
Kini dokter Daniel sedang memeriksa Jessica Kondisi terkini Jessica terbilang sudah stabil
***
"Hay penduduk bumi dan alam semesta , Perkenalkan aku Haura iris Jasmine hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu selama 5 tahun lama nya dan Akir nya aku bisa bekerja di perusahaan HartHans, entah sudah berapa banyak aku menjatuhkan lamaran di perusahaan itu namun selalu di tolak" Ucap Haura sambil berteriak di depan jendela kamar nya
"Apa kamu akan membangun kan semua orang yang ada di apartemen ini, ini masih jam 5 pagi " ucap Lily yang mengagetkan Haura
"Eemm, sorry-sorry aku terlalu bahagia kamu tau kan aku bertahun tahun berusaha untuk bekerja di perusahaan itu " Haura menghampiri Lily yang terbangun akibat teriakannya
"Baik lah" jawab Lily yang kembali tertidur
"Hayo lah Bagun Liy" Haura menggelitik badan Lily samapi dia terjatuh
"Haaaaah, beri aku waktu 30 menit lagi oke!"
"Hemm, baik lah"
30 menit kemudian
Haura dan Lily sudah siap bergegas untuk berangkat ke kantor, Setiba nya di kantor Lily menjelaskan apa saja peraturan perusahaan dan memperkenalkan karyawan-karyawan yang ada di perusahaan itu.
****
Di London keluarga Jessica senantiasa menunggu kesembuhan nya. Bahkan papa David mengabaikan perusahan nya yang saat ini sedang ada masalah
Tiba-tiba suara monitoring tanda kritis
berbunyi semua orang panik
"Segera panggilkan Dokter" pinta papa David sambil mengisi
"Tolong selamat kan anak saya" Ucap mama Jessica Histeris ke semua orang
Dokter Daniel yang mendapat panggilan dari perawat lagsung menuju kamar Jessica
"Please save my child doctor" Papa David memohon dengan sangat
"Please come out first we will try our best"
Keluarga Jessica diminta untuk menunggu di luar seraya dokter memeriksa keadaan Jessica
25 menit kemudian
"I'm sorry Mr.david God wants something else, we've tried our best, Jessica can't be saved "
"I believe you are the wrong doctor, please check again I believe my child can still be saved, she is my only daughter "
Papa David berlutut, mengais dan memohon di hadapan Dokter Daniel dia tidak menghiraukan kan jabatan atau statusnya
tapi dokter tetap menyatakan sudah tidak dapat di selamatkan
"Stand up, Mr David. Your daughter is dead"
Dokter Daniel membantu Papa David untuk berdiri
"Alex segera beritahu keluarga Hans, kabar duka ini" papa David memerintahkan supaya Alex memberitahu bahwa Jessica sudah tiada
__ADS_1
"Baik pah" jawab Alex
"Hallo, selamat malam Om saya mau memberitahu kabar duka bahwasanya adek saya Jessica sudah tiada " Ucap Alex sambil menangis
"Apa???" Teriak papa Herry yang terkejutnya dia mendengar berita duka ini
"Ada apa pah?" tanya mama Joy
"Jessica sudah meninggal ma" mama Joy yang mendengar kabar duka ini merasa sangat empati
"Jessica akan di makamkan di mana nak Alex" tanya papa Harry
"Di London Om dekat makam kakek dan nenek"
"Tolong Samapi kan kepada orang tua mu nak Turut Berdukacita dari keluarga kami, maaf kami tidak bisa datang ke acara pemakaman Jessica, kami masih menunggu kesembuhan Hans "
"Tidak apa-apa Om, semoga Hans lekas sembuh"
"Terimakasih nak"
Alex segera memutuskan telfon nya dan lagsung berlari untuk melihat Jessica
****
"Pah, gimna nasib anak kita ketika dia sudah sadar dan mencari Jessica" tanya mama Joy
