
"Mereka cocok ya" Ucap Haura mengatakan bahwa Lily dan Joy memiliki kecocokan
"Bukanya Joy dan Lily itu adek, kakak?" tanya Hans
"Ya begitulah lah, tapikan selagi bukan kakak kandung kan bisa-bisa aja"
"Udah-udah kamu enggak usah mikirin mereka dulu"
"Baik pak, tapi ngomong-ngomong bagaimana keadaan sopir taksi yang bersama ku tadi dia baik-baik aja kan "tanya Haura
"Enggak tau sayang, cuma aku udah suruh orang buat selidiki kasus ini kamu tenang aja ya" Jawab Hans
"Iya sayang, Maksi ya"
"Lain kali kalau orang ngomong itu di dengar "
"Iya pak Hans sayang"
****
"Sial..."Ucap seseorang yang sedang memakai topeng itu "bisa-bisa nya ini enggak sesuai rencana ku, bagaimana mungkin Hans tau keberadaan Haura "
"Apa yang harus kita lakukan Bos, seperti nya sopir ini masih hidup dia hanya pingsan" Ucap salah satu bodyguard si pria bertopeng itu
"Kamu dorong mobil ini ke jurang, karena kalau dia selamat dia bisa membocorkan identitas saya"
"Tapi Bos dia adalah adek sepupu saya"
"Apa kamu mau saya bunuh juga "
"Baabaik Bos" bodyguard itu mendorong mobil taksi itu ke dalam jurang tidak lama setelah itu Anak buah suruhan Hans sudah tiba di lokasi penculikan sekalian kecelakaan Haura
Duaarrrrrr,....
"Suara apa itu" tanya salah satu anak buah Hans sekaligus sebagai tangan kanan Hans yang bernama Erik
"Ayok kita cari tahu"
"Bos seperti nya ada yang berjalan ke arah kita ayok kita pergi dari sini"
Pria bertopeng dan bodyguard itu segera meninggalkan tempat kejadian itu
"Pak Erik saya menemukan Putung an rokok dan api rokok nya juga belum mati, seperti nya ada orang yang sengaja mendorong taksi ini supaya kita tidak dapat menemukan pelaku aslinya" Ucap salah satu bawahan Erik
Dertttt..... Dertttt..
"Sebentar, saya angkat telfon dari Bos Hans dulu Kalian tetap cari tahu bukti lainnya " pinta Erik" Halo Bos kami menemukan sebuah mobil taksi terjatuh ke dalam jurang di dekat lokasi kecelakaan ibu Haura dan seperti nya ada yang sengaja mendorong taksi itu supaya menghilang kan jejak , anak buah saya juga menemukan Putung an rokok di dekat lokasi kejadian"
"Ya sudah kamu dan anak buah mu pulang saja saya akan menyerahkan kasus ini ke pihak yang berwajib untuk di selidiki lebih lanjut karena sepertinya pelaku nya bukan orang biasa" pinta Hans
"Baik Bos"
Setalah mereka selesai berbincang di telfon Erik memerintahkan agar anak buah nya tidak perlu mencari bukti lagi.
"Perhatikan semua, tadi Bos Hans mengatakan kita pulang saja karena kasus ini akan di serahkan ke pihak berwajib"
****
Sudah 2 hari Haura di rawat rumah sakit dan hari ini adalah hari terakhir nya di rumah sakit
__ADS_1
karena keadaan nya sudah membaik
"Aku kan udah bisa pulang, aku bingung mau pulang ke mana ya" tanya Haura kepada Hans
"Ya udah ke apartemen aku aja, lagian kan enggak ada yang tinggal di sana" Jawab Hans sambil memberikan senyuman Mansi kepada kekasih nya itu
"Aku takut nyusahin kamu terus"
"Hei dengar, sebentar lagi kita kan akan menikah apa yang aku miliki sekarang itu akan menjadi milik kamu juga nati, jadi kamu enggak perlu enggak enakan gitu ya sayang"
"Makasi ya sayang"
"Iya bawelll..." dengan gemas nya Hans mencubit pipi Haura
"Aaaaaww, sakit tahu"
"Cuma gitu doang di bilang sakit"
"Emang sakit"
"Ya udah ayok pulang anak manja"
"Yok"
Hans mengandeng tangan Haura sampai di depan pintu mobilnya
"Kita ke apartemen ya pak" Pinta Hans kepada sopir nya itu
"Baik pak"
"Aku akan selalu melindungi kamu Haura " Ucap Hans dalam hati nya
"Enggak apa-apa kamu cantik aja"
"Dasar gombal"
"Aku ngomong yang sebenarnya, kamu itu cantik banget"
"iya-iya, Maksi ya pak Hans"
"Sama-sama ibu Hans"
"Isss"
"Kenapa?? ada yang salah?"
