MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
BERENCANA MENIKAH


__ADS_3

"Sayang itu bukanya kak Hart ya?" Tanya Haura yang melihat seorang mirip dengan kakak kekasih nya itu sedang di bawa masuk ke ruang rawat


"Mana si?" Tanya Hart balik karena dia tidak melihat keberadaan kakak nya itu


"Di ruang itu, kak Hart di bawah ke ruangan itu"


"Kamu pasti salah lihat" Ucap Hans tidak percaya


"Enggak sayang, ayok ikut aku" Haura menarik paksa tangan Hans dan langsung masuk begitu saja ke ruang rawat


"Kak Hart!, apa yang terjadi dengan kakak saya" Tanya Hans kepada anak buah pak Malik


"Pak Hart tadi di gebukin para warga dikarenakan diduga pak Hart maling mangga milik Bos Malik" Ujar anak buah Malik


"Cuma karena mangga, kalian tega memukuli kakak saya sampai seperti ini"


"Maaf pak, kami tidak ikutan Bos Malik hanya meminta kami untuk membawa pak Hart ke rumah sakit"


"Ya sudah kalian sudah boleh pergi, terima kasih sudah membawa kakak saya ke rumah sakit"


"Baik pak, kami permisi dulu"


"Iya"


"Hans!" Panggil Hart


"Iya kakak" Jawab Hans


"Kalian kenapa ada di sini, Jagan-jangan kalian mau cek kandungan ya"


"Yeeee, udah sakit masih aja resek tadi itu kami baru siap berkunjung untuk melihat papa nya Rara yang di rawat di rumah sakit ini juga jadi waktu kami mau pulang tiba-tiba Haura melihat kakak di bawah ke ruangan ini" Jelas Hans


"Oh begitu, kirain karena yang lain"


"Hemmm"


"Ya udah pulang yok, bawa mobil kan?" tanya Hart


"Iya, ya udah ayok aku bantuin berdiri"


15 menit perjalanan Akir nya mereka sampai juga di rumah mereka


"Kamu kenapa nak?" Tanya mama Joy panik


"Enggak apa-apa kok mah, aku baik-baik aja"


"Baik gimana, kamu sampai babak belur gini siapa yang Berani mukulin kamu bilang sama mama biar kita laporin mereka"


"Udah mah, aku enggak apa-apa kok"


"Ya sudah kamu istirahat dulu sana"


"Iya mah, aku ke atas dulu ya"


"Iya nak"


Tok...tok...


"Sayang aku udah pulang"


"Bagus lah"

__ADS_1


"Maaf in aku ya, enggak bisa bawain mangga yang kamu pesan"


"Iya enggak apa-apa"


"Sayang lihat aku dong, jangan di belakangi kaya gini enggak enak tau"


"Lagi malas lihat orang"


"Ya udah aku langsung tidur ya sayang badan aku pegal-pegal semua, kamu juga tidur lagi jagan begadang"


"Hemm"


5 menit kemudian


"Bukannya bujuk in istrinya yang lagi bete malah langsung tidur aja, kesal banget" Gumam Lily kemudian dia membalikkan badannya betapa terkejutnya dia melihat keadaan suaminya itu babak-belur


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Lily panik


"Enggak apa-apa kok sayang kamu enggak usah khwatir"


"Gimana enggak khawatir luka kamu samapai separah ini sebenarnya apa yang terjadi"


"Aku enggak apa-apa sayang"


"Maafin aku, pasti ini berhubungan dengan permintaan aku tadi ya" Tanya Haura dengan penuh penyesalan


"Enggak apa-apa sayang, jagan cemberut gitu dong" Bujuk Hart sambil mencubit pipi Lily


"Iya sayang" Lily memeluk tubuh suaminya itu dengan erat


"Enggak apa-apa deh nahan sakit, yang penting kamu bahagia sayang" Ucap Hart dalam hatinya


****


"Iya nak hati-hati di jalan ya"


"Iya mah"


"Haura pulang dulu ya Tante" pamit Haura sambil mencium tangan mama Joy


"Iya sayang"


Setelah 10 menit perjalanan Akir nya mereka sampai juga di apartemen mereka


"Emmm, kamu pulang ke rumah?" Tanya Haura


"Emang nya kenapa?"


"Enggak apa-apa si, kan aku cuma nanyak aja"


"Yang benar?" Hans mendekatkan wajahnya pada Haura


"Iya benar"


"Tapi pipi nya ko merona gini"


"Enggak kok biasa aja" Haura menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya


"Gemesin tahu"


"Udah lama"

__ADS_1


"Ya udah aku pulang dulu ya sayang" pamit Hans


"Kamu benar-benar mau pulang ya?"


"Iya sayang, masih rindu ya"


"Iya"


"Sabar ya sayang, aku sedang mempersiapkan agar kita segerah menikah"


"Kamu serius?" Tanya Haura tidak percaya


"Iya sayang, kita akan segerah menikah"


"Maksi ya sayang"


"Iya sayang, aku pamit pulang dulu ya" Ucap Hans tidak lupa dia menciumi keningnya Haura dengan lembut nya


"Hati-hati di jalan ya sayang"


"Iya sayang"


****


Keesokan harinya pagi-pagi sekali di kantor sudah heboh


"Ada apa ini?" Tanya Haura


"Cieeee" Goda Lily


"Cieeee apaan, ada apa si dari tadi pas aku lewat semua orang pada ngelihatin aku gitu ada gosip baru ya tentang aku"


"Emang enggak tahu atau pura-pura enggak tau ni"


"Isss benaran aku enggak tahu apa-apa ni?"


"Iya bawel, cepat kasih tahu ada apa sebenarnya"


"Selamat ya Ra" Ucap Lily samabil memeluk Haura


"Selamat apa?" Tanya Haura kebingungan sambil melepas pelukan mereka


"Ya selamat, sebentar lagi kan kamu mau nikah sama pak Hans"


"Dapat gosip dari mana lagi ini"


"Ini enggak gosip Ra, pak Hans sendiri tadi yang mengumumkan langsung"


"Lagsung?"


"Iya Ra, pak Hans keren banget tadi"


"Iya kan aku jadi malu kaya gini"


"Yeee, pendapat orang mah masa bodoh kan kamu sendiri yang bilang".


"Ya kan beda"


"Sama aja, yang penting kita akan jadi satu keluarga aku bahagia banget"


"Iya deh"

__ADS_1


Berambung.....


__ADS_2