MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
CEMBURU BUTA


__ADS_3

"Seperti nya ada yang minta tolong, tapi dari mana suara itu berasal?" Gumam Al


"Tolong..... tolong saya" Teriak Haura semakin kencang


"Seperti nya Suaranya berasal dari Toilet" Dengan segerah Al menghampiri sumber suara itu semakin dekat dengan sumber suara itu Al semakin mempercepat langkahnya karena sepertinya dia mengenali suara itu


"Haura apa kah itu kamu?" tanya Al


"Pak Al, ini Haura pak tolong keluarkan saya pak"


"Iya Haura kamu tunggu sebentar ya" Al mencoba mendobrak pintu toliet itu hingga pintu itu rusak di buat nya.


"Haura kamu tidak apa-apa" Tanya Al sambil memeluk tubuh Haura


"Tidak apa-apa pak" Jawab Haura kemudian langsung segera melepaskan pelukan Al itu


"Kenapa kamu bisa terkunci di sini" Tanya Al lagi


"Tadi nya saya mau buang air kecil tapi tiba-tiba lampu toliet mati dan tiba-tiba juga saya sudah terkunci di sini" Jelas Haura


"Ya sudah kamu saya antar pulang ya"


"Tidak usah pak, saya sudah tidak apa-apa kok"


"Benaran?"


"Iya pak, kalau begitu saya permisi dulu ya pak "


"Iya Haura, kamu hati-hati ya"


Haura hanya tersenyum kepada Al kemudian dia pergi meninggalkan nya


"Aku akan selalu melindungi mu, tidak peduli apa pun yang terjadi karena aku sangat mencintaimu mu" Ucap Al dalam hati nya


****


Sesuai dengan janji Haura dan Lily yang akan mengadakan doubel date jadi Lily berinisiatif ingin menyampaikan rencana mereka itu kepada Hart.


"Oh iya kak tadi di kantor Haura ngajakin doubel date, kak bersedia ikut kan?" Tanya Lily kepada suami nya itu


"Benar kah?, tapi ada syaratnya"


"Syarat nya apa kak?"


"Dari sekrang istri aku ini jagan panggil kakak lagi sama suami nya" Ucap Hart sambil mencium kening Lily


"Jadi aku panggil apa dong?"


"Panggil sayang"


"Sayang?"


"Iya sayang, coba panggil suami kamu sayang"


"Sayang" Ucap Lily


"Bagus, sekarang siap-siap gih katanya mau pergi"


"Iya kak, eh maksudnya sayang"


"Di biasiin ya cantik"


"Iya sayang"


****

__ADS_1


Setelah Haura sampai di kamar apartemen nya dia melihat ada seseorang yang sudah menunggu nya dan ternyata itu adalah Hans


"Udah lama nunggu nya" Ucap Haura yang membuat Hans sedikit terkejut


"Kamu udah pulang?" Tanya Hans


"Seperti yang terlihat" jawab Haura singkat


"Ada apa sepertinya kamu terlihat sangat lelah sekali"


"Aduh gimana ya, cerita enggak ya sama Hans tentang apa yang terjadi sama aku tadi" Ucap Haura dalam hatinya


"Hallo... kok bengong" Hans menatap wajah Haura dalam


"Enggak apa-apa kok, oh iya kamu sibuk enggak hari ini?"


"Iya, sebentar lagi mau ketemu Kline yang dari Malaysia"


"Gitu ya"


"Emang nya ada apa?"


"Tadinya aku mau ngajakin kamu doubel date sama Lily dan kak Hart"


"Yaudah nati aku usahain datang ya setelah selesai meeting dengan Kline"


"Emm... ya udah deh"


"Rara kemana sayang dari tadi kok enggak kelihatan"


"Tadi Rara ngabarin kalau Papa nya saat ini sedang di rawat di rumah sakit jadi dia izin untuk tidak bekerja untuk sementara waktu" jelas Hans


"Ya udah besok kita jenguk Papa nya Rara ya sayang"


"Iya sayang"


"Ya udah sana mandi"


Setelah beberapa menit Haura selesai mandi dia baru sadar ternyata dia lupa membawa handuk