"Enggak ada"
Setelah beberapa menit perjalanan Akir nya mereka sudah tiba di depan apartemen Hans
"Yok masuk Ibu Hans" Ucap Hans kemudian mengulurkan tangannya untuk berjalan bersama
"Apa ini tidak berlebihan?" tanya Haura
"Berlebihan apa lagi si sayang, ayok masuk nati aku marah ni sama kamu" jawab Hans dengan kesal
"Iya aku masuk"
Saat mereka sudah samapi di kamar apartemen Hans mereka sudah di sambut oleh pelayan di apartemen Hans yang bernama Rere
__ADS_1
"Haura, eh maaf maksudnya nona Haura selama datang" sapa pelayanan itu
"Udah kamu enggak perlu minta maaf kan kita seumuran"
"Tapi kan " belum selesai Rere berbicara Haura memotong pembicaraan nya
"Eeetss , enggak ada tapi-tapi an kita seumuran"
"Emang enggak salah aku milih istri seperti dia" Ucap Hans dalam hati nya
"Ya udah saya bantu masukin barang nya ya nona, eh maksudnya Haura"
"Terima kasih "
"Iya sama-sama" jawab Rere
"Kamu enggak apa-apa aku tinggal dulu, sepertinya ada masalah di kantor"
"Enggak apa-apa sayang, kamu pergi aja"
"Ya udah aku pamit dulu ya" Hans mengulurkan tangannya
"Apa ini" tanya Haura
"Cium tangan, aku kan calon suami kamu jadi dari sekarang harus di biasakan "
"Ya udah sini" Haura memberikan ciuman di tangan Hans
"Gitu dong syang, mmuuuach" Hans mencium kening Haura kemudian pergi meninggalkan nya
"Ada yang harus aku bantu ?" tanya Haura kepada Rere
"Enggak ada kok Ra, Semua nya udah beres"
"Nama kamu Rere kan?"
"Iya Ra, nama ku Rere"
"Oh ya sudah berapa lama kamu bekerja di sini"
"Eeemm, sebenarnya aku baru beberapa tahun bekerja dengan pak Hans sebelumnya orang tua ku lah yang bekerja di keluarga besar pak Hans tetapi suatu ketika Ayah ku di tuduh mencuri dan di coblos kan ke dalam penjara sebagai seorang anak aku tidak tega melihat ayah ku di penjara jadi pada saat itu aku memohon kepada mereka untuk membebaskan ayah ku, kemudian mereka menyetujui nya dengan syarat aku akan bekerja selama bertahun-tahun dengan tidak di beri gaji"
"Sedih juga cerita hidup kamu, jadi sampai sekarang kamu tidak di beri gaji juga" tanya Haura lagi
"Waktu itu sebelum pak Hans mengalami kecelakaan, Dia lah yang selalu memberikan bantuan kepada keluarga kami di karenakan ayah ku sakit parah tidak hanya itu pak Hans juga memperkerjakan aku di sini suapaya aku tetap di beri gaji"
"Ya begitulah lah pak Hans, dia selalu ada di saat orang butuh"
"Kamu beruntung mendapatkan pak Hans, sudah lah kaya, pintar, ganteng lagi"
"Aku juga enggak nyangka aku bisa memiliki nya, Ya udah mendingan kamu temani aku jalan-jalan sore keliling apartemen"
"Oke, aku ganti pakaian dulu ya"
"Iya, tapi cepat ya"
"Okeeee"
Bersambung....
__ADS_1