
"Foto keluarga" Ucap Haura, betapa terkejutnya dia pada saat melihat foto itu
"Ada apa?" tanya Hans penasaran
"Kamu lihat sendiri" Haura menunjukan foto keluarga itu kepada Hans
"Jadi kak Joy itu adalah kakak aku yang pergi dari rumah"
"Astaga takdir apa ini"
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Hans yang membuat kepala nya sakit
"Kak Joy telah menghamili Lily jadi dia harus bertanggung jawab" jelas Haura
"Enggak-enggak enggak mungkin, aku percaya kalau kakak aku itu orang yang baik"
"Kamu pikir Lily itu bukan orang baik"
"Bisa aja kan Lily itu iri sama kamu, setelah dia tahu kalau kak Joy itu adalah kakak aku dia ngasih dirinya gitu aja sampai-sampai dia hamil aku yakin dia cuma ngambil keuntungan aja"
"Udah ngomong nya"
PLOOK....
Satu tamparan mendarat di pipi Hans, kemudian memukuli dada Hans"Kamu orang yang paling jahat selama aku temui"
"Aku salah nya di mana?" Ucap Hans samabil mengangkat bahunya
"Aku benci sama kamu, dengan kamu ngomong seperti itu sama aja kamu menghina aku, dari sekarang kamu enggak perlu temui aku kita putus" Haura pergi meninggalkan Hans
"Sayang aku tidak bermaksud berkata seperti itu tolong dengerin aku"
Hans mencoba mengejar Haura namun Haura tidak menghiraukan nya dia malah memasuki taksi yang kebetulan lewat di depan nya
"Ke rumah sakit ya pak"
"Baik Mbak"
Berapa menit kemudian Haura telah sampai di rumah sakit
"Kamu udah balik" tanya Lily
"Iya udah" jawab Haura
"Bagaimana kamu udah nemuin kak Joy"
"Belum, kak Joy udah pindah dari apartemen nya"
"Kok bisa?"
"Ternyata kak Joy adalah kakak kandung pak Hans"
"Hah, kamu serius Ra bagaimana mungkin kak Joy kakak nya pak Hans"
"Aku juga enggak tau Liy"
"Ra kamu bisa antar aku pulang ke apartemen aku enggak?"
"Emang nya kamu udah sehat?" tanya Haura
"Udah kok Ra" Jawab Lily
Haura segerah mengurus biya administrasi rumah sakit dan segera membawa Lily pulang
Setelah mereka samapi di apartemen Haura berpamitan untuk pergi mengambil baju sebentar di apartemen Hans
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya Liy, kamu jangan pergi ke mana-mana dulu" pinta Haura
"Iya Ra"
Hanya beberapa menit kepergian Haura Lily langsung bersiap-siap untuk pergi untuk mencari Joy
Karena Lily sudah 5 tahun bekerja di perusahaan HartHans jadi dia sangat tau di mana rumah keluarga HartHans
Tok...Tok..Tok....
"Cari siapa " tanya pelayan yang bekerja di rumah keluarga Hans itu
"Emmm, Kak Joy ada ? Eh maksudnya kak Hart"
"Tadi nya si ada, tapi tuan Hart seperti nya lagi keluar"
"Siapa mbok?" tanya mama Joy
"Teman nya tuan Hart nyonya"
"Ya sudah, suruh nunggu di dalam aja"
"Kata si Ibu suruh masuk aja dek"
"Makasih ya Bu"
Pada saat Lily memasuki rumah megah itu dia
tidak menemukan foto Joy sama sekali
"Apa bener kak Joy adalah kakak pak Hans atau Haura salah lagi duh bisa malu ni aku kalau ternyata kak Joy ternyata bukan kakak kandung nya pak Hans" gumam Lily dalam hati nya
"Apa benar kamu teman nya Hart anak saya" tanya mama Joy
"Oh gitu, cuman teman kan? soalnya Hart sudah setuju di jodohin sama anak nya teman Tante"
"Bagus lah kalau begitu, seperti nya kak Hart Belum pulang juga Saya pamit pulang saja ya Tan soalnya masih ada urusan" pamit Lily
"Lily" panggil Joy atau Hart saat Lily hendak Ingin berpamitan pulang.