"Papa juga tidak tau ma"
Pagi ini Dokter datang untuk mengecek kondisi perkembangan Hans
"Bagaimana keadaan anak saya dokter? tanya mama Joy
seminggu kemudian
"Pah.. pah.. ” panggil mama Joy membangunkan papa Herry yang tertidur di sofa untuk memberitahu tangan Hans saat ini sedang bergerak
"Anak kita ma, sudah siuman" ucap papa Herry dengan sangat bahagia
Perlahan-lahan Hans membuka kedua mata nya dan berusaha untuk bangkit dari tempat tidur nya
"Kamu sudah sadar nak" mama Joy membantu Hans untuk duduk
"mama merindukan mu" ucap mama Joy dan memeluk nya namun Hans merasa bingung dan tidak membalas pelukan mama Joy
"Maaf anda siapa?" Tanya Hans
Mama Joy dan papa Herry saling bertatapan mereka tidak tau apa yang terjadi pada anak nya itu
"Papa panggil dokter dulu ya ma"
"Iya pah"
Dokter segera memeriksa Hans
"Apa kamu tidak ingat nama kmu ?" Tanya Dokter kepada Hans
"Tidak" jawab Hans
__ADS_1
"Apa kamu kenal mereka?" tanya dokter lagi sambil menunjuk orang tua Hans
"Tidak"
"Apa yang terjadi dengan anak saya dokter"
tanya mama Joy
"karna akibat benturan terlalu keras di kepala nya yang membuat dia mengalami amnesia"
"Apa anak saya bisa di sembuhkan dokter"
"Bisa, tergantung bagimana cara kalian merawat nya tolong Jagan memberitahu apa pun yang akan membebankan pikirannya karna akibatnya bisa fatal dan Jagan terlalu memaksa nya untuk mengingat apa pun"
"anak saya sudah bisa pulang dokter ?"
"Sudah pak, namun harus sering di check perkembangan nya "
"Baik dokter terimakasih"
"Sama-sama pak Herry dan ibu Joy saya keluar dulu"
"Nak mama akan merawat kamu dengan sebaik mungkin"Ucap mama Joy sambil memeluk anak nya itu
"papa akan memperkenalkan keluarga kita, nama papa adalah Herry Gerald nama mama kmu Joy Juliet Gerald kami memiliki 2 putra
anak pertama kami bernama Hart Joy gerald dan yang kedua kamu nama kmu adalah Hans gavariel gerald , kamu adalah CIO di perusahaan HartHans" papa Herry menjelaskan tentang keluarga nya
"Lalu di mana Hart? tanya Hans
"Dia pergi meninggalkan rumah, papa tidak tau keberadaan dia di mana sekarang"
"Lalu mengapa saya bisa berada di sini?"
"Kamu mengalami kecelakaan, pas saat hendak ke kantor" Ucap papa Harry berbohong.
"Apa saya sudah bisa pulang?"
"Sudah nak"
"Mama nati akan menyiapkan makanan kesukaan kamu"
"Mama akan mengemas barang-barang kamu supaya kita segera pulang ke rumah"
"Terimakasih ma" Ucap Hans yang di balas Dengan senyum manis oleh mama Joy
Seluruh karyawan perusahaan merasa sedih dan bahagia satu sisi mereka bersedih karena Jessica sudah tiada dan satu sisi nya lagi Hans sudah siuman mereka di minta supaya Jagan membuka mulut mengenai Jessica karena saat ini keadaan Hans sedang amnesia
"Syukur lah pak Hans sudah siuman aku merindukan nya" ucap Haura kepada Lily
"Isss, mimpi dah kamu bisa dekat in pak Hans aku ingatin ke kamu ya jangan sampai kamu mengharapkan lebih dari pak Hans"
"Kalau aku mengharap kan lebih kenapa emang" tanya Haura yang membuat Lily jengkel
"Kamu jagan lupa Ura Drajat kita Dengan pak hans jauh di bawa standar nya aku enggak mau nanti kamu kecewa dan sakit hati di tolak pak Hans dan keluarganya " Ucap Lily memperingati sahabat nya itu
"Iya bawel, aku cuma bercanda" jawab Haura
__ADS_1
Baca episode berikutnya 😊👉