
Keesokan harinya, pagi-pagi Sekali Hans dan Hart sudah tiba di kampung halaman Lily
"Pagi semua" Sapa Hans yang tiba-tiba muncul dari belakang pintu
"Iya siapa ya" tanya papa Doni Papaya Lily
"Hallo semuanya, kenalin saya Hans dan ini kakak saya Hart kami teman-teman nya Lily dan Haura dari kota" Ucap Hans memperkenalkan diri nya sambil menyalami orang-orang yang yang ada di dalam rumah itu
yang kebetulan keluarga besar Lily sedang berkumpul pada saat itu untuk bertemu dengan Lily karena sebenarnya dia sudah hampir 4 tahun tidak pulang ke kampung halamannya
"Silahkan duduk nak, maaf ya rumah orang tuanya Lily kecil dan sedikit berantakan" Ujar papa Doni
"Tiada apa-apa pak" Jawab Hart
"Lily, Haura cepat kemari ada teman-tema Kalian ni katanya datang dari kota" panggil Tante Friska
"Hah, siapa?" tanya Lily kepada Haura
"Astaga, mungkin itu Hans dan kak Joy" Ucap Haura dalam hatinya" ya udah yok dari pada penasaran mending kita lihat dulu"
Pada saat Lily dan Haura sudah di ruang tamu Betapa terkejut nya mereka berdua
"Hay" sapa Hart dan Hans barengan kemudian memberikan senyuman licik tanda kemenangan
"Kak Joy sama pak Hans ngapain ke sini, mending Kalian pulang aja " tanya Lily Sambil menarik tangan mereka berdua untuk keluar
"Lily kamu apa-apaan ini, tamu kamu perlakukan tidak baik sekarang kamu minta maaf kepada mereka" pinta papa Doni
"Iya nak, kamu enggak boleh seperti itu sama tamu apa lagi mereka teman-teman kamu sendiri" sambung mama Riris mama nya Lily
"Tapi kan pah, mah"
"Enggak ada tapi-tapian, kasihan mereka udah jauh-jauh datang ke sini malah kamu main usir aja, sekarang kalian siapin tempat mereka untuk istirahat" ujar papa Doni kembali
"Awas aja nati kalian" Ucap Lily dalam hatinya "Ya Udah sekrang kalian ikut kami"
Haura dan Lily mengantarkan Hans dan Hart ke kamar tamu yang berada dekat di dekat dapur
"Nah kalian istirahat nya di sini, yok Ra kita keluar"
"Maksi ya cantik" Ucap Hart namun tidak di hiraukan oleh Lily dan Haura
Jam menunjukkan pukul 10 pagi sudah waktunya sarapan pagi sesuai dengan tradisi keluarga nya Lily
"Ini nak sayur kesukaan kamu"
"Mama masak sayur ini pake apa kok bau, buat Lily mual aja Uuueeek...."
Dengan sigap nya Hart berdiri untuk mengambil tissue dan menepuk pundak Lily, kemudian membersihkan sisa makanan yang ada di bawah bibir Lily
"Kakak apa-apaan si lihat semua orang melihat kita" Bisik Lily
"Eeemm, maaf semuanya" Ucap Hart kemudian dia kembali duduk untuk menikmati makan yang telah di hidangkan
Setelah mereka selesai makan papa Doni memerintah kan untuk membawa Hans dan Hart berkeliling kampung untuk melihat-lihat suasana di kampung
__ADS_1
"Ayok sayang kita duluan aja, malas banget double date sama kakak sendiri" ledek Hans
"Dasar adek sialan"
"Hahahahah" Haura dan Lily tertawa bersama
"Ayok sayang" aja Hans sambil merangkul pundak Haura dan berjalan bersama
"Aku mau ngajak kamu suatu tempat"
"Ke mana?" tanya Hans
"Udah deh ikut aja, nati juga kamu tahu" jawab Haura
Tidak beberapa lama perjalanan, mereka smapai pada tempat yang Haura katakan tadi
"Rumah Bekas ke Bakaran?" tanya Hans kembali
"Iya, rumah ini adalah rumah lama aku bersama orangtuaku sebelum mama aku meninggal, kita masuk yok"
"Lebih baik jangan, kalau cuma untuk mengingkatkan itu pada masa lalu mu"
"Aku enggak apa-apa kok"
"Benaran?"