"Kak Joy" Sahut Lily
"Kamu tau dari mana aku ada di sini?" tanya Joy
Kemudian menarik tangan Lily keluar suapaya tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka
"Jadi selama ini Kaka berbohong sama aku dan Haura, apa sebenarnya tujuan kakak ngelakuin ini semua?"
"Kamu enggak perlu tahu apa alasannya, sekrang kamu ke sini mau ngapain?"
"Aku hamil" Ucap Lily dengan singkat smabil menyerahkan bukti kehamilan nya
"Lalu?"
"Lalu?, Ya kak Harus bertanggung jawab lah karena ini anak kakak" jelas Lily
"Kamu pikir aku mau bertanggung jawab gitu, belum tentu juga anak yang ada di dalam kandungan kamu itu anak aku bisa aja anak orang orang lain kan" Ucap Joy dengan santainya
PLOOK.....
Lily menampar pipi Joy untuk melampiaskan sakit yang ada di dalam hati nya karena ucapan yang menyakiti nya tadi
"Tega, jahat" Ucap Lily dengan nada tinggi kemudian pergi meninggalkan Joy
****
__ADS_1
Malam itu hujan turun dengan deras sementara Lily belum juga kembali yang membuat Haura sengat cemas sudah beberapa kali dia mencoba menelfon Lily namun Lily seperti nya mematikan ponsel nya
"Liy kamu di mana si, Jagan buat orang cemas kaya gini"
Tok...Tok...Tok...
"Siapa si malam-malam begini bertamu, iya sebentar"
Pada saat Haura membuka pintu dia melihat Hans sudah mengendong Lily
"Lily, kok bisa ada sama kamu?"
"Nanti aja nanyak nya berat ni" Ucap Hans
Haura membantu Hans mengendong Lily smapai di tempat tidur nya
"Ceritain apa yang sebenarnya terjadi"
"Sebenarnya"
Flesbeck....
Di karenakan malam itu hujan sangat deras Hans memutuskan untuk singgah sebentar di cafe
Pada saat Hans memasuki cafe itu dia melihat Lily sedang meminum minuman yang beralkohol
"Stop" Hans menarik gelas yang berisi alkohol itu dari tangan Lily
"Pak Hans, selamat malam" Lily berdiri sambil menundukkan kepalanya kemudian duduk kembali
"Saya antar kamu pulang"
"Saya mau di sini aja pak, di sini banyak minum yang enak-enak musik nya juga Bagus" Lily kembali berdiri sambil menari-nari
"Lily Ingat kamu sedang hamil kamu enggak boleh seperti ini enggak baik untuk janin yang ada dalam kandungan kamu"
"Apa?, bapak ngomong apa saja saya tidak mendengar nya"
"Kamu ikut saya baik-baik atau saya akan menyeret kamu keluar dari sini?"
"Lepasin saya pak, Uuueeek...." Lily memuntahkan minuman yang dia minum tadi tepat di atas jas Hans
"Lily... jas saya"
Tiba-tiba saja Lily pingsan, Hans segera mengendong Lily smapai ke mobil nya dan kemudian mengantar nya pulang
****
"Ya begitulah kejadian nya"
"Maksi ya udah ngantar Lily pulang"
"Cuma Maksi aja, aku Udah di maafin belum?"
"Enggak" Haura menarik jas yang di kenakan Hans yang membuat mereka sangat dekat
"Eeem, Aku pasrah aja deh mau di apain"
Mendengar ucapan Hans Haura langsung mendorong nya untuk menjauh dari nya
"Enggak usah kepedean, buka jas kamu biar aku Cuci in"
"Ya udah ini" pada saat Hans memberikan jas nya kepada Haura,Hans menarik Haura mengunakan jas nya
Bersambung......
__ADS_1