rooftop rumah mereka.


"Iya sayang aku percaya sama kamu"


"Harus dong sayang, tapi kenapa perut kamu kelihatan bersih begini sayang, kebanyakan makan ya?" Tanya Hans sambil mengelus-elus perut Haura


"E-mmm, Aku bukan kebanyakan makan sayang tapi aku sedang berisi?"


"Maksud nya berisi apa?, berisi itu apa?"


"Maksud nya itu saat ini aku sedang mengandung anak kamu" Ucap Haura membalikkan badannya lalu tersenyum manis kepada suaminya itu


Tidak percaya apa yang dia dengar tadi Hans kembali menanyakan hal itu kepada Haura" Coba ulang lagi sayang sepertinya aku salah dengar"


"Kamu serius sayang?, aku enggak salah dengan kan, aku enggak lagi bermimpi kan?" Tanya Hans memukul-mukul pipi kiri dan kanan nya


"Hey...." Haura menahan tangan Hans kemudian meletakkan tangan suaminya itu ke dalam baju Haura


"Apa anak kita ada di dalam ini"


"Iya sayang"


"Makasih sayang, kamu sudah memberikan hadiah terbaik di hari ulang tahun ku"



"Iya sayang" Haura yang merasa lucu mendengarnya tersenyum geli. Beta damai dan bahagianya hati Haura mendengar pujian dair suaminya itu .


****


Dua Minggu kemudian.......


Hari-hari demi hari Hans begitu memperlihatkan cinta kasihnya dengan sepenuh hati. Sementara di luar rumah pak joko telah siap memanaskan mobilnya.


"Hari ini tidak banyak pekerjaan di kantor kan?"


"Seperti nya tidak, emang nya kenapa sayang?"


"Seperti nya anak kita ingin makan seafood di restoran nelayan dekat apartemen kita yang lama, bisa kan temani aku?"


"Bisa dong sayang apa si yang enggak untuk istri dan anak ku"

__ADS_1


"Jam 5 sore ya, jagan lupa"


"Iya sayang"


Haura mengantarkan Hans sampai teras rumah mereka, sambil melambaikan tangan ke mobil suami nya itu


Sebenarnya Haura tidak ingin suami nya itu berangkat untuk bekerja namun dia hempasan keinginan egois nya itu.


****


Pagi itu adalah hari pertama Hans menginjakan kakinya kembali di perusahaan mereka. setelah berlibur untuk memanjangkan istrinya yang sedang mengandung anak nya itu


"Hans!" panggil kak Hart


"Ini titipan dari kakak ipar kamu untuk Haura, katanya si Haura ngidam kepengen makan kue kering buatan Lily"


"Makasih ya kak, bilang makasih juga sama kak Lily"


"Iya nanti kakak sampaikan, oh iya sekalian maaf belum bisa mampir ke rumah klian karena beberapa hari ini keponakan kamu sedang tidak enak badan"


"Enggak apa-apa kok kak, tapi Hezekia udah di bawa ke dokter kan?"


"Udah Hans, kemarin siang baru pulang dari rumah sakit"


"Ya udah ntar malam kami ke sana deh mau jenguk in Hezekia


"Iya... Terserah kamu aja Hans, ya udah kakak duluan ya"


"Iya kak".


Di depan pintu ruang kantor Hans ada seseorang yang sudah menunggu nya


"Hallo!, selamat pagi" sapa Jessica


"Ya, mau apa kamu di depan pintu ruangan pribadi saya?" Tanya Hans dengan tatapan mata tajam


"Mungkin saat ini kamu sudah melupakan ku, tapi aku percaya tidak lama lagi kamu akan kembali ke dalam pelukan ku Hans"


Hans berjalan masuk ke dalam ruangannya tanpa mempedulikan ocehan Jessica. Dibelainya nafas lega setelah meninggalkan Jessica yang masih berdiri di luar pintu ruangannya.


Duduk dengan santai nya sambil mempertimbangkan perasaan nya, dia juga tidak tahu apa kah dia masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu dengan mantan kekasih nya itu namun di sisi lain dia merasa nyaman berada di dekat Jessika, hal ini membuat Hans merasa dilema


Tok....Tok...


Mendengar suara ketukan di luar pintu ruangan Hans, dia bergegas bangkit dari tempat duduknya semula smabil merapikan pakaian nya yang sama sekali tidak berantakan


"Iya masuk" Ucap Hans mempersilahkan orang yang mengetuk pintu ruangan nya itu untuk masuk


"Selamat pagi pak, sudah lama tidak bertemu" sapa Linda sekretaris Hans


Mengejutkan nya ekspresi wajah Hans tiba-tiba berubah


"Ada apa dengan ekspresi itu pak?, kenapa pas saya masuk ekspresi bapak tiba-tiba berubah apa bapak sedang menunggu seseorang ?" Tanya Linda penasaran


"Enggak, kamu salah paham saya sedang tidak enak badan saja" Jawab Hans gugup


"Oh, begitu! ya sudah pak saya hanya ingin mengingatkan jam 4 sore nanti kita ada meeting dengan Kline kita yang dari London"


"Iya, saya tidak lupa Lin"


"Baik lah pak saya permisi dulu"

__ADS_1


"Iya" Jawab Hans lupa dengan janji nya untuk menemani istrinya itu makan di restoran nelayan kesukaannya.


Bersambung......


__ADS_2