
"Ngapain kamu buka-buka leptop ku?" tanya Hans yang mengagetkan Haura
"Hans!, kapan kamu datang nya kok aku enggak dengar kamu datang"
"Jagan pernah kamu sentuh barang-barang miliki ku lagi paham?"
"Kenapa? alsanya apa kamu melarang aku? bukannya selama ini aku berhak atas apapun yang kamu miliki"
"Diam.....!!!" Bentak Hans lagi-lagi dia menyakiti hati Haura
"Aku udah tau kok semuanya Kenapa kamu bersikap seperti ini"
Drettt..... drettt....
Ponsel Haura bergetar, sepertinya ada telfon masuk dari seseorang
"Hallo, ini siapa?"
"Kamu lupa sama suara ku?"
"Enggak guna
"Haura membanting ponselnya
samapi-samapi ponselnya itu rusak parah
"Aaaaaa, hiks.....hiks...." Haura berteriak sambil menagis sejadi-jadinya
"Kamu kenapa?" Tanya Hans yang merasa cemas namun Haura tidak menjawab pertanyaan Hans, "Kamu Kenapa?" tanya Hans lagi
"Apa? kenapa sekarang kamu tiba-tiba peduli sama aku, bukannya aku ini hanya pelayanan mu kan jadi enggak usah sok khwatir berlebihan" Ucap Haura smabil menghapus air matanya dengan tangannya
"Enggak sayang, kamu bukan pelayan ku"
"Udah terlambat, aku akan pergi sekarang juga dari kehidupan kamu, dan apa gunanya aku di sini bukan ya kamu sudah tau bahwa aku bukanlah wanita yang kamu cintai sebenarnya"
"Haura!"
"Sudah lah pak Hans, maafin selama ini aku sudah banyak menyusahkan bapak aku harus pergi sekarang juga"
"Diam, dengari baik-baik aku memang terkejut mengetahui yang sebenarnya tapi di dalam hati aku saat ini cuma kamu Ra, enggak ada yang lain walaupun ada wanita yang mirip seperti almarhum tunangan ku, aku tidak akan berpaling dari kamu" Ucap Hans kemudian menarik tubuh Haura kedalam pelukannya
"Hiks..... Hiks...." Tangis Haura pecah di pelukan Hans
"Aku sengaja mengatakan seperti itu di depan dia tadi karena aku tahu dia itu sangat licik aku enggak mau kamu terseret di dalam pertempuran ini, aku sangat mencintaimu aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk sama kamu nantinya" Hans semakin mempererat pelukannya
"Hans!" panggil Haura
"Iya ada apa sayang"
"Aku kekurangan nafas, kamu peluk aku kencang banget"
"Eeemm, mau aku buatin nafas buatan"
__ADS_1
"Enggak mau" Ucap Haura manja
"Maafin aku ya sayang"
"Iya sayang, bagaimana malam ini kita jenguk Papa nya Rara di rumah sakit"
"Iya sayang, terserah kamu aja"
****
"Sayang!" Panggil Lily kepada suami nya itu
"Iya sayang" jawab Hart
"Tiba-tiba, aku pengen makan mangga muda"
"Hah... di mana harus aku cari sayang ini kan udah malam"
"Enggak mau tau, pokoknya malam ini mangga nya harus ada" pinta Lily
"Eemm, yaudah aku pesan lewat gojek online aja ya"
"Enggak mau sayang, aku mau nya dari pohonnya langsung"
"Sayang, iss kamu tega ya sama aku"
"Ya udah Kalau enggak mau enggak apa-apa kok, Paling dedek yang ada dalam perut aku yang marah nanti nya. Dedek sayang jagan marah sama mama ya, papa kamu tuh yang enggak mau nurutin keinginan kamu" Ucap Lily kepada baiy yang ada dalam kandungan nya itu sambil mengelus-elus perut nya yang masih datar.
"Ya udah papa mau deh sayang, demi kamu sama mama kamu"
"Iya sayang, aku pergi dulu ya"
"Jagan lama-lama ya"
"Iya istri ku"
Pada saat Hart hendak keluar rumah tiba-tiba mama Joy mengagetkan nya.
"Hayo mau ke mana" Tanya mama Joy
"Mama ngagetin aku aja, aku mau keluar sebentar mah"
"Mau ngapain, kaishan loh istri kamu di tinggal sendirian"
"Udah izin kok mah"
"Oh gitu ya udah, cepat pulang ya sayang"
"Iya mah, aku pergi dulu ya"
"Iya mah"
****
__ADS_1
"Nah itu ada pohon mangga, syukur lah langsung ketemu. Permisi Ibu, Bapak , kakak, Bang saya izin minta mangga nya apa kah Boleh, kok enggak ada yang jawab ya apa mereka lagi di luar, ya udah lah aku ambil langsung aja lah dari pada istri dan anak ku kenapa-kenapa lagi"
Hart pun mulai menaiki mangga itu dan menjatuhkan satu persatu mangga yang dia petik namun hal yang tidak terduga terjadi pada saat Hart menjatuhkan mangga tadi tidak sengaja mengenai seseorang yang berjalan di sekitar an situ
"Awww kepala ku" Pekik seseorang yang kejatuhan mangga akibat ulah Hart
"Mampus aku" Ucap Hart dalam hatinya
"Siapa di sana" Teriak seseorang itu kemudian dia menoleh ke atas pohon mangga itu, "Woi ngapain kamu di sana"
"Saya, saya sudah izin tadi mau ngambil mangga karena istri saya sedang mengidam mangga muda"
"Halah alasan kamu aja kamu maling kan"
"Enggak pa saya serius"
"Maling.... ada maling di rumah pak Malik" Teriak seseorang itu
Dengan sekejap warga pun sudah berkumpul di depan rumah pak Malik
"Mana maling nya, biar kita hajar habis-habisan, Berani sekali dia maling di kompleks ini" Tanya salah satu warga yang tinggal di daerah situ
"Habis lah aku"
"Itu dia ada di atas pohon"
"Turun kamu" Teriak para warga
"Baik saya akan turun tapi jangan pukulin saya, kaishan istri saya sedang mengandung pasti dia cemas nantinya"
"Halah alsanya cepat kamu turun"
"Baik-baik saja aku turun sekrang juga"
Pada saat Hart turun, dia pun di gebukin para warga smapai dia pingsan tak berdaya
"Stop, minggir kalian semua" teriak pak Malik selaku pemilik rumah dan sebagai RT di kompleks ini
"Kenapa pak, dia ini harus di beri pelajaran biar ada efek jera"
"Kalau ada mailing serahkan ke pihak yang berwajib bukannya menghakimi dia samapi tak berdaya lagi kalau terjadi sesuatu pada nya apa kalian mau bertanggung jawab" Ujar pak Malik
"Tidak pak"
"Bukannya ini anak pak Herry, pak" Tanya anak buah pak Malik
"Iya bener ini anak pak Herry, cepat segerah bawa dia ke rumah sakit" Pinta pak Malik kepada anak buahnya itu
"Baik Pak"
"Orang yang kalian pukulin tadi itu adalah anak pak Herry, pastinya kalian ingat bahwa pak Herry sangat berperan penting di kompleks kita ini, Kalau beliau tahu anak nya di pukulin sampai pingsan entah apa yang akan terjadi. Sekarang bubar kalian semua."
"Baik pak"
__ADS_1
Bersambung....