"Iya pak Hans, yaudah masuk yuk"
Hans menggenggam tangan Haura dengan erat
"Kamu takut atau bagaimana ni?" tanya Haura
"Isss laki enggak si?"
"Laki lah, kan pernah"
"Pernah apa" tanya Haura lagi
"Jadi masuk enggak ni?" tanya Hans kembali untuk mengindari pertanyaan Haura
"Iya-iya"
"Ternyata dulu nya rumah kamu berdekatan juga ya sama rumah Lily pantesan aja Kalian berteman dekat banget"
"Ya begitulah lah, sejak kami berumur 4 tahun kami sudah berteman"
"Aku boleh nanyak lagi nggak?"
"Boleh Tanya aja"
"Rumah orang tua kamu ini kenapa bisa sampai kebakaran padahal rumah nya lumayan besar loh"
"Dulu nya keluarga kami orang yang lumayan berada, karena itu lah papa aku memanfaatkan kekayaan nya untuk berselingkuh dengan wanita lain, setiap harinya mama dan papa ku tidak pernah akur karena mama aku tahu kalau papa aku telah menghianati nya dan pada suatu ketika Ayah ku ketahuan berselingkuh dengan istri orang yang membuat si suami dan satu warga marah sehingga mereka membakar rumah kami habis-habisan pada saat kami sedang tidak ada di rumah" Ucap Haura menceritakan kisah kelam nya itu
"Maaf ya sayang aku bertanya yang membuat kamu teringat masa lalu kamu".
__ADS_1
"Santai aja aku enggak apa-apa kok, kita cari tempat lain yok" ajak Haura
"Iya sayang ku, Mmuuuach " Hans mencium sekilas bibir Haura
"Astaga, pak Hans ini di tempat umum bisa-bisa kita di nikahin di sini"
"Lebih Bagus dong, Jagan sedih lagi ya cantik" Ucap Hans sambil mencubit pipi Haura dengan lembut kemudian mengelus rambut nya
"Iyaa sayang, asal kamu enggak lupain aku aja"
"Tidak akan dan tidak akan pernah"
****
"Kakak ngapin ke sini?" tanya Lily
"Mau ketemu kamu, orang tua kamu dan anak kita" jawab Hart
"Iis, apansi"
"Kakak berencana akan melamar kamu langsung ke orang tua kamu"
"Hah... kakak serius?"
"Ngapain juga kakak bercanda"
"Maksi ya kakak" Ucap Lily kemudian memeluk tubuh Hart
Jam menunjukkan pukul 5 sore Hans, Haura, Lily dan Hart sudah tiba di rumah
Hart meminta semua orang untuk berkumpul
"Ada apa ni?" tanya papa Doni
"Karena semua sudah berkumpul jadi izinkan saya untuk berbicara sebentar, jadi niat baik kedatangan saya ke tempat ini adalah untuk melamar anak bapak dan ibu ya itu Lily" Ucap Hart dengan penuh keberanian
Anehnya nya semua orang tidak merasa kaget bahkan mereka bertepuk tangan meyaksikan lamaran yang di lakukan Hart tadi.
"Apa yang terjadi?" tanya Lily kepada Haura
"Aku juga enggak tau Liy" jawab Haura
"Baik lah saya sebagai papa nya Lily menyerahkan anak saya pada kamu untuk tidak kamu sakiti tetapi buat dia bahagia selalu seperti kami selalu membuat dia bahagia?" Ucap papa Doni sambil menepuk pundak Hart kemudian memeluk nya
"Kenapa bapak semudah itu, menerima saya" tanya Hans "Mama! ngapain mama ada di sini"
"Anak Mama mau melamar kekasih nya masak mama enggak datang" Ujar mama Joy
"Terima kasih ya ma" Hart langsung memeluk mama nya itu
"Jadi kapan ni mau di nikahin?" tanya mama Joy
"Kalau bisa secepatnya ma" jawab Hart sambil mengusap air mata kebahagiaan nya
"Kita akan menikah sayang" Ucap Hart kepada Lily kemudian memeluk nya
__ADS_1
Semua orang yang menyaksikan mereka terlihat sangat bahagia dan terharu terutama Haura sahabat sejatinya itu.
Bersambung.....