
Setelah Joy tiba di kantor perusahaan Lily dan Haura dia segerah berlari untuk masuk dan lagsung membawa Lily ke rumah sakit
"Liy kamu tahan sebentar ya, bentar lagi kita sampai" ucap Haura sambil mengelus-elus rambut Lily
"Ko bisa Lily seperti ini tadi pas pergi kerja baik-baik aja" tanya Joy
"Enggak tau juga ka, tadi dia baik-baik saja bahkan semangat banget kerja nya"
Setelah beberapa menit mereka sudah sampai di rumah sakit Mutiara bakti
Joy mengendong Lily keluar dari mobil sedangkan Haura berlari meminta bantuan kepada perawat yang ada di rumah sakit itu sekalian mengisi data-data Lily sebagai pasien yang di butuhkan pihak rumah sakit
"Bagaimana ka Joy ,apa Lily sudah di tangani Dokter"
"Udah Ra kita tunggu hasil nya ya"
"Iya ka"
Dalam beberapa menit dokter keluar setelah memeriksa kesehatan Lily
"Bagaimana dengan teman saya Dok?" tanya Haura
"Teman kamu terkena racun dari minuman yang dia konsumsi untuk saat ini kalian harus menjaga jarak dari nya karena racun yang dia konsumsi itu mengandung zat racun berbahaya "Ucap dokter menjelaskan tentang keadaan Lily saat ini
"Baik dokter terima kasih" ucap Haura dan Joy yang hanya di balas dengan senyuman tipis oleh dokter itu
"Ka, apa yang harus kita lakukan hikss....hiks..." Haura menangis di pelukan Joy
"Kita harus kuat untuk Lily, oke"
"Oke, ka"
"Ya udah sekarang masuk yok" ajak Joy
Saat mereka masuk, ternyata Lily sudah siuman
"Kamu udah sadar Liy" saat Haura hendak ingin memeluk Lily tangan nya di tarik oleh Joy
"Ra, kamu lupa ya kalau Lily lagi sakit main peluk-peluk aja nati yang ada badan Lily jadi semakin sakit" Ucap Joy sambil memberikan kode agar Haura ingat apa yang di sampaikan dokter tadi suapaya tidak menyentuh Lily dulu
"Oh iya ya Liy kan lagi sakit habis nya aku bahagia banget lihat Lily "
"Bahagia karena aku ada di rumah sakit?" Tanya Lily
"Iss ya benar lah, eh maksudnya ya karena kamu udah siuman ya aku bahagia dong "
"Iya deh"
__ADS_1
Setelah dua hari Lily di rawat di rumah sakit akhir nya dia diperbolehkan untuk pulang namun saat ini dia benar-benar merasa jenuh tiduran di kamar nya dia mencoba keluar apartemen nya untuk mencari udara segar
****
"Permisi Bu, saya boleh meminta izin supaya saya bisa pulang lebih awal karena saya harus merawat sahabat saya sedang sakit"ucap Haura meminta izin agar dirinya di perbolehkan pulang lebih awal ke pada Erica selaku pengawas karyawan dan kinerja karyawan
Tanpa berpikir panjang Erica memberi izin kepada Haura
"Baik lah, kamu boleh pulang lebih awal hari ini"
"Terima kasih bu, saya permisi dulu"
Haura segerah pulang untuk melihat keadaan Lily saat dia tiba di depan apartemen nya dia melihat Lily sedang mengelus-elus seekor kucing
"Liy kamu kenapa di luar, kamu kan belum sembuh total" ucap Haura
"Aku jenuh di kamar terus Ra aku pengen cari udara segar lagian kan aku udah enggak kenapa-kenapa ko"
"Liy, seperti nya kucing itu lagi sakit deh mending kamu lepasin "
"Enggak ko, dia baik-baik aja dari tadi aku" belum selesai Lily menyelesaikan ucapannya dia sudah melihat kucing yang bermain dengan nya tadi sudah mati dan mengeluarkan busa dari mulut nya dengan perasaan kaget Lily menjauhi dirinya dari kucing itu dia seperti orang yang ketakutan kemudian dia mengigit kuku jempol nya
"Ra, aku bukan pembunuh nya kan" tanya Lily
"Kamu tenang dulu ya Liy, nati kita bicarakan sekrang kita harus mengubur kucing ini"
mereka menguburkan kucing itu di lahan kosong itu, kemudian mereka kembali ke kamar apartemen mereka Haura meminta supaya Lily mandi terlebih dahulu
Setelah Lily selesai mandi kemudian dia kembali bertanya apa yang sebenarnya terjadi kepada nya
"Ra sebenarnya apa yang terjadi pada ku, mengapa kucing itu tiba-tiba mati sebelum nya dia baik-baik saja" tanya Lily yang membuat Lily bingung harus menjawab apa
"Sebenarnya yang membuat kamu sakit kemaren di karenakan kamu mengkonsumsi minuman yang mengandung racun yang berbahaya jadi sebelum rancu itu benar-benar hilang dari tubuh kamu tubuh kamu itu sangat sensitif bisa-bisa apa yang kamu sentuh bisa terkena racun itu juga itu lah sebab nya mengapa kucing yang bermain sama kamu tadi tiba-tiba mati" jelas Haura
"Haah enggak bisa di percaya"
"Tapi itu lah kenyataan nya Liy "
"Aku bukan pembunuh Ra hiks...hiks..." Lily menangis sejadi jadinya karena dia tau di dalam tubuh nya sekarang mengandung racun yang mengakibatkan kuncing yang bermain dengan nya tadi mati
"Aku tau Liy kamu tenang ya, kita cari solusi nya sama-sama ya " Ucap Haura menenangkan hati Lily
Tidak puas dengan pernyataan Haura, Lily berlari keluar untuk menenangkan dirinya
"Liy tunggu, di luar bahaya" panggil Haura namun di abaikan oleh Lily
Saat Lily berlari ke luar dia bertemu dengan Joy
__ADS_1
"Liy kamu kenapa nagis kaya gini" tanya Joy
"Kenapa kalian sembunyikan rahasia besar tentang kesehatan ku, apa kalian menginginkan aku membunuh banyak korban"
"Rahasia kesehatan apa Liy kakak enggak ngerti"
"Oh jadi ka Joy benaran enggak tau ya, kakak enggak mau aku nagis kan?"
"Iya Liy emang nya kenapa"
"Kalau kakak emang sayang sama aku tolong hapus air mata yang ada di pipi aku dengan menggunakan tangan kakak, kenpa diam.
Kakak enggak mau ya atau kakak tau sesuatu tentang aku"
"Oke kalau itu mau mu sini biar kakak hapus air mata kamu" Joy mendekati Lily namun Lily malah menjauh
"Dasar kelas kepala, aku udah tau semuanya"
"Kami bukannya tidak mau memberitahu kamu tapi waktu nya belum tepat aja Liy dengari kakak ya kamu Jagan putus asa ya kita akan berusaha untuk buat kamu kembali seperti dulu "
"Iya ka"
"Ya udah Jagan nagis lagi ya, sana kembali ke kamar kamu,kakak mau pergi kerja sekrang"
"Iya ka hati-hati di jalan"
"kamu jaga diri baik-baik ya Jagan keluar-keluar kamar dulu"
"Siap bos ".
Lily kembali ke kamar nya
"Hemm, udah pulang" tanya Haura
"Lapar" Jawa Haura
"Kirain udah enggak tau lapar lagi"
"Terserah mu, aku lapar buatkan aku makan aku kan lagi sakit"
"Baik lah tuan putri makan nya di tunggu ya"
"Udah belum, lapar ni"
"Nyebelin banget si, iya ini makanannya, makan yang banyak ya tuan putri biar cepat sembuh"
"baik lah dayang ku"
__ADS_1
Bersambung......