"Aduh gimana ni, panggil Hans enggak ya, ya udah lah panggil aja" Gumam Haura " Sayang aku boleh minta tolong"


"Minta tolong apa?" tanya Hans penasaran


"Tolong ambilkan handuk aku di jemuran belakang"


"Iya bentar ya sayang"


"Astaga tadi kan aku habis nyuci ****** *****, semoga aja Hans tidak memperhatikan nya"


"Buka dong pintu nya sayang, gimna aku mau ngasih handuk kamu"


Haura membuka pintu kamar mandinya kemudian dia langsung segerah menarik handuk itu dari tangan Hans, Hans yang melihat tingkah laku kekasihnya itu malah tertawa puas


"Dasar mesum" teriak Haura kepada Hans


"Biarin" Ledek Hans


Jam menunjukkan pukul 8 malam, Haura Lily dan Hart sudah tiba di tempat yang mereka rencanakan sebelumnya mereka kelihatan sangat bahagia sembari menikmati makan yang telah tersaji.


"Sudah lama kita tidak seperti ini ya kak" Ujar Haura kepada Hart


"Iya Haura, Sekrang suasana nya sudah beda wanita yang dulu kakak anggap adek sendiri sekrang sudah menjadi istri kakak" Ucap Hart smabil mengelus-elus kepala Lily


"Aaaaa kalian buat aku iri aja deh"

__ADS_1


"hahahaha" mereka bertiga tertawa bahagia


"Ura itu bukan nya Pak Hans ya" Ujar Lily yang melihat Hans sedang berkencan dengan seorang wanita


"Mungkin itu Kline nya" jawab Haura dengan santai


"Tapi kok sama Kline cipika cipiki, terus Hans juga memperlakukan Kline nya seperti kekasih nya saja" Ucap Hart namun tiba-tiba Lily menginjak kaki Hart


"Awww sakit sayang" Bisik Hart kepada istrinya itu


"Makanya jagan ngomong sembarangan"


"Enggak sembarangan kok, kan kenyataan"


"Iya tapi diam-diam aja, coba lihat Haura jadi bad mood kan"


"Ya udah maaf deh sayang"


"Kak Hart, Lily sepertinya ini sudah malam banget jadi aku pamit pulang dulu ya" pamit Haura


"Ya udah kami antar ya" tawar Hart


"Enggak usah kak, aku sendiri aja"


"Bay semua"


"Iya Haura kamu hati-hati di jalan ya"


"Iya Lily, thanks traktiran nya ya" Ucap Haura kemudian pergi meninggalkan restoran itu


"Kamu si ngomong nya sembarangan"


"Ya maaf sayang"


****


Tok... tok....


"Siapa si malam-malam begini bertamu" Ucap Haura samabil membukan pintu kamar apartemen nya "kamu ngapain di sini" Tanya Haura kepada lelaki itu ya itu Hans


"Kangen kamu"


"Alasan" Haura menutup kembali pintu kamar nya itu namun di tahan oleh tangan Hans "Awas... nanti tangan kamu kejepit pintu, mau ?"


"Biarin aja kalau kamu mau" Dan akhirnya Haura membuka kan pintu kamar nya itu kemudian mempersilahkan Hans untuk masuk


"Kenapa tiba-tiba kamu cuek gini sama aku" tanya Hans sambil mencubit pipi Haura


"Awas ah, bete sama kamu"


"Kenapa si sayang, aku ada ngelakuin ke kesalahan sama kamu ya atau kamu marah aku enggak jadi datang tadi"


"Enggak"


Hans mencoba menarik tangan Haura dan membawa dia kedalaman pelukannya kemudian Hans menciumi bibir Haura dengan paksa


"Lepasin Hans, aku enggak mau lepasin..." Teriak Haura sambil memukuli badan Hans


"Kamu kenapa si segitu enggak suka nya sama aku"


"Tanya sama diri kamu sendiri"


"Terserah kamu"


"Udah pulang sana, udah malam ini"

__ADS_1


"Aku mau nginap di sini"


Bersambung......


__ADS